Senin, 16 Juli 2018

Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad di Tanah Gayo Bener Meriah

Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad di Tanah Gayo Bener Meriah: telah dilaksanakan acara Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad,Lc.Ma dalam rangka Halal bilhalal bersama unsur Pemerintah Daerah Kab. Bener Meriah, yang mana giat dilaksanakan  bertempat di lapangan Mesjid Agung Babussalam Redelong Kec. Bukit Kab. Bener Meriah. yang mana giat dilaksanakan sekira pkl.16.45 wib.rabu”(04/07/2018)  
Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad di Tanah Gayo Bener Meriah

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bener Meriah tgk.Sarkawi, Wakil Ketua I DPRK Bener Meriah, sekretaris Daerah Kab. Bener Meriah, kapolres Bener Meriah, Dandim 0106 Aceh Tengah/Bener Meriah, Danyon 114 SM, para Asisten setda Kab. Bener Meriah, Pabung Kodim 0106 Aceh Tengah/Bener Meriah, Para Kabag, Kasat, Kasi dan Kapolsek dalam jajaran Polres Bener Meriah. unsur Forkopimda dan forkopimda plus Kab. Bener Meriah, Para Tokoh ulama dan pimpinan Dayah se Kab. Bener Meriah. Masyarakat Kab. Bener Meriah dan Aceh Tengah -/+ 10.000 (sepuluh ribu) orang.

Ustadz Abdul Somad Bersama Plt Bupati Bener Meriah Abuya Syarkawi Abdusshomad
acara tablig akbar di isi dengan Pembacaan ayat suci al-qur’an oleh Tgk Nazarudin,M.Pdi. dan di lanjut dengan sambutan dan arahan Wakil Bupati Bener Meriah tgk.Sarkawi menyampaikan kami selaku masyarakat Kab. Bener Meriah sangat antusias dengah kehadiran Ustadz Abdul Somad di Kab. Bener Meriah dalam rangka Halal bilhalal bersama unsur Pemerintah Daerah Kab. Bener Meriah serta masyarakat Kab. Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad di Tanah Gayo Bener Meriah
sebelumnya kami selaku Pemerintah Kab. Bener Meriah memohon maaf jika ada hal- hal yang tidak berkenaan di hati para seluruh tamu undangan, dalam kesempatan ini kami meminta do’a dari seluruh masyarakat Kab. Bener Meriah agar di berikan jalan yang terbaik untuk Bupati kita.

dalam penyampaian Tabligh Akbar ustadz Abdul Somad,Lc.Ma, menyampaikan umat manusia yang paling mulia adalah umat yang paling takut kepada Allah SWT.

Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad di Tanah Gayo Bener Meriah dihadiri oleh ribuan lapisa masyarakat di Gayo
Allah SWT mewajibkan kepada umat muslim diatas permukaan bumi ini untuk mengerjakan Shalat, karena Shalat merupakan amalan yang pertama kali di tanya di yaumil akhir, maka setelah acara ini mari kita ramaikan mesjid pada saat waktu Shalat tiba. pada saat kita mengerjakan shalat berjamaah di mesjid agar tidak lupa pula untuk mengerjakan shalat sunat semoga Allah melipat gandakan Amalan ibadah kita semua.

[Video Ceramah dan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad di Tanah Gayo Bener Meriah]

Orang yang paling dekat kepada allah yakni orang yang selalu sujud kepada allah dan memohon doa, barang siapa yang pergi ke dukun yakni orang yang berteman dengan setan. memisahkan pria dan wanita merupakan suatu syariat islam dan Islam selalu menjaga kehormatan wanita.(humas BM/gun’s)”

Minggu, 15 Juli 2018

Dukungan Email Youtube Tidak Muncul

Dukungan Email Youtube Tidak Muncul | Sepertinya untuk bergabung menjadi mitra youtube yang bisa menghasilkan earning semakin lama semakin sulit. Salah satunya adalah layanan dukungan berupa kontak email banyak yang tidak bisa menemukannya termasuk kami saat artikel ini kami turunkan. Peraturan peraturan yang dibuat youtube dimulai dari diharuskannya mendapatkan 10.000 viewers ditambah lagi dengan peraturan yang baru berupa 1.000 subsricer + 4.000 jam ditonton. Wawww, sebuah peraturan yang teramat sulit bagi sebagian youtuber.

Dukungan Email Youtube

Dalam kenyataannya kebanyakan youtuber sudah berusaha memenuhi peraturan yang terbaru tersebut. Namun apakah masalah selesai?. Ternyata perjuangan masih panjang. Hal ini ditandai dengan lamanya proses review yang dilakukan oleh manajemen youtube.

Salah satu channel youtube Armaila yang telah memenuhi syarat berupa 1000 subscriber dan 4000 yang dibuat batasan waktu pada aturan yang lalu telah dilewati. Namun sampai saat ini sudah berlanjut sekitar 6-7 bulan tidak ada pemberitahuan apa pun email yang masuk dari pihak youtube.

Iseng iseng Armaila mulai mencari informasi yang dishare oleh kawan kawan youtuber yang telah diaktifkan monetisasinya setelah meminta secara manual dengan menghubungi dukungan email.

Berbekal pengetahuan tersebut, Armaila mencoba melakukan hal yang sama melaporkan secara manual melalui dukungan email yang disediakan youtube.

Mengirim email dari YouTube

Klik Dapatkan Dukungan di bagian atas artikel pusat bantuan mana saja atau ikuti petunjuk berikut:
  1. Di komputer, login ke channel Anda atau Pengelola Konten di YouTube.com. Pastikan Anda login ke channel yang berada dalam Program Partner YouTube.
  2. Scroll ke bagian bawah halaman mana saja dan klik Bantuan. Pada YouTube versi saat ini, klik Bantuan  pada Panduan di sisi kiri halaman.
  3. Di jendela yang muncul, klik Perlu bantuan lebih lanjut? > Dapatkan Dukungan Kreator.
  4. Pilih kategori dari masalah Anda.
  5. Klik Dukungan emailOpsi ini hanya terlihat jika Anda memenuhi syarat. Anda mungkin perlu mengklik link "hubungi tim Dukungan Kreator" di bagian bawah jendela pop-up. 
  6. Ikuti petunjuk untuk mengirim email ke tim Dukungan Kreator.
Jika tidak melihat opsi email ini, pastikan Anda login ke channel yang berada dalam Program Partner YouTube. Jika Anda masih tidak dapat menghubungi kami, beri tahu kami menggunakan tombol Kirim masukan.

Fokus bagian text berwarna merah. Ternyata menu Dukungan email tidak ada di halaman yang Armaila cari. Maka dapat disimpulkan channel yang dibangun tidak memenuhi syarat ketentuan.

Dukungan Email Youtube Tidak Muncul

Lemas rasanya dengan hasil info dari keterangan diatas. Namun youtube selain bisa dimonetisasi bisa juga untuk media promosi atau untuk sekedar menyimpan video kenangan yang bisa kita putar kapan saja. Mungkin saja hari ini belum bisa. Esok atau lusa insya Allah bisa. Akan dicoba terus sampai berhasil

Selasa, 19 Juni 2018

Berbagi Pengalaman Flashing SM-J710FN/DS Dengan Berbagai Firmware

Berbagi Pengalaman Flashing Samsung SM-J710FN/DS Dengan Berbagai Firmware | Artikel yang armaila posting ini memuat ujicoba Flashing SM-J710FN/DS dari berbagai firmware yang dishare oleh berbagai blogger bahkan dari web https://sammobile.com juga ada Armaila muat. Berhubung file firmware samsung SM-J710FN/DS sangat besar mulai dari 1GB keatas tentu saja ada juga kawan kawan yang kecewa setelah mendownload firmware nya ternyata tidak cocok. Dan berikut ini rangkuman dari firmware yang pernah Armaila download dan coba dengan fokus pada os marshmallow.
Android 6.0 dan 6.0.1 "Marshmallow" merupakan pemutakhiran yang akan datang untuk sistem operasi telepon genggam Android, kemungkinan besar akan dirilis pada Q3 2015 ("sementara dijadwalkan untuk September"), dengan pratayang ketiga dan terakhir dirilis pada tanggal 17 Agustus 2015.

Firmware Samsung J710FN Baseband: J710FXXU2AQA4 Rusia Build date: 2th Feb. 2017 dari forum.xda-developers.com

It's not on sammobile.com
It's not on live.samsung-updates.com
It's only here on XDA
The latest stock ROM for J7'6 J710FN
That was released this February 02 2017 by Samsung.

Devs can use it in their work to make Deodexed or Custom ROMs


ROM: 6.0.1
Baseband: J710FXXU2AQA4
Country: Rusia
Build date: 2th Feb. 2017
Security Patch Level: 1st Jan 2017


Instructions

• It's a 4 file firmware, meaning it's in 4 parts
1. BL_ J710FXXU2AQA8
2. AP_J710FXXU2AQA8
3. CP_ J710FXXU2AQA4
4. CSC_J710FOXY2AQA2

• Download the zip package and unpack it. You'll get four .tar files

• Flash all the 4 files together via ODIN

• Enjoy

• (You can also use only the parts if u need not all 4 files. Well it's up to you)

Please read carefully the installation procedure because I'm not responsible for damage to your equipment or loss of warranty!


Credits
SAMSUNG (for the Smart Switch & ofcourse for the Stock ROM)
4PDA.RU forum http://4pda.ru/forum/index.php?showtopic=763247&st=0
(for providing the latest firmware for SM-J710FN )

Recommended Installation Flow:
FOR OBTAINING ROOT

1. Extract Odin v3.11.1.zip to your computer.
2. Install SAMSUNG_USB_Driver 1.5.61.0 for Odin to find your device.
3. Before flashing is better to go to recovery and do a FACTORY RESET of your phone
4. Reboot your device into Download mode. To do this, select reboot from the power menu and hold the [Volume Down] + [Home] buttons while your device reboots.

5. Open Odin as an administrator and choose your 4 files
1. BL_ J710FXXU2AQA8
2. AP_J710FXXU2AQA8
3. CP_ J710FXXU2AQA4
4. CSC_J710FOXY2AQA2

6. Wait for Odin to update the files
7. Connect your phone and wait for Odin to see it , then press Start and wait until you will see PASS and your phone will reboot.
8. Wait for the phone to reboot and do a minimum set up basic just to be able to open Developer options ( after rooting with TWRP you will do
again the set up because you will format data to eliminate encryption in order to be rooted)
9. In your ROM, go to Settings -> About device. Tap 7 times on Build number to enable Developer options.
10. Now go to Settings -> Developer options. (above About device)
You need to enable OEM unlock, otherwise you might end up with boot problems or be unable to flash later on.
11. Make sure your don't have Factory Reset Protection enabled in your Google account or you may never be able to boot again!
More information: https://support.google.com/nexus/answer/6172890?hl=en
12. Download the .tar image of TWRP for j7xelte (twrp-3.0.3-1 sm-j710fn).
13. Reboot your device into Download mode. To do this, select reboot from the power menu and hold the [Volume Down] + [Home] buttons
while your device reboots.
Once you reach the Download mode warning screen, press [Volume Up] to continue.
14. Open Odin and place that twrp-3.0.3-1 sm-j710fn tar file in the [AP] slot, under Options tab disable Auto Reboot, then press [Start].
15. Once the flash is complete (Odin should tell you in the log, and progress bar on phone should stop), you can pull the battery then place the
battery back in. Now hold [Volume Up] + [Home] + [Power] buttons until you reach recovery mode.
If you end up in stock recovery, start again from download mode step.
16. At this point, you will reach the screen asking you if you want to allow system modifications.
You will want to swipe to allow, otherwise the OS will replace TWRP once you boot!
17. FORMAT DATA to delete encryption without any patch kernel , the recovery will ask you if you are sure , write yes , and then you will see
there are no errors.
18. To be sure you are safe press DELETE Dalvik cache after FORMAT DATA.
19. Go back to TWRP and on the install choose SuperSU-v2.79-SR2.zip
20. After flash SuperSU-v2.79-SR2.zip you are rooted
21. Go to [Reboot] -> [System].
22. Enjoy the new J710FXXU2AQA8 rooted
Hope you will enjoy the new stock firmware on your J710FN

And for the one who really want all the Samsung crap application to be removed I found and did some changes on a zip made by @TENN3R (Originally made by @ambasadii . Thanks both of you man) and finally come here with this work. Hope you'll love it.
I have tested this zip few times on my device (SM-J710FN) and there's no any fc or issues. So i think it's worth trying.
But as we all say here, I'm not responsible if your device get bootloops, your wife hits you or your dog bites you for some reasons.
Do not forget to hit thanks button
This is made for my personal use of the phone , day by day , and the battery keeps for more than 2 days now.
If you want To know which apps it removes and if you want to keep some system apps, open zip, copy updater script on your pc, open updater script with notepad++, check all apps names one (takes hardly few minutes) and if you want to keep any app in system and don't want to remove it, just remove that whole line. For example, if you want to keep "GoogleContactsSyncAdapter", remove line contains that app name ?? runs ("/sbin/rm", "-rf", "system/app/GoogleContactsSyncAdapter"); ?? including semicolon same as shown here.

To install the Debloater script :

1. After you complete the setup of your phone with SuperSU-v2.79-SR2.zip

2. Copy J7_710FN_DeBloater2017 on your internal storage

3. Reboot to recovery

4. Flash this zip and wipe dalvik/cache

5. Reboot to system and you'll see that almost all junks is removed.


Please read carefully the installation procedure because I'm not responsible for damage to your equipment or loss of warranty!


As I said from the description , this stock firmware was made for my personal day to day use .

You have all the software used for this in the zip folder with the full description of the applications removed and how to !!!
Hope you will enjoy !!!

Download SM-J710FN 2017 folder from my MEGA folder and you will find everything you need !!!
https://mega.nz/#F!moNHVZ5a!uTp5rlV7oAQQGXDyumNnuQ

Sumber:
https://forum.xda-developers.com/galaxy-j7/how-to/rom-j710fxxu2aqa8-j7-2016-stock-build-t3567325

HASIL Firmware Samsung J710FN Baseband: J710FXXU2AQA4 Rusia Build date: 2th Feb. 2017 = GAGAL, setelah param.bin

HASIL Firmware Samsung J710FN Baseband: J710FXXU2AQA4 Rusia Build date: 2th Feb. 2017 = GAGAL, setelah param.bin

Dengan Rincian gagal berikut ini:
<OSM> Enter CS for MD5..
<OSM> Check MD5.. Do not unplug the cable..
<OSM> Please wait..
<OSM> Checking MD5 finished Sucessfully..
<OSM> Leave CS..
<OSM> Enter CS for MD5..
<OSM> Check MD5.. Do not unplug the cable..
<OSM> Please wait..
<OSM> Checking MD5 finished Sucessfully..
<OSM> Leave CS..
<OSM> Enter CS for MD5..
<OSM> Check MD5.. Do not unplug the cable..
<OSM> Please wait..
<OSM> Checking MD5 finished Sucessfully..
<OSM> Leave CS..
<OSM> Enter CS for MD5..
<OSM> Check MD5.. Do not unplug the cable..
<OSM> Please wait..
<OSM> Checking MD5 finished Sucessfully..
<OSM> Leave CS..
<ID:0/003> Added!!
<ID:0/003> Odin engine v(ID:3.1203)..
<ID:0/003> File analysis..
<ID:0/003> SetupConnection..
<ID:0/003> Initialzation..
<ID:0/003> Set PIT file..
<ID:0/003> DO NOT TURN OFF TARGET!!
<ID:0/003> Get PIT for mapping..
<ID:0/003> Firmware update start..
<ID:0/003> SingleDownload.
<ID:0/003> sboot.bin
<ID:0/003> param.bin
<ID:0/003> FAIL!
<ID:0/003> 
<ID:0/003> Complete(Write) operation failed.
<OSM> All threads completed. (succeed 0 / failed 1)
<ID:0/003> Removed!!

Download Samsung SM-J710FN Stock Firmware (flash file) Dari firmwarefile.com

On this page, you will find the official link to download Samsung SM-J710FN Stock Firmware ROM (flash file) on your Computer. Firmware comes in a zip package, which contains Flash File, Flash Tool, USB Driver and How-to Flash Manual.

Download Samsung SM-J710FN Stock Firmware (flash file)

File Name: SM-J710FN_J710FXXU3AQF6_J710FODD3AQF3_J710FXXU3AQF5.zip
Country: India
File Size: 1 GB
Android Version: 6.0.1
How to Flash: Follow Tutorial
Firmware Link: Click here to Start Download
Hasil Flashing Samsung SM-J710FN Stock Firmware (flash file) Dari firmwarefile.com = GAGAL, FAIL setelah cm.bin dengan rincian berikut ini:

Hasil Flashing Samsung SM-J710FN Stock Firmware (flash file) Dari firmwarefile.com = GAGAL, FAIL setelah cm.bin dengan rincian berikut ini:

<OSM> Enter CS for MD5..
<OSM> Check MD5.. Do not unplug the cable..
<OSM> Please wait..
<OSM> Checking MD5 finished Sucessfully..
<OSM> Leave CS..
<ID:0/003> Added!!
<ID:0/003> Odin engine v(ID:3.1203)..
<ID:0/003> File analysis..
<ID:0/003> SetupConnection..
<ID:0/003> Initialzation..
<ID:0/003> Get PIT for mapping..
<ID:0/003> Firmware update start..
<ID:0/003> SingleDownload.
<ID:0/003> sboot.bin
<ID:0/003> cm.bin
<ID:0/003> FAIL!
<ID:0/003>
<ID:0/003> Complete(Write) operation failed.
<OSM> All threads completed. (succeed 0 / failed 1)

Firmware Samsung J710FN J710FXXU1APG5 - SSP SM-J710FN INS INDIA ANDROID 6.0.1 sammobile.com


J710FXXU1APG5 - SSP SM-J710FN INS INDIA
ANDROID 6.0.1
SamMobile.comFirmware SM-J710FNJ710FXXU1APG5Download
Download the firmware for the SSP SM-J710FN with product code INS from India. This firmware has version number PDA J710FXXU1APG5 and CSC J710FODD1APF6. The operating system of this firmware is Android 6.0.1 , with build date Thu, 07 Jul 2016 03:51:07 +0000. Security patch date is 2016-07-01, with changelist 8101771.

Model SM-J710FN
Model name SSP
Country INDIA (INS)

Version Android 6.0.1
Changelist 8101771
Build date Thu, 07 Jul 2016 03:51:07 +0000
Security Patch Level 2016-07-01
Product code INS
PDA J710FXXU1APG5
CSC J710FODD1APF6

SUMBER:
https://www.sammobile.com/firmwares/ssp/SM-J710FN/INS/download/J710FXXU1APG5/81645/

HASIL = GAGAL

Firmware Samsung J710FN J710FXXU1APG5 - SSP SM-J710FN INS INDIA ANDROID 6.0.1 sammobile.com

INFO GAGAL
<OSM> Enter CS for MD5..
<OSM> Check MD5.. Do not unplug the cable..
<OSM> Please wait..
<OSM> Checking MD5 finished Sucessfully..
<OSM> Leave CS..
<ID:0/005> Added!!
<ID:0/005> Odin engine v(ID:3.1301)..
<ID:0/005> File analysis..
<ID:0/005> Total Binary size: 2899 M
<ID:0/005> SetupConnection..
<ID:0/005> Initialzation..
<ID:0/005> Get PIT for mapping..
<ID:0/005> Firmware update start..
<ID:0/005> NAND Write Start!!
<ID:0/005> SingleDownload.
<ID:0/005> sboot.bin
<ID:0/005> cm.bin
<ID:0/005> FAIL!
<ID:0/005>
<ID:0/005> Complete(Write) operation failed.
<OSM> All threads completed. (succeed 0 / failed 1)

J710FXXS3AQG2 - GALAXY J7 ⑥ SM-J710F KSA SAUDI ARABIA ANDROID 6.0.1

J710FXXS3AQG2 - GALAXY J7 ⑥ SM-J710F KSA SAUDI ARABIA
ANDROID 6.0.1
SamMobile.comFirmware SM-J710FJ710FXXS3AQG2Download
Download the firmware for the Galaxy J7 ⑥ SM-J710F with product code KSA from Saudi Arabia. This firmware has version number PDA J710FXXS3AQG2 and CSC J710FOJV3AQD1. The operating system of this firmware is Android 6.0.1 , with build date Tue, 25 Jul 2017 06:57:25 +0000. Security patch date is 2017-07-01, with changelist 10674160.

Model SM-J710F
Model name Galaxy J7 ⑥
Country SAUDI ARABIA (KSA)

Version Android 6.0.1
Changelist 10674160
Build date Tue, 25 Jul 2017 06:57:25 +0000
Security Patch Level 2017-07-01
Product code KSA
PDA J710FXXS3AQG2
CSC J710FOJV3AQD1

SUMBER:
https://www.sammobile.com/firmwares/galaxy-j7-/SM-J710F/KSA/download/J710FXXS3AQG2/183105/

HASIL AKHIR = GAGAL

J710FXXS3AQG2 - GALAXY J7 ⑥ SM-J710F KSA SAUDI ARABIA ANDROID 6.0.1

<OSM> Enter CS for MD5..
<OSM> Check MD5.. Do not unplug the cable..
<OSM> Please wait..
<OSM> Checking MD5 finished Sucessfully..
<OSM> Leave CS..
<ID:0/005> Added!!
<ID:0/005> Odin engine v(ID:3.1301)..
<ID:0/005> File analysis..
<ID:0/005> Total Binary size: 2947 M
<ID:0/005> SetupConnection..
<ID:0/005> Initialzation..
<ID:0/005> Get PIT for mapping..
<ID:0/005> Firmware update start..
<ID:0/005> NAND Write Start!!
<ID:0/005> SingleDownload.
<ID:0/005> sboot.bin
<ID:0/005> cm.bin
<ID:0/005> FAIL!
<ID:0/005>
<ID:0/005> Complete(Write) operation failed.
<OSM> All threads completed. (succeed 0 / failed 1)

Selasa, 05 Juni 2018

Surat Perpisahan Tamu Agung Ramadhan

Surat Perpisahan Tamu Agung Ramadhan

surat perpisahan tamu agung ramadhan, surat perpisahan ramadhan

Saudaraku, aku akan pulang…
Walau aku sering dikatakan istimewa, namun perlakuanmu kepadaku tak luar biasa.
Oleh-olehku nyaris tak kau sentuh, Alqur’an hanya dibaca sekilas, kalah dengan update status smartphone dan tontonan.

Saudaraku, aku akan pulang…
Di bulan mulia ini sholatmu tak lebih khusyu, kalah bersaing dengan ingatan akan lebaran.
Tak banyak kau minta ampunan, karena sibuk menumpuk harta demi THR dan belanja Lebaran.

Saudaraku, aku akan pulang…
Malam dan siangmu tak banyak dipakai berbuat kebajikan, kalah dengan bisnis yang sedang panen saat Ramadhan.
Tak pula banyak kau bersedekah, karena khawatir tak cukup buat mudik dan liburan.



Saudaraku, aku akan pulang…
Namun, aku seperti tamu yang tak diharapkan.
Hingga sepertinya tak akan menyesal kau kutinggalkan.
Padahal aku datang dengan kemuliaan, seharusnya tak pulang dengan kesia-sia’an.

Saudaraku, aku akan pulang…
Percayalah…
Aku pulang belum tentu akan kembali datang
Sehingga seharusnya kau menyesal telah menelantarkan.

Saudaraku, aku akan pulang…
Kini masih ada beberapa hari kita bersama, tepatnya sepuluh malam terakhir yang banyak didambakan.
Pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir ini akan ada malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Yaitu malam lailatul qadar.

Saudaraku, carilah kemuliannya di malam-malam itu.
Perbanyak taubat dan ampunan.
Aku tidak akan memberitahumu kapan tiba waktunya.
Hal itu untuk menguji keimananmu pada Allah SWT semata.

Saudaraku, bergegaslah!
Jangan sampai kau bosan

Saudaraku, semoga kau segera sadar
Sebelum aku benar-benar pulang
Karena umurmu hanyalah cerita singkat yang akan dipertanggungjawabkan dengan panjang.

Rabu, 30 Mei 2018

Makna Puasa Sebagai Perisai | Kumpulan Hadits Puasa Ramadhan

Makna Puasa Sebagai Perisai | Kumpulan Hadits Puasa Ramadhan

Makna Puasa Sebagai Perisai | Kumpulan Hadits Puasa Ramadhan puasa adalah perisai makna puasa sebagai perisai  hadits pendek tentang puasa  hadits tentang manfaat puasa  hadits tentang puasa  keutamaan puasa  puasa apakah yang menjadi rujukan pelaksanaan puasa dalam islam  dalil tentang puasa  hadits keutamaan puasa ramadhan

عن معاذ بن جبل رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: 
 (أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى أَبْوَابِ الْخَيْرِ: الصَّوْمُ جُنَّةٌ وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ النَّارَ الْمَاءُ وَصَلَاةُ الرَّجُلِ مِنْ جَوْفِ اللَّيْلِ) أخرجه ابن ماجة والترمذي وصححه الألباني

Dari Muaz bin jabal radiyallahu ahnu bahawa  Nabi – Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, Maukah engkau aku tunjukkan pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, shadaqah itu memadamkan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalatnya seseorang di pertengahan malam. (Ibnu majah dan Tirmizi) dishahihkan oleh Al albani.

Puasa adalah ibadah yang istimewa karena memiliki banyak keutamaan. Di antara keistimewaannya yaitu puasa merupakan perisai bagi seorang muslim. Dalam sebuah hadits, Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصِّيَامُ جُنَّةٌ

“Puasa adalah perisai” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Puasa sebagai Perisai di Dunia dan Akhirat
Yang dimaksud puasa sebagai (جُنَّةٌ) (perisai) adalah puasa akan menjadi pelindung yang akan melindungi bagi pelakunya di dunia dan juga di akhirat.

Adapun di dunia maka akan menjadi pelindung yang akan menghalanginya untuk mengikuti godaan syahwat yang terlarang di saat puasa. Oleh karena itu tidak boleh bagi orang yang berpuasa untuk membalas orang yang menganiaya dirinya dengan balasan serupa, sehingga jika ada yang mencela ataupun menghina dirinya maka hendaklah dia mengatakan, “Aku sedang berpuasa.”
Adapun di akhirat maka puasa menjadi perisai dari api neraka, yang akan melindungi dan menghalangi dirinya dari api neraka pada hari kiamat (Lihat Syarh Arba’in An-Nawawiyyah, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah).
Puasa Merupakan Perisai dari Siksa Neraka
Puasa akan menjadi perisai yang menghalangi dari siksa api neraka. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ما من عبد يصوم يوما في سبيل الله إلا باعد الله بذالك وجهه عن النار سبعين خريفا

“Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

قَالَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ : الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ، وَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Rabb kita ‘azza wa jalla berfirman, Puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya” (H.R. Ahmad, shahih).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ

”Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa neraka” (H.R. Ahmad, shahih).

Puasa Sebagai Perisai dari Berbuat Dosa
Imam Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah menjelaskan, “Puasa merupakan perisai selama tidak dirusak dengan perkataan jelek yang merusak. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

“Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah, ‘Aku sedang berpuasa” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Perisai (جُنَّةٌ) adalah yang melindungi seorang hamba, sebagaimana perisai yang digunakan untuk melindungi dari pukulan ketika perang. Maka demikian pula puasa akan menjaga pelakunya dari berbagai kemaksiatan di dunia, sebagaimana Allah berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (Al-Baqarah: 183).

Jika hamba mempunyai perisai yang melindunginya dari perbuatan maksiat maka dia akan memiliki perisai dari neraka di akhirat. Sedangkan bagi yang tidak memiliki perisai dari perbuatan maksiat di dunia maka dia tidak memiliki perisai dari api neraka di akhirat (Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam).

Keutamaan Ini Mencakup Puasa Wajib dan Sunnah
Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah menjelaskan, “Maksudnya puasa adalah penghalang antara dirinya dengan api neraka. Hal ini mencakup puasa yang wajib seperti puasa Ramadhan dan juga puasa sunnah seperti puasa enam hari di Bulan Syawal, puasa senin-kamis, puasa tiga hari setiap bulan, puasa Dzulhijjah, puasa ‘Arafah, dan puasa ‘Asyura” (Lihat Al-Minhatu Ar-Rabaniyyah fii Syarhi Al-Arba’in An-Nawawiyyah).

Inilah di antara keutamaan ibadah puasa, yang akan menjadi perisai yang melindungi seorang muslim di dunia dan di akhirat. Semoga Allah memudahkan kita untuk menyempurnkan ibadah puasa dan meraih banyak pahala dan berbagai keutamaannya.

Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad.

Barang Siapa Berpuasa di Bulan Ramadhan Karena Iman | Kumpulan Hadits Puasa Ramadhan

Barang Siapa Berpuasa di Bulan Ramadhan Karena Iman | Kumpulan Hadits Puasa Ramadhan
Barang Siapa Berpuasa di Bulan Ramadhan Karena Iman | Kumpulan Hadits Puasa Ramadhan ganjaran puasa ramadhan dengan keimanan barangsiapa berpuasa dengan penuh keimanan  barang siapa berpuasa di bulan ramadhan karena iman  pahala puasa ramadhan  syarah hadits tentang puasa  puasa dan kekuatan iman  pahala puasa ramadhan hari 1-30  hadits tentang pahala puasa ramadhan  nilai puasa ramadhan syarah hadits tentang puasa  hadits pendek tentang puasa  bagaimanakah puasa orang yang terlupa makan di siang hari puasa  puasa dan kekuatan iman  hubungan iman dan puasa  akibat tidak puasa di bulan ramadhan  berpuasa karena allah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ:  قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم:(َ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ) أخرجه البخاري ومسلم
Dari Abu hirairah radiyallahu anhu berkata. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda : barang siapa yang berpuasa ramadhan dengan keimanan dan penuh perhitungan (berhaarap pahala) maka diampuni dosanya yang telah lalu (Bukhari Muslim)

Jika seseorang menjalankan puasa dengan benar, yaitu yang didasari iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Puasa Karena Iman dan Mengharap Pahala
Dari Abu Hurairah, ia berkata,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).

Yang dimaksud berpuasa atas dasar iman yaitu berpuasa karena meyakini akan kewajiban puasa. Sedangkan yang dimaksud ihtisab adalah mengharap pahala dari Allah Ta’ala. (Lihat Fathul Bari, 4: 115).

Al Khottobi berkata, “Yang dimaksud ihtisab adalah terkait niat yaitu berpuasa dengan niat untuk mengharap balasan baik dari Allah. Jika seseorang berniat demikian, ia tidak akan merasa berat dan tidak akan merasa lama ketika menjalani puasa.” (Idem)

Hadits yang kita kaji di atas menunjukkan itulah orang yang berpuasa dengan benar. Benarnya puasanya jika didasari atas iman dan puasa tersebut dilakukan ikhlas karena Allah, mengharap pahala-Nya, mengagungkan syari’at-Nya, bukan melakukannya atas dasar riya’, cari pujian atau hanya sekedar mengikuti kebiasaan orang sekitar.

Kalau seseorang mendasari puasanya karena dasar iman, mengharap pahala dan ridho, maka tentu hatinya semakin tenang, lapang dan bahagia. Ia pun akan bersyukur atas nikmat puasa Ramadhan yang ia dapati tahun ini. Hatinya tentu tidak merasa berat dan susah ketika menjalani puasa. Sehingga ia pun terlihat berhati ceria dan berakhlak yang baik. Lihat kitab Ramadhan karya Dr. Muhammad bin Ibrahim Al Hamad, hal. 18.

Hadits di atas juga menunjukkan bolehnya kita mengharap pahala atau balasan dari Allah ketika menjalani suatu ibadah, itu tidak mengapa. Dan itulah yang disebut ikhlas.

Keutamaan Ramadhan
Hadits di atas sekaligus menjadi dalil bolehnya menyebut Ramadhan dengan penyebutan Ramadhan, walau tidak menyebut dengan bulan Ramadhan (syahru Ramadhan). Karena hadits yang melarang penyebutan Ramadhan saja adalah hadits yang dho’if.

Hadits yang kita kaji kali ini sekaligus menunjukkan keutamaan bulan Ramadhan. Siapa saja yang berpuasa kala itu, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni, walaupun banyak seperti buih di lautan.

Wallahu a’lam. Moga bermanfaat.



Referensi:

Romadhon Durusun wa ‘Ibarun – Tarbiyatun wa Usrorun, Dr. Muhammad bin Ibrahim Al Hamad, terbitan Dar Ibnu Khuzaimah, cetakan kedua, tahun 1424 H.
Bahjatun Nazhirin Syarh Riyadhish Sholihin, Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al Hilaliy, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1430 H, 2: 328.

Musafir di Bulan Ramadhan, Puasa dan Berbuka | Kumpulan Hadits Puasa Ramadhan

Musafir di Bulan Ramadhan, Puasa dan Berbuka | Kumpulan Hadits Puasa Ramadhan

Musafir di Bulan Ramadhan, Puasa dan Berbuka | Kumpulan Hadits Puasa Ramadhan musafir di bulan ramadhan jarak musafir tidak puasa  hukum puasa sunnah bagi musafir  pengertian puasa musafir  mengapa kita diperbolehkan tidak berpuasa saat musafir  mengapa musafir boleh tidak berpuasa  syarat musafir boleh tidak puasa  orang yang berbuka puasa karena musafir maka kepadanya diwajibkan  hukum musafir

 عن أَنَس بن مالك  رَضِيَ  اللَّهُ عَنْهُ َقَال:( سَافَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي رَمَضَانَ فَلَمْ يَعِبْ الصَّائِمُ عَلَى الْمُفْطِرِ وَلَا الْمُفْطِرُ عَلَى الصَّائِمِ) أخرجه البخاري ومسلم
Dari Anas bin Malik radiyallahu anhu berkata : “ Kami berpergian bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan, maka orang yang berpuasa tidak mencela orang yang berbuka dan orang yang berbuka tidak mencela orang yang berpuasa “. (HR. Bukhari dan Muslim)

Seorang musafir yang berada dalam keadaan seperti itu boleh berpuasa dan boleh juga berbuka, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.” (Qs. al-Baqarah: 185).

Para sahabat yang keluar dalam perjalanan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antara mereka ada yang berbuka dan ada yang berpuasa, sedangkan Nabi sendiri berpuasa dalam perjalanan, seperti yang dikatakan oleh Abu Darda’ radhiallahu ‘anhu, “Kami pernah keluar bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan dalam cuaca yang panas terik, sehingga ada sebagian dari kami yang terpaksa meletakkan tangan di atas kepala bagian dari kami yang terpaksa meletakkan tangan di atas kepala untuk berlindung dari panas matahari. Di kalanagan kami tidak ada yang berpuasa selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abdullah bin Rawahah.” (HR. Muttafaq ‘alaih).

Kaidah bagi seorang musafir, dia boleh memilih antara berbuka dan puasa, tetapi jika puasa tidak memberatkannya, maka itu lebih baik; karena puasa dalam perjalanan mempunyai tiga faidah:

Pertama, mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kedua, mudah, atau mudah puasa bersama orang banyak; karena jika seseorang berpuasa bersama-sama dengan orang banyak lebih ringan (mudah) baginya.

Ketiga, cepat terbebas dari tanggung jawab.

Jika dia merasa keberatan untuk berpuasa, maka sebaiknya dia tidak berpuasa. Tidak baik berpuasa di perjalanan dalam keadaan seperti ini, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki yang lemas dan orang-orang berkerumun di sekitarnya. Nabi bertanya, “Mengapa dia?” Mereka menjawab, “Berpuasa.” Beliau bersabda, “Tidak baik puasa dalam perjalanan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Hadits ini berlaku umum bagi siapa saja yang mengalami kesulitan untuk berpuasa di perjalanan.
Dengan demikian kami katakan, “Jika perjalanan di waktu sekarang mudah – seperti yang dikatakan penanya – sehingga tidak memberatkan kebanyakan musafir untuk berpuasa, jika puasa tidak memberatkannya, maka lebih baik dia berpuasa.”

Adzan Bilal dan Ummi Maktum di Bulan Ramadhan | Kumpulan Hadits Puasa Ramadhan

Adzan Bilal dan Ummi Maktum di Bulan Ramadhan | Kumpulan Hadits Puasa Ramadhan

Adzan Bilal dan Ummi Maktum di Bulan Ramadhan | Kumpulan Hadits Puasa Ramadhan adzan bilal dan ummi maktum di bulan ramadhan kisah ummi maktum  adzan pertama bilal bin rabah  kisah istiqomah sahabat nabi  muadzin pertama pada zaman rasulullah  para sahabat nabi saw  kisah sahabat yang rela mati demi nabi  apakah yang dilakukan bilal bin rabah bila waktu salat tiba  sahabat rasul yang paling istimewa

عَنْ عَائِشَةَ  رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا  أَنَّ بِلَالًا كَانَ  يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ  ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ  فَإِنَّهُ لَا  يُؤَذِّنُ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ قَالَ الْقَاسِمُ وَلَمْ يَكُنْ بَيْنَ أَذَانِهِمَا إِلَّا أَنْ يَرْقَى ذَا وَيَنْزِلَ ذَا ) أخرجه البخاري ومسلم

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha bahwa Bilal radhiallahu ‘anhu mengumandangkan adzan dimalam hari, maka nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan : “Silahkan makan dan minumlah kalian sampai beradzan Ibnu Ummi Maktum, karena dia tidaklah beradzan sehingga terbit fajar”. Berkata Qasim: dan tidaklah jarak antara adzan keduanya kecuali antara naik ini dan turun ini. (Bukhari Muslim)

Sebagian orang hanya mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya memiliki satu orang muadzin, yaitu Bilal bin Rabah radhiallahu ‘anhu. Padahal tidak hanya Bilal yang menjadi muadzin Rasulullah, ada nama lain yaitu Abdullah bin Ummi Maktum radhiallahu ‘anhu. Ketika kita sodorkan nama Abdullah bin Ummi Maktum, sebagian orang mungkin merasa asing, bahkan di antara mereka baru mendengar seorang sahabat yang bernama Abdullah bin Ummi Maktum.

Kedua muadzin Rasulullah ini, Bilal bin Rabah dan Abdullah bin Ummi Maktum radhiallahu ‘anhuma, memiliki waktu khusus untuk mengumandangkan adzan. Bilal bin Rabah diperintahkan adzan pada waktu shalat tahajud –yang saat ini termasuk sunnah Nabi yang sudah jarang kita temui-, sedangkan Abdullah bin Ummi Maktum adzan pada saat datangnya waktu shalat subuh. Dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiallahu ‘anha,

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: ” أَنَّ بِلَالًا كَانَ يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ، فَإِنَّهُ لَا يُؤَذِّنُ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ “

“Sesungguhnya Bilal adzan pada waktu (sepertiga) malam. Karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum adzan. Karena ia tidak akan adzan kecuali setelah terbitnya fajar shadiq (masuk waktu subuh).”

Latar Belakang

Abdullah bin Ummi Maktum adalah salah seorang sahabat senior Rasulullah, beliau termasuk di antara as-sabiquna-l awwalun (orang-orang yang pertama memeluk Islam). Ada yang mengatakan nama beliau adalah Umar, ada juga yang menyebut Amr, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggantinya dengan nama Abdullah.

Orang-orang Madinah mengenalnya dengan nama Abdullah, sedangkan orang-orang Irak menyebutnya Amr. Namun keduanya sepakat bahwa nasabnya adalah Ibnu Qays bin Za-idah bin al-Usham. Abdullah memiliki kedekatan nasab dengan Ummul Mukminin Khadijah radhiallahu ‘anha. Ibu dari Khadijah adalah saudaranya Qays bin Za-idah, ayah dari Abdullah.

Abdullah bin Ummi Maktum memiliki kekurangan fisik berupa kebutaan (tuna netra). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya, “Sejak kapan, engkau kehilangan penglihatan?” Ia menjawab, “Sejak kecil.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قال الله تبارك وتعالى: إذا ما أخذتُ كريمة عبدي لم أجِدْ له بها جزاءً إلا الجنة

“Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Jika Aku mengambil penglihatan hamba-Ku, maka tidak ada balasan yang lebih pantas kecuali surga.”

Saat Allah memerintahkan Rasul-Nya dan kaum muslimin untuk hijrah ke Madinah, maka Abdullah bin Ummi Maktum menjadi orang yang pertama-tama menyambut seruan Allah dan Rasul-Nya tersebut. Walaupun ia memiliki kekurangan fisik, jarak antara Mekah dan Madinah yang jauh, sekitar 490 Km, ancaman dari orang-orang Quraisy, belum lagi bahaya dalam perjalanan, semua itu tidak menghalanginya untuk memenuhi perintah Allah dan Rasul-Nya.

Keistimewaan Abdullah bin Ummi Maktum

Selain memiliki keistimewaan sebagai seorang muadzin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abdullah bin Ummi Maktum juga merupakan orang kepercayaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saat Rasulullah melakukan safar berangkat ke medan perang, beliau selalu mengankat Abdullah bin Ummi Maktum menjadi wali Kota Madinah menggantikan beliau yang sedang bersafar. Setidaknya 13 kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkatnya sebagai wali kota sementara di Kota Madinah.

Keistimewaan lainnya adalah Allah Ta’ala menjadi saksi bahwa Abdullah bin Ummi Maktum adalah seseorang yang sangat mencintai Alquran dan sunnah Nabi-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendapat teguran dari Allah Ta’ala lantaran mengedepankan para pembesar Quraisy daripada Abdullah bin Ummi Maktum. Bukan karena tidak menghormati Abdullah bin Ummi Maktum, akan tetapi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berharap kemaslahatan yang lebih besar –dalam pandangan beliau- apabila para pembesar Quraisy ini memeluk Islam, namun ternyata hal itu tidak tepat di sisi Allah dan Allah langsung meluruskan dan membimbing Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kisahnya adalah sebagai berikut:

Pada masa permulaan dakwah Islam di Mekah, Rasulullah sering mengadakan dialog dengan para pembesar Quraisy, dengan harapan agar mereka mau menerima Islam. Suatu kali beliau bertatap muka dengan Utbah bin Rabiah, Syaibah bin Rabi’ah, Amr bin Hisyam atau lebih dikenal dengan Abu Jahal, Umayyah bin Khalaf dan Walid bin Mughirah, ayah Khalid bin walid.

Rasulullah berdiskusi dengan mereka tentang Islam. Beliau sangat ingin mereka menerima dakwah dan menghentikan penganiayaan terhadap para sahabat beliau.

Sementara beliau berunding dengan sungguh-sungguh, tiba-tiba Abdullah bin Ummi Maktum datang ‘mengganggu’ minta dibacakan kepadanya ayat-ayat Alquran.

Abdullah mengatakan, “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku ayat-ayat yang telah diajarkan Allah kepada Anda.”

Rasul yang mulia tidak memperdulikan permintaan Abdullah bin Ummi Maktum. Beliau agak acuh kepada perkataan Abdullah itu. Lalu beliau membelakangi Abdullah dan melanjutkan pembicaraan dengan pembesar Quraisy tersebut. Rasulullah berharap, mudah-mudahan dengan Islamnya mereka, Islam tambah kuat dan dakwah bertambah lancar.

Selesai berbicara dengan mereka, Rasulullah bermaksud hendak pulang. Tetapi tiba-tiba penglihatan beliau gelap dan kepala beliau terasa sakit seperti kena pukul. Kemudian Allah mewahyukan firman-Nya kepada beliau,

عَبَسَ وَتَوَلَّىٰ [1] أَنْ جَاءَهُ الْأَعْمَىٰ [2] وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّىٰ [3] أَوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذِّكْرَىٰ [4] أَمَّا مَنِ اسْتَغْنَىٰ [5] فَأَنْتَ لَهُ تَصَدَّىٰ [6] وَمَا عَلَيْكَ أَلَّا يَزَّكَّىٰ [7] وَأَمَّا مَنْ جَاءَكَ يَسْعَىٰ [8] وَهُوَ يَخْشَىٰ [9] فَأَنْتَ عَنْهُ تَلَهَّىٰ [10] كَلَّا إِنَّهَا تَذْكِرَةٌ [11] فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ [12] فِي صُحُفٍ مُكَرَّمَةٍ [13] مَرْفُوعَةٍ مُطَهَّرَةٍ [14] بِأَيْدِي سَفَرَةٍ [15] كِرَامٍ بَرَرَةٍ [16]

“Dia ( Muhammad ) bermuka masam dan berpaling, karena seorang buta dating kepadanya, Tahukah kamu, barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, maka kamu melayaninya. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau mereka tidak membersihkan diri (beriman). Adapun orang yang dating kepadamu dengan bergegas (untuk mendapatkan pengajaran), sedangkan ia takut kepada (Allah), maka kamu mengabaikannya. Sekali kali jangan (begitu)! Sesungguhnya ajaran Allah itu suatu peringatan. Maka siapa yanag menghendaki tentulah ia memperhatikannya. (Ajaran ajaran itu) terdapat di dalam kitab-kitab yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan para utusan yang mulia lagi (senantiasa) berbakti.” (QS. 80 : 1 – 16).

Enam belas ayat itulah yang disampaikan Jibril Al-Amin ke dalam hati Rasulullah sehubungan dengan peristiwa Abdullah bin Ummi Maktum, yang senantiasa dibaca sejak diturunkan sampai sekarang, dan akan terus dibaca sampai hari kiamat.

Sejak hari itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam semakin memuliakan Abdullah bin Ummi Maktum.

Syahidnya Sang Muadzin

Pada tahun 14 H, Amirul Mukminin Umar bin Khattab mengadakan konfrontasi dengan Kerajaan Persia. Beliau radhiallahu ‘anhu menulis surat kepada para gubernurnya dengan mengatakan, “Jangan ada seorang pun yang ketinggalan dari orang-orang yang memiliki senjata, orang yang mempunyai kuda, atau yang berani, atau yang berpikiran tajam, melainkan hadapkan semuanya kepadaku sesegera mungkin!” Lalu berkumpullah kaum muslimin, tergabung dalam pasukan besar yang dipimpin oleh sahabat yang mulia, Saad bin Abi Waqqash. Di antara pasukan tersebut terdapat Abdullah bin Ummi Maktum.

Abdullah bin Ummi Maktum masuk ke dalam pasukan Perang Qadisiyah dengan mengenakan baju besinya, tampil gagah, dan bertugas memegang panji bendera Islam. Tidak membuatnya gentar suara di medan perang yang menderu, dentingan tebasan pedang, ataupun desiran anak panah yang melesat. Baginya Amirul Mukminin telah membuka kesempatan bagi semua orang dalam jihad ini, ia pun tak mau melewatkan peluang berjihad di jalan Allah, walaupun bahaya sebagai seorang tuna netra lebih berlipat ganda.

Perang yang hebat pun berkecamuk, hingga sampailah pada hari ketiga, baru kaum muslimin berhasil mengalahkan pasukan negara adidaya Persia. Kemenangan tersebut menjadi kemenangan terbesar dalam sejarah peperangan Islam sampai saat itu. Namun kemenangan tersebut juga harus dibayar dengan gugurnya para syuhada, para pahlawan Islam, di antara mereka adalah sahabat dan muadzin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Abdullah bin Ummi Maktum radhiallahu ‘anhu. Jasadnya ditemukan terkapar di medan perang sambil memeluk bendera yang diamanatkan kepadanya untuk dijaga.

Akhirnya sang muadzin pulang ke rahmatullah, gugur sebagai pahlawan memerangi bangsa Majusi Persia. Semoga Allah Ta’ala menerima amalan-amalan Abdullah bin Ummi Maktum dan memasukkan kita dan beliau ke dalam surga Allah.

Bermurah Hati dan Dermawan di Bulan Ramadhan | Kumpulan Hadits Puasa Ramadhan

Bermurah Hati dan Dermawan di Bulan Ramadhan | Kumpulan Hadits Puasa Ramadhan

Bermurah Hati dan Dermawan di Bulan Ramadhan | Kumpulan Hadits Puasa Ramadhan

عن أبي هُرَيْرَةَ  رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قال: ُ  قَالَ رَسُولُ  اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :(قَالَ اللَّهُ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ ) أخرجه البخاري ومسلم
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Semua amal perbuatan anak Adam untuk dirinya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya.’Puasa adalah perisai. Apabila seseorang di antara kamu berpuasa, janganlah berkata kotor/keji dan berteriak-teriak. Apabila ada orang yang mencaci makinya atau mengajak bertengkar, katakanlah, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’ Demi Allâh yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa itu lebih harum di sisi Allâh daripada aroma minyak kesturi. Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, yaitu kegembiraan ketika berbuka puasa dan kegembiraan ketika bertemu dengan Rabb-nya.’ ia gembira dengan puasanya (bukhari muslim)

Teladan kita, Baginda Rasul SAW adalah manusia yang paling murah hati (dermawan), terutama pada bulan–bulan Ramadhan Oleh: Amiruddin Thamrin MA*

”Kami telah menentukan antara mereka penghidupan (rizki) mereka di dunia. Dan kami telah meninggikan beberapa derajat sebagian mereka atas sebagian yang lain, agar sebagian mereka dapat mengambil manfaat (mempergunakan) sebagian yang lain.” [al-Zukhruf: 43/32]

Interaksi antara individu dalam masyarakat telah diatur oleh agama dengan begitu indahnya berdasarkan prinsip saling kasih sayang, saling hormat menghormati serta saling memberikan keuntungan.  Korelasi hubungan antara suami dan istri, antara pimpinan dan bawahan,  antara anak dan orang tua, antara si kaya dan si miskin, antara Muslim dengan saudaranya non Muslim, semua diatur atas dasar saling hormat menghormati sehingga semua manusia di dunia ini sejajar, tidak ada yang merasa lebih tinggi, lebih terhormat atau lebih berkuasa antara satu dengan yang lain.

Kaitannya dengan korelasi antara si kaya dan miskin, agama mendorong  umat untuk berupaya semaksimal mungkin dan bertawakal dalam mencari rezeki. Sekiranya kebutuhan masih belum tercukupi atau belum terpenuhi, islam tetap  melarang meminta-minta kecuali darurat sekali.

Agama melarang keras seorang Muslim untuk minta-minta, apalagi menjadikan minta-minta ini sebagai profesi. Kemiskinan bukanlah sesuatu yang memalukan dan keaiban dalam Islam, yang aib adalah kemalasan, makan rezeki tak halal dan mudah putus asa.

Baginda Rasul SAW pernah bersumpah bahwa seorang yang mencari rezeki dengan mencari dan menjual kayu bakar, jauh lebih baik dari pada orang yang meminta-minta kepada orang lain, baik diberi atau tidak diberi. Sebaliknya agama memuji orang yang bersikap muta’afif, yaitu orang miskin yang menjaga kehormatan dirinya dengan tidak meminta-minta kepada orang lain.

Sementara itu, pada saat yang sama, melalui ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi SAW banyak sekali yang mendorong orang yang mampu untuk mengulurkan tangan, bersedekah dengan memberikan bantuan kepada orang yang tidak mampu, tanpa harus menunggu untuk diminta. Dengan demikian hubungan antara yang memberi dan diberi tetap mesra dan terhormat, hubungan saling membutuhkan, sehingga si kaya dapat memberi dengan penuh keikhlasan karena tanpa harus diminta, begitu pula kehormatan si penerima tetap terjaga karena mereka diberi tanpa harus meminta.

Hal penting lain dalam bersedekah hendaknya bantuan diutamakan bagi kerabat keluarga yang miskin terlebih dahulu, karena sebagaimana dalam sebuah hadits yang menekankan bahwa pemberian kepada fakir miskin merupakan sedekah, tetapi jika diberikan kepada kerabat keluarga yang miskin merupakan sedekah dan penyambung silaturahim, yakni mendapatkan pahala sedekah dan pahala silaturahim. Barulah setelah itu diperuntukkan bagi para fakir miskin secara umum, terutama yang muta’affif.

Karenanya, kepada yang kaya penderma atau badan yang mewakilinya untuk selektif dan teliti dalam mencari dan memberikan bantuan kepada fakir miskin agar tidak tertipu.

Saat seseorang mengulurkan tangannya kepada fakir miskin, pada hakekatnya fakir miskin tersebut juga membuka jalan, memberikan bantuan kepada si kaya yang mendermakan hartanya. Fakir miskin yang menerima sedekah tadi berarti telah mengulurkan tangannya demi kepentingan dan kemaslahatan si pemberi sendiri.

Bersedekah mengajak pelakunya kepada kelanggengan dan bertambahnya rezeki, terhindar dari petaka musibah, dapat menyembuhkan penyakit, memperoleh ganjaran pahala yang berlipat dan pada gilirannya insya Allah akan mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya kelak.

Marilah kita jadikan bersedekah sebagai simbol dan syiar Islam, terutama pada bulan Ramadhan ini. Teladan kita, Baginda Rasul SAW adalah manusia yang paling murah hati (dermawan), terutama pada bulan–bulan Ramadhan.

Makanan Yang Dianjurkan Saat Sahur | Kumpulan Hadits Puasa Ramadhan

Makanan Yang Dianjurkan Saat Sahur | Kumpulan Hadits Puasa Ramadhan

Makanan Yang Dianjurkan Saat Sahur | Kumpulan Hadits Puasa Ramadhan makanan yang dianjurkan saat sahur makanan sahur agar kuat puasa  minuman yang cocok untuk sahur  makanan untuk sahur  makanan untuk santap sahur  makanan yang baik untuk sahur dan berbuka puasa  makanan untuk sahur selain nasi  menu sahur sehat untuk diet  makanan sehat saat puasa

عَنْ  أَبِي هُرَيْرَة رضي الله عنهَ  عَنْ النَّبِيِّ  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ :(نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ ) أخرجه أبوداود وصححه الألباني
Dari Abu hurairah radiyallahu anhu dari Nabi sallallahu alaihi wasallam bersabda : sebaik-baik sahurnya seorang muslim adalah kurma (Abu daud)  Al albani menshahihkannya.

KEBERKAHAN MAKAN SAHUR Oleh Dr. Nashir bin ‘Abdirrahman bin Muhammad al-Juda’i

DEFINISI
(السَّحُوْرُ), adalah dengan memfathahkan siin yaitu untuk sesuatu yang dipakai bersahur [1] berupa suatu makanan atau minuman, dan dengan mendhammahkan, yaitu sebagai masdar (asal kata) dan untuk kata kerjanya pun seperti itu pula.[2]

Ibnul Atsir berkata, “Yang lebih banyak diriwayatkan adalah dengan menfathahkan, ada yang berpendapat: ‘Yang benar adalah dengan didhummahkan karena dengan menfathahkan adalah untuk makanan, keberkahan, ganjaran dan balasan perbuatan, bukan pada makanan.’”[3]

WAKTUNYA
Dinamakan Sahur, karena dilaksanakan pada waktu Sahur, sedang as-Sahir adalah, akhir dari malam sebelum Shubuh, ada yang berkata, ia dari sepertiga malam akhir hingga terbit fajar,[4] maksudnya adalah bahwa akhir dari waktu sahur bagi seorang yang berpuasa adalah terbitnya fajar.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

“…Dan makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, [5] yaitu fajar…” [Al-Baqarah: 187]

Disunnahkan untuk mengakhirkan Sahur jika tidak dikhawatirkan terbitnya fajar, riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Anas Radhiyallahu anhu dari Zaid bin Harits Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Kita bersahur bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu kita mendirikan shalat.” Saya berkata: “Berapa lamakah antara keduanya?” Ia berkata: “Lima puluh ayat.”[6]

Imam al-Baghawi berkata: “Para ulama menganjurkan mengakhirkan makan sahur.” [7]

HUKUMNYA
Sahur hukumnya adalah mustahab (disunnahkan) bagi orang yang berpuasa karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

“تَسَحَّرُوْا! فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةٌ.”

“Bersahurlah kalian karena dalam bersahur tersebut terdapat keberkahan.” [8]

Dan dalam riwayat yang lain beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“فَصْلٌ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ، أَكْلَةُ السَّحَرِ.”

”Pembeda antara puasa kita dengan puasanya ahlul Kitab adalah makan Sahur.” [9]

Maka, dengan makan Sahur berarti telah menyelisihi ahlul Kitab.

Imam an-Nawawi berkata, “Artinya, pemisah dan pembeda antara puasa kita dengan puasa mereka adalah sahur, karena mereka tidak bersahur sedang kita dianjurkan untuk bersahur.” [10]

Makan Sahur dapat berupa sesuatu yang paling sedikit untuk disantap oleh seseorang, baik berupa makanan maupun minuman. [11]

KEUTAMAAN SAHUR DAN KEBERKAHANNYA
Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“تَسَحَّرُوْا! فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةٌ.”

“Bersahurlah, karena pada makan Sahur itu ada keberkahan.” [12]

Dan diriwayatkan dari al-‘Irbadh bin Sariyah Radhiyallahu anhu[13] , ia berkata: “Aku telah mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil seseorang untuk makan Sahur seraya bersabda:

“هَلُمَّ إِلَى الْغَدَاءِ الْمُبَارَكِ.”

“Kemarilah untuk menyantap makanan yang diberkati.” [14]

Makan Sahur memiliki keberkahan dunia dan akhirat, Imam an-Nawawi rahimahullah berkata saat menjelaskan keberkahan Sahur, “Keberkahan yang terdapat pada makan Sahur sangatlah jelas sekali, karena ia menguatkan untuk berpuasa dan membuatnya bergairah untuknya serta mendapatkan keinginan untuk menambah puasa oleh karena ringannya kesulitan padanya bagi orang yang bersahur.” Dikatakan: “Sesungguhnya ia mengandung terjaga dari tidur, dzikir dan do’a pada saat itu, dimana waktu tersebut adalah waktu turunnya Malaikat, penerimaan do’a dan istighfar, dan kemungkinan ia mengambil wudhu’ lalu shalat atau terus melanjutkan terjaga untuk dzikir, do’a, shalat atau mempersiapkan diri untuk shalat hingga terbit Fajar.” [15]

Yang benar, bahwa keberkahan meliputi semua itu dan hal-hal lain dari manfaat-manfaat Sahur, baik duniawi maupun ukhrawi, dan bahwa makan Sahur mencakup makanan dan minuman, sedangkan kata kerjanya adalah التَّسَحُّرُ.

Dalam kitab Fat-hul Baari, Ibnu Hajjar berkata: “(Pendapat) yang terbaik adalah, bahwa keberkahan dalam makan Sahur dapat diperoleh dari banyak segi, yaitu mengikuti Sunnah dan menyalahi ahlul Kitab, taqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan beribadah, menambah semangat beramal dan mencegah akhlak yang buruk yang diakibatkan oleh kelaparan, menjadi sebab bersedekah kepada siapa yang meminta saat itu atau berkumpul bersama dengannya untuk makan, membuatnya berdzikir, berdo’a pada waktu-waktu dikabulkannya do’a, memperbaiki niat puasa bagi mereka yang melalaikannya sebelum tidur, Ibnu Daqiqil ‘Ied [16] berkata, ‘Keberkahan ini dapat juga berlaku terhadap hal-hal ukhrawi karena dengan menegakkan Sunnah, maka akan diganjar dan bertambahnya Sunnah (yang dilakukan), begitu pula bisa saja berlaku terhadap hal-hal duniawi, seperti kekuatan tubuh untuk berpuasa dan juga memudahkan dirinya tanpa ada bahaya bagi orang yang melaku-kan puasa.’” [17]

Di antara keutamaan-keutamaan yang ditambah bagi makan Sahur adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Malaikat-Nya akan bershalawat bagi orang-orang yang makan Sahur, tidak dipungkiri bahwa itu adalah keutamaan yang besar.

Abu Said al-Khudri Radhiyallahu anhu telah meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda:

“السَّحُوْرُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ، فَلاَ تَدْعُوْهُ وَلَوْ أَنْ يُجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الْمُتَسَحَّرِيْنَ.”

“Makan Sahur adalah keberkahan, maka janganlah kalian meninggalkannya, walaupun hanya berupa seteguk air, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Malaikat-Nya bershalawat bagi orang-orang yang bersahur.” [18]

Maka seyogyanyalah bagi seorang Muslim mengikuti Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perbuatannya pada masalah ini, hingga memperoleh keber-kahannya dan keutamaan-keutamaannya serta manfaat dunia dan akhirat.

[Disalin dari buku At Tabaruk Anwaa’uhu wa Ahkaamuhu, Judul dalam Bahasa Indonesia Amalan Dan Waktu Yang Diberkahi, Penulis Dr. Nashir bin ‘Abdirrahman bin Muhammad al-Juda’i, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]
_______
Footnote
[1]. Ash-Shihah (II/679) oleh al-Jauhari, al-Qamuus al-Muhiith (II/528) disusun oleh az-Zawi.
[2]. An-Nihaayah (II/347) oleh Ibnul Atsir.
[3]. Ibid, II/347.
[4]. Lisaanul ‘Arab (IV/350), dengan sedikit perubahan.
[5]. Yaitu gelapnya malam dan terangnya siang, seperti yang dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ‘Adiy bin Hatim Radhiyallahu anhu, lihat Shahih al-Bukhari (II/231) Kitaabush Shaum bab Qaulullaahu Ta’aalaa: وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا….
[6]. Shahih al-Bukhari (II/771) Kitaabush Shaum bab Qadru Kam bainas Suhuur wa Shallatul Fajr dan Shahih Muslim (II/771).
[7]. Syarhus Sunnah (VI/253) oleh al-Baghawi.
[8]. Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Shahihnya (II/232) Kitaabush Shaum bab Barakatus Suhuur min Ghairi Iijaab liannan Nabi j wa Ash-haabuhu Waashalu wa lam Yudzkaris Suhuur juga Muslim dalam Shahihnya (II/770) Kitaabush Shiyaam bab Fadhlus Suhuur, dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu dan dalam Shahih Ibni Khuzaimah (III/213).
[9]. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya (II/771) kitab ash-Shiyaam bab Fadhlus Suhuur dari ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu anhu.
[10]. Syarhun Nawawi li Shahiihi Muslim (VII/207).
[11]. Lihat Fat-hul Baari (IV/140) oleh Ibnu Hajjar.
[12]. Telah diriwayatkan dalam ash-Shahihain.
[13]. Beliau adalah al-‘Irbadh bin Sariyah as-Sulami atau Najih, beliau termasuk dari ahli fiqh dan tinggal di Himsh -wilayah Syam-, wafat pada tahun 75 H, lihat Asaadul Ghaabah (III/518), al-Ishaabah (II/266) dan Tahdziibut Tahdziib (VII/174).
[14]. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunannya (II/758) Kitaabush Shiyaam bab Man Sammas Sahuural Ghadaa’ dan an-Nasa-i (IV/126) Kitaabush Shiyaam bab ad-Da’wah ilas Sahuur, Imam Ahmad dalam Musnadnya (IV/126), Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya (III/214) Kitaabush Shiyaam bab Dziktud Dallilin Naas Sahuur Qad Yaqa’a ‘alaihi Ismul Ghadaa’, Ibnu Hibban dalam Shahihnya (V/194) disusun oleh al-Farisi, al-Albani berkata dalam Misykatul Mashabiih (I/622), “Sanadnya hasan.”
[15]. Syarhun Nawawi li Shahiihi Muslim (VII/206), dengan perubahan.
[16]. Beliau Muhammad bin ‘Ali bin Wahb al-Qusyairi al-Manfaluthi Taqiyuddin Abul Fath, imam, faqih, mujtahid, hafizh, muhaddits, menulis banyak karangan, dikenal dengan nama Ibnu Daqiq al-‘Ied, beliau seorang yang cerdas di zamannya, sangat luas ilmunya, tenang, berwibawa, seorang hafizh yang kuat, menjadi hakim di Mesir. Di antara karyanya: Syarhul ‘Umdah, al-Imaam fil Ahkaam, al-Iqtiraah fii ‘Uluumil Hadiits, wafat pada tahun 702 H. Lihat Tadzkiiratul Huffaazh (IV/1481), Thabaqatul Huffazh (hal. 516), Syadzaa-ratudz Dzahab (VI/5) dan al-A’laam (VI/283).
[17]. Fat-hul Baari (IV/140). Lihat Ihkaamul Ahkaam Syarhu ‘Umdatul Ahkaam (II/18) oleh Ibnu Daqiqil ‘Ied.
[18]. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya (III/12-44), al-Mundziri berkata dalam at-Targhiib wat-Tarhiib (II/139): “Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang kuat.” Al-Haitsami berkata dalam Majmaa’-uz Zawaa-id (III/150): “Diriwayatkan oleh Ahmad dan di dalamnya ada perawi yang bernama Rafa‘ah, aku tidak tahu ada yang menguatkannya. Dia dan tidak pula ada yang melemahkannya, sedangkan para perawi yang lain adalah shahih.” Diriwayatkan juga oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya, al-Ihsaan bi Tartiibi Shahih Ibni Hibban (V/194). Lafazh terakhir dari hadits, إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتِهِ adalah dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu anhuma.