Kamis, 29 September 2016

Syarat Mengurus Surat Pindah Antar Desa Kecamatan Kabupaten dan Provinsi

Syarat Mengurus Surat Pindah Antar Desa Kecamatan Kabupaten dan Provinsi - Sebelum pergi ke kantor pengurusan surat pindah ada baiknya diketahui apa saja syarat surat pindah yang perlu dipersiapkan agar anda tidak bolak balik. Armaila dalam kesempatan ini akan mencoba membagikan informasi syarat membuat surat pindah antar provinsi, antar kabupaten, antar kecamatan dan antar desa.  Syarat pindah domisili ini tentunya sangat berhubungan dengan KTP KK. Untuk lebih jelasnya silahkan baca selengkapnya Syarat Mengurus Surat Pindah Antar Desa Kecamatan Kabupaten dan Provinsi berikut ini.
Syarat Mengurus Surat Pindah Antar Desa Kecamata Kabupaten dan Provinsi

Syarat Mengurus Pindah Datang antar Kecamatan dan Desa Dalam Kabupaten

  1. Surat Pindah Asli (Formulir F108)
  2. Kartu Keluarga Asli/ Surat keterangan apabila hlang dan sebagainya
  3. Kartu Keluarga asli kedua orang tua (Orang tua suami, orang tua istri) untuk pasangan yang baru menikah
  4. KTP asli dan Foto Copy 2 lembar
  5. Foto Copy buku nikah atau SPTJM
  6. Foto Copy ijazah
  7. foto copy akte kelahiran
  8. formulir F1.01, F1.06, F1.07 (dari kepala desa)
  9. Map warna hijau dan warna kuning
  10. surat bidan anak (bila ada penambahan anggota keluarga)
  11. Foto copy surat cerai (bila bercerai)
  12. Foto copy akta kematian (bila ada anggota keluarga yang meninggal dunia)

Syarat Mengurus Pindah Datang ke Kabupaten

  1. Surat Pindah Asli
  2. kartu keluarga asli kedua orang tua (orang tua suami orang tua istri) untuk pasangan baru menikah
  3. KTP asli asli dan foto copy 2 lembar
  4. formulir F1.01, F1.06, F1.07 (dari kepala desa)
  5. Foto Copy buku nikah atau SPTJM
  6. Foto Copy ijazah
  7. foto copy akte kelahiran
  8. formulir F1.01, F1.06, F1.07 (dari kepala desa)
  9. Map warna hijau dan warna kuning
  10. Foto copy surat cerai (bila bercerai)
  11. Foto copy akta kematian (bila ada anggota keluarga yang meninggal dunia)

Syarat Mengurus Pindah ke Kabupaten atau Provinsi lain

  1. Kartu keluar asli / surat keterangan apabila hilang dan sebagainya
  2. formulir F1.08 dari kepala desa
  3. foto copy KTP
  4. Map Hijau

Rabu, 14 September 2016

Cara Mendaftar Internet Banking BRI

Cara Mendaftar Internet Banking BRI - Ada banyak alasan mengapa harus membuat dan mendaftar Internet Banking BRI, salah satu alasannya tentu untuk mempermudah dalam melakukan transaksi. Dengan adanya internet banking sobat Armaila tidak harus mondar mandir ke ATM. Cukup menggunakan handphone yang memiliki akses internet anda sudah dapat mendaftarkan internet banking mandiri anda. Berikut ini adalah Panduan dan Cara Mendaftar Internet Banking BRI yang Armaila ambil dari situs resmi bank BRI.
Cara Mendaftar Internet Banking BRI

SYARAT DAN KETENTUAN INTERNET BANKING BRI
ISTILAH
  1. Internet Banking BRI adalah saluran distribusi BRI untuk mengakses rekening yang dimiliki Nasabah melalui jaringan internet dengan menggunakan perangkat lunak browser pada komputer.
  2. Nasabah adalah perorangan pemilik rekening Tabungan BRI dalam mata uang rupiah berupa Tabungan BRI BritAma atau Simpedes Online.
  3. Nasabah Pengguna adalah Nasabah yang telah terdaftar sebagai pengguna layanan Internet Banking BRI.
  4. Kantor Cabang BRI/Kantor Cabang Pembantu BRI adalah semua Kantor Cabang BRI/Kantor Cabang Pembantu BRI di seluruh Indonesia, yang tidak terbatas pada Kantor Cabang BRI/Kantor Cabang Pembantu BRI asal (Pembuka Rekening Tabungan)
  5. User ID adalah identitas yang dimiliki oleh setiap Nasabah Pengguna yang harus dicantumkan/diinput dalam setiap penggunaan layanan Internet Banking BRI.
  6. Password Internet Banking BRI adalah kombinasi antara nomor dan huruf sebagai identifikasi pribadi yang bersifat rahasia dan hanya diketahui oleh Nasabah Pengguna yang harus dicantumkan/diinput oleh Nasabah Pengguna pada saat menggunakan layanan Internet Banking BRI. Bersama-sama dengan User ID, Password digunakan untuk membuktikan bahwa nasabah bersangkutan adalah nasabah yang berhak atas layanan Internet Banking BRI.
  7. mTOKEN adalah sarana pengamanan tambahan berupa SMS alert yang dikirmkan ke HP Nasabah Pengguna yang telah diregistrasikan untuk layanan Internet Banking BRI dan digunakan setiap kali nasabah melakukan transaksi Finansial.
  8. Nomor (code) Aktivasi mTOKEN adalah kombinasi nomor sebanyak 6 (enam) digit yang dikirm oleh sistem registrasi internet banking melalui SMS ke HP nasabah pengguna setelah ybs melakukan registrasi finansial melalui Customer Services.
  9. Tanggal efektif adalah tanggal tertentu dimana suatu transaksi dilakukan dengan berdasarkan tanggal sistem yang ada BRI.
REGISTRASI INTERNET BANKING BRI
  1. Untuk menggunakan layanan Internet Banking BRI, nasabah harus melakukan Registrasi di ATM BRI dan Registrasi di Kantor Cabang BRI/Kantor Cabang Pembantu BRI.
  2. Registrasi Internet Banking BRI di ATM BRI menggunakan kartu BRI untuk mendapatkan User ID dan password.
  3. Registrasi di Kantor Cabang BRI/Kantor Cabang Pembantu BRI diperlukan agar nasabah dapat melakukan transaksi Finansial di Internet Banking BRI.
  4. Nasabah harus mengisi dan menandatangani Formulir Aplikasi Internet Banking yang dapat diperoleh di Kantor Cabang BRI/Kantor Cabang Pembantu BRI dengan menunjukkan bukti asli identitas diri yang sah (KTP, SIM, Paspor, KIMS) dan bukti kepemilikan pemegang rekening.
  5. Nasabah memiliki HP dan Nomor HP dari operator yang telah kerjasama dengan BRI (Telkomsel, Indosal, XL, Flexi, Esia dan Fren)
  6. Nasabah harus memiliki alamat E-mail.
  7. Telah membaca dan memahami Syarat dan Ketentuan Internet Banking BRI.
KETENTUAN PENGGUNAAN INTERNET BANKING BRI
  1. Nasabah Pengguna dapat menggunakan layanan Internet Banking BRI untuk mendapatkan informasi dan atau melakukan transaksi Perbankan yang telah ditentukan oleh BRI.
  2. Pada saat pertama kali menggunakan layanan Internet Banking BRI, Nasabah Pengguna
    1. Harus mengganti password Internet banking yang sebelumnya dibuat di ATM dengan password lain yang terdiri 8-12 digit (alfanumerik)
    2. Harus memasukkan email yang akan digunakan nasabah Pengguna untuk menerima laporan transaksi atau informasi lainnya.
    3. Jika sebelumnya telah melakukan regristrasi Finansial, setelah langkah diatas Nasabah Pengguna harus melakukan aktivasi mTOKEN dengan memasukkan Nomor (code) Aktivasi mTOKEN.
  3. Untuk setiap transaksi :
    1. Nasabah Pengguna wajib memastikan ketepatan dan kelengkapan perintah transaksi (termasuk memastikan bahwa semua data yang diperlukan untuk transaksi telah diisi secara lengkap dan benar). BRI tidak bertanggung jawab terhadap segala akibat yang mungkin timbul yang disebabkan kelalaian, ketidaklengkapan, ketidakjelasan, atau ketidaktepatan perintah/data dari Nasabah Pengguna.
    2. Nasabah Pengguna memiliki kesempatan untuk memeriksa kembali dan atau membatalkan data yang telah diisi pada saat konfirmasi yang dilakukan secara otomatis oleh sistem sebelum memberikan persetujuan atas transaksi dimaksud.
    3. Persetujuan atas pelaksanaan transaksi dilakukan apabila Nasabah Pengguna telah meyakini kebenaran dan kelengkapan data yang diisi pada saat sistem melakukan konfirmasi. Sebagai tanda persetujuan Nasabah Pengguna wajib memasukkan mTOKEN dan Password Internet Banking pada kolom yang telah disediakan pada halaman layanan transaksi Internet Banking BRI.
  4. Segala transaksi yang telah diperintahkan kepada BRI dan disetujui oleh Nasabah Pengguna tidak dapat dibatalkan.
  5. Setiap perintah yang telah disetujui dari Nasabah Pengguna yang tersimpan pada pusat data BRI merupakan data yang benar yang diterima sebagai bukti perintah dari Nasabah Pengguna kepada BRI untuk melaksanakan transaksi yang dimaksud.
  6. BRI menerima dan menjalankan setiap perintah dari Nasabah Pengguna sebagai perintah yang sah berdasarkan penggunaan User ID dan Password dan untuk itu BRI tidak mempunyai kewajiban untuk meneliti atau menyelidiki keaslian maupun keabsahan atau kewenangan pengguna User ID dan Password atau menilai maupun membuktikan ketepatan maupun kelengkapan perintah dimaksud, dan oleh karena itu perintah tersebut sah mengikat Nasabah Pengguna dengan sebagaimana mestinya.
  7. Pada setiap transaksi finansial, sistem akan selalu melakukan konfirmasi terhadap data yang diinput Nasabah Pengguna dan Nasabah Pengguna mempunyai kesempatan untuk membatalkan data tersebut dengan mengklik tombol "Batal". Sebagai tanda persetujuan atas data transaksi yang ditampilkan Internet Banking, Nasabah Pengguna harus mengklik tombol "Lanjutkan" pada menu konfirmasi transaksi finansial.
  8. Setiap informasi/transaksi yang telah mendapat persetujuan dari Nasabah Pengguna yang tersimpan dalam pusat data merupakan data yang benar yang diterima sebagai bukti atas instruksi dari Nasabah Pengguna kepada BRI untuk melakukan transaksi yang dimaksud.
  9. Untuk transaksi dengan tanggal efektif hari ini, Nasabah Pengguna tidak dapat membatalkan semua transaksi yang telah diotorisasi oleh Nasabah Pengguna dengan Password dan mTOKEN serta mendapatkan persetujuan Pengguna, karena dalam waktu yang sama BRI langsung memproses instruksi tersebut.
  10. Untuk transaksi dengan tanggal hari yang akan datang atau transaksi berkala, Nasabah Pengguna masih dapat membatalkan transaksi tersebut dengan mengotorisasi pembatalan menggunakan mTOKEN selambat-lambatnya pada 1 (satu) hari sebelum tanggal efektif/jatuh tempo transaksi yang bersangkutan.
  11. Untuk transaksi dengan tipe tanggal hari yang akan datang atau transaksi berkala, transaksi akan diproses setiap awal hari.
  12. BRI berhak untuk tidak melaksanakan perintah dari Nasabah Pengguna, apabila:
    1. Saldo rekening Nasabah Pengguna di BRI tidak cukup atau rekening di blokir/ditutup atau berdasarkan pertimbangan lain dari BRI yang akan diberitahukan kepada nasabah Pengguna, atau
    2. BRI mengetahui atau mempunyai alasan untuk menduga bahwa penipuan atau aksi kejahatan telah atau akan dilakukan.
  13. Nasabah Pengguna wajib memastikan bahwa saldo dalam rekening Nasabah Pengguna mencukupi sebelum instruksi transaksi dilaksanakan oleh BRI.
  14. Nasabah Pengguna wajib dan bertanggung jawab untuk memastikan ketepatan dan kelengkapan instruksi transaksi. BRI tidak bertanggung jawab terhadap segala akibat apapun yang timbul karena ketidaklengkapan, ketidakjelasan data atau ketidaktepatan instruksi dari Nasabah Pengguna .
  15. Sebagai bukti bahwa transaksi yang diperintahkan Nasabah Pengguna telah berhasil dilakukan oleh BRI, Nasabah Pengguna akan mendapatkan bukti transaksi berupa nomor transaksi/referensi pada halaman transaksi layanan Internet Banking BRI.
  16. Nasabah Pengguna menyetujui dan mengakui :
    1. Bahwa catatan, tape/cartridge, print out komputer, salinan atau bentuk penyimpanan informasi atau data lain sebagai bukti yang sah atas instruksi dari Nasabah Pengguna, demikian juga sarana komunikasi lain yang diterima atau dikirimkan oleh BRI.
    2. Untuk tidak membantah keabsahan, kebenaran atau keaslian bukti instruksi dan komunikasi yang ditransmisi secara elektronik antara kedua belah pihak, termasuk dokumen dalam bentuk catatan komputer atau bukti transaksi BRI, tape/cartridge, print out komputer, salinan atau bentuk penyimpanan informasi yang lain, dan semua alat atau dokumen tersebut merupakan satu-satunya alat bukti yang sah atas transaksi-transaksi perbankan melalui Internet Banking BRI.
    3. Dengan melakukan transaksi melalui Internet Banking BRI, Nasabah Pengguna mengakui semua komunikasi dan instruksi dari Nasabah Pengguna yang diterima BRI akan diperlakukan sebagai alat bukti yang sah meskipun tidak dibuat dokumen tertulis ataupun dikeluarkan dokumen yang ditandatangani.
  17. Atas pertimbangannya sendiri, BRI berhak untuk mengubah limit transaksi.
  18. BRI berhak menghentikan layanan Internet Banking BRI untuk sementara waktu maupun untuk jangka waktu tertentu yang ditentukan oleh BRI untuk keperluan pembaharuan, pemeliharaan atau untuk tujuan lain dengan alasan apapun yang dianggap baik oleh BRI, dan untuk itu BRI tidak berkewajiban mempertanggungjawabkannya kepada siapapun.
  19. Penggunaan Email :
    1. Alamat E-Mail yang didaftarkan oleh Nasabah Pengguna merupakan email yang akan digunakan oleh BRI untuk mengirim informasi transaksi yang telah dilakukan oleh Nasabah Pengguna melalui Internet Banking BRI.
    2. BRI hanya mengirimkan informasi kepada alamat E-Mail yang telah dikonfirmasikan kebenarannya oleh Nasabah Pengguna kepada BRI dan BRI tidak bertanggung jawab atas kebenaran alamat E-Mail tersebut.
    3. BRI tidak menjamin keamanan informasi atau data yang dikirim kepada BRI melalui E-Mail yang tidak terdapat di Internet Banking BRI, yang tidak dalam format yang aman yang disetujui atau ditentukan oleh BRI.
USER ID DAN PASSWORD INTERNET BANKING BRI
  1. User ID dan Password merupakan kode yang bersifat rahasia dan kewenangan penggunaannya ada pada Nasabah Pengguna. User ID bersifat tetap dan tidak dapat diubah oleh Nasabah Pengguna. Nasabah Pengguna wajib menjaga dengan baik User ID dan Password tersebut.
  2. BRI berhak untuk memberikan User ID dengan kombinasi huruf dan angka tanpa harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Nasabah.
  3. User ID dan Password Nasabah Pengguna akan diblokir jika melakukan hal berikut:
    1. Salah memasukkan User ID/Password sebanyak 3 kali berturut-turut dalam 1 hari
    2. Salah memasukkan angka dari mTOKEN sebanyak 3 kali berturut-turut pada saat melakukan transaksi finansial.
    3. Salah memasukkan Nomor Aktivasi mTOKEN sebanyak 3 kali berturut-turut dalam 1 hari
    4. Mengajukan penggantian Kartu BRI dan atau dilaporkan Kartu BRI hilang.
    5. User ID dan atau PIN dilaporkan telah diketahui oleh orang lain
    6. Lupa Password
    7. Hasil penelitian BRI mengindikasikan adanya kemungkinan User ID dan PIN Nasabah Pengguna telah diketahui oleh orang lain.
  4. Apabila Nasabah Pengguna bermaksud akan menggunakan layanan internet banking BRI kembali setelah User ID dan Password terblokir, maka untuk kasus pemblokiran yang disebabkan oleh :
    1. Point 3a, 3b dan 3c : Nasabah Pengguna harus menghubungi Call BRI untuk membuka blokirnya setelah diverifikasi.
    2. Point 3d, 3e, 3f dan 3g : Nasabah Pengguna harus menghubungi call BRI dan melakukan registrasi ulang Internet Babking BRI di mesin ATM BRI.
  5. Nasabah Pengguna wajib mengamankan User ID dan Password Internet Banking dengan cara:
    1. Tidak memberitahukan User ID dan Password Internet Banking kepada orang lain.
    2. Tidak mencatatkan Password Internet Banking pada kertas atau menyimpannya secara tertulis atau sarana penyimpanan lainnya yang memungkinkan diketahui orang lain.
    3. Berhati-hati menggunakan User ID dan Password Internet Banking BRI agar tidak diketahui orang lain.
    4. Mengganti Password Internet Banking BRI secara berkala.
    5. Tidak menggunakan Password Internet Banking yang diberikan oleh orang lain atau yang mudah diterka seperti tanggal lahir atau kombinasinya, nomor telepon dan lain-lain.
  6. Dalam hal Nasabah Pengguna mengetahui atau menduga Password Internet Banking BRI telah diketahui oleh orang lain yang tidak berwenang, maka Nasabah Pengguna wajib segera melakukan pengamanan dengan melakukan perubahan Password.
    Apabila karena suatu sebab Nasabah Pengguna tidak dapat melakukan perubahan Password maka Nasabah Pengguna wajib memberitahukan kepada BRI. Segala instruksi transaksi berdasarkan penggunaan User ID, Password dan mTOKEN yang terjadi sebelum pejabat yang berwenang dari BRI menerima secara tertulis laporan tersebut merupakan tanggung jawab sepenuhnya dari Nasabah Pengguna.
  7. Penggunaan User ID dan Password Internet Banking BRI mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan perintah tertulis yang ditandatangani oleh Nasabah Pengguna, termasuk namun tidak terbatas untuk melakukan pendebetan rekening Nasabah Pengguna baik dalam rangka pelaksanaan transaksi yang diperintahkan maupun untuk pembayaran biaya transaksi yang telah dan/atau akan ditetapkan kemudian oleh BRI.
  8. Segala penyalahgunaan User ID maupun Password Internet Banking BRI (termasuk mTOKEN) merupakan tanggung jawab Nasabah Pengguna. Nasabah Pengguna dengan ini membebaskan BRI dari segala tuntutan apapun yang mungkin timbul, baik dari pihak lain maupun Nasabah Pengguna sendiri sebagai akibat penyalahgunaan User ID maupun Password Internet Banking BRI.
BIAYA - BIAYA
  1. BRI berhak untuk mendebet biaya administrasi bulanan dan atau biaya transaksi yang dibebankan atas penggunaan fasilitas Internet Banking BRI dan transaksi yang dilakukan melalui Internet Banking BRI.
  2. BRI berhak atas pertimbangannya sendiri untuk mengubah, menambah atau menarik biaya-biaya yang dibebankan kepada Nasabah Pengguna atas penggunaan fasilitas Internet Banking BRI.
  3. Nasabah Pengguna dengan ini menyetujui bahwa terhadap penggunaan fasilitas internet banking BRI akan dikenakan biaya administrasi bulanan dan/atau biaya transaksi, yang akan didebet secara otomatis dari rekening nasabah.
PENGHENTIAN AKSES DAN LAYANAN INTERNET BANKING BRI
  1. Akses layanan Internet Banking BRI akan dihentikan oleh BRI apabila:
    1. Nasabah Pengguna meminta kepada BRI untuk menghentikan akses layanan Internet Banking BRI secara permanen yang antara lain disebabkan oleh keinginan nasabah Pengguna sendiri atau Nasabah Pengguna telah menutup rekeningnya yang terhubung dengan layanan Internet Banking BRI.
    2. Diterimanya laporan tertulis/lisan dari Nasabah Pengguna (melalui verifikasi data) mengenai dugaan atau diketahuinya User ID dan Password oleh pihak lain yang tidak berwenang.
    3. BRI melaksanakan suatu keharusan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
  2. Untuk melakukan aktivasi kembali karena penghentian akses layanan tersebut di atas, Nasabah Pengguna harus menghubungi Call BRI dan melakukan pendaftaran ulang di cabang pengelola rekening.
FORCE MAJEURE
Nasabah Pengguna akan membebaskan BRI dari segala tuntutan apapun, dalam hal BRI tidak dapat melaksanakan perintah dari Nasabah Pengguna baik sebagian maupun seluruhnya karena kejadian-kejadian atau sebab-sebab di luar kekuasaan atau kemampuan BRI termasuk namun tidak terbatas pada segala gangguan virus komputer atau sistem Trojan Horses atau komponen membahayakan yang dapat menggangu layanan Internet Banking BRI, web browser atau komputer sistem BRI, Nasabah Pengguna, atau Internet Service Provider, karena bencana alam, perang, huru-hara, keadaan peralatan, sistem atau transmisi yang tidak berfungsi, gangguan listrik, gangguan telekomunikasi, kebijakan pemerintah, serta kejadian-kejadian atau sebab-sebab lain di luar kekuasaan atau kemampuan BRI.
LAIN LAIN
  1. Bukti perintah Nasabah Pengguna melalui layanan Internet Banking BRI adalah mutasi yang tercatat dalam Rekening Koran atau Buku Tabungan BRI jika dicetak.
  2. Nasabah Pengguna dapat menghubungi Call BRI atas setiap permasalahan yang berkaitan dengan transaksi dan akses layanan Internet Banking BRI.
  3. BRI dapat mengubah syarat dan ketentuan ini setiap saat dengan pemberitahuan terlebih dahulu kepada Nasabah Pengguna dalam bentuk tertulis dilayar internet banking atau berupa email ataupun melalui sarana lainnya.
  4. Nasabah Pengguna tunduk pada ketentuan-ketentuan dan peraturan-peraturan yang berlaku pada BRI serta syarat-syarat pembukaan rekening/kartu BRI, termasuk setiap perubahan yang akan diberitahukan terlebih dahulu oleh BRI dalam bentuk dan sarana apapun.

Demikianlah artikel "Cara Mendaftar Internet Banking BRI" semoga bermanfaat.

Kamis, 08 September 2016

JNE Aceh Tengah Mengecewakan

Pelayanan JNE Aceh Tengah Sangat Mengecewakan. Sebagai pelaku bisnis online tentunya pengiriman barang yang sampai tujuan adalah salah satu alasan untuk menggunakan jasa ekspedisi barang salah satunya JNE. Namun ternyata JNE Aceh Tengah Mengecewakan pelanggan yang sudah berkali kali memakai jasa JNE ini. Admin sempat meminta secara langsung kepada kurir JNE untuk mengirimkan barang langsung ke Alamat yang tertera namun kurir JNE Aceh tengah ini tetap bersikeras hanya mengantarkan tidak sampai ke tempat tujuan.
JNE Aceh Tengah Mengecewakan

Berbeda dengan pos, walaupun biaya lebih murah ternyata bisa sampai ke depan rumah. Semoga Pelanyan JNE Aceh Tengah membaca artikel ini

Aplikasi Internet Banking Mandiri MENGECEWAKAN

Mengapa Aplikasi Internet Banking Mandiri Sangat MENGECEWAKAN? Disaat aplikasi bank lainnya dapat digunakan dengan mudah. Sepertinya pihak bank Mandiri perlu mencontoh sistem aplikasi BANK BRI dan BANK BNI yang aplikasinya sangat memudahkan pelanggannya.

Jika lewat web membuka bank mandiri maka harus memakai token segala. Tentu sangat menyulitkan nasabah jika seandainya lupa membawa token. Mau coba pake aplikasi malah lampu indikator harus hijau baru dapat digunakan. Hadehhhh,,,, aplikasi BANK MANDIRI sangat mengesalkan.

Aplikasi Internet Banking Mandiri MENGECEWAKAN

Jika rekan mendapatkan permasalahan yang sama maka solusinya adalah angkut semua simpanan yang ada di bank mandiri dan alihkan ke bank lainnya seperti BRI dan BNI seperti yang sudah saya lakukan :).

Selamat tinggal bank mandiri. layanan Aplikasi Internet Banking Mandiri anda sangat memuakkan.

Sabtu, 03 September 2016

Solusi 102 Transaksi Tidak Dapat Diproses Silahkan Cek Pulsa Simcard Anda

Solusi 102 Transaksi Tidak Dapat Diproses Silahkan Cek Pulsa Simcard Anda Bank BRI menjadi artikel selanjutnya yang akan Armaila share. Awalnya setelah Armaila membuka rekening baru untuk mempermudah transaksi Bisnis Online terjadi permasalahan saat akan melakukan aktivasi Internet Banking bank BRI. Permasalahannya adalah saat memasukkan username dan password muncul pesan "102 Transaksi Tidak Dapat Diproses Silahkan Cek Pulsa Simcard Anda" Padahal pulsa ada 20ribu lagi dan koneksi internet H+ dengan kuota 1GB. Akhirnya Armaila menghubungi CS Bank BRI dan dipaparkannya lah bagaiamana cara mengatasi 102 Transaksi Tidak Dapat Diproses Silahkan Cek Pulsa Simcard Anda Bank BRI.

Solusi 102 Transaksi Tidak Dapat Diproses Silahkan Cek Pulsa Simcard Anda

Cara Mengatasi 102 Transaksi Tidak Dapat Diproses Silahkan Cek Pulsa Simcard Anda

Berikut caranya:
  1. Masuk Ke Pengaturan
  2. Buka Manajer Aplikasi
  3. Buka aplikasi BRI Mobile
  4. Nah pada bagian IZIN pastikan anda memilih Selalu Bolehkan.

Jika sudah melakukan pengaturan diatas, sekarang silahkan buka aplikasi BRI Mobile dan selamat HP anda sudah diaktivasi dan bisa melakukan transaksi via mobile banking. Semoga pengalaman yang Armaila bagikan ini bermanfaat.

Mengatasi Error Could Not Complete Your Request Because Of Missing Or Invalid Personalization Information

Muncul nya pesan "Could Not Complete Your Request Because Of Missing Or Invalid Personalization Information" Di photoshop CS7 membuat Armaila sejenak vakum dari dunia tulis menulis di internet. Karena baisanya Armaila selalu menampilkan gambar dalam artikel dan terntunya gambar itu sudah dimodifikasi terlebih dahulu salah satunya dengan menggunakan software Adobe PhotoShop CS7. Namun kali ini terjadi permasalahan saat akan menjalankan software ini, pesan kesalahannya adalah "Could Not Complete Your Request Because Of Missing Or Invalid Personalization Information". Jika sobat armaila mengalami hal yang sama maka berikut ini Armaila akan berbagi pengalaman bagaimana cara mengatasinya.

Mengatasi Error Could Not Complete Your Request Because Of Missing Or Invalid Personalization Information

Awalnya Armaila memakai Photoshop CS4 yang portable. Ketika akan membuka PS CS7 malah terjadi error diatas. Armaia coba lakukan restart dan ternyata hasilnya tetap sama. Akhirnya setelah coba coba berbagai panduan di internet akhirnya Armaila memutuskan ambil jalan pintas yaitu ReInstall software Adobe PhotoShop CS7. Akhirnya selesai deh permasalahan Could Not Complete Your Request Because Of Missing Or Invalid Personalization Information cukup dengan install ulang softwarenya.

Menurut pemahaman Armaila kesalahan itu karena ketidak sesuaian Serial Number dari software tersebut. Tapi faktor sebenarnya ENTAH :). Yang penting sekarang photoshop Armaila dah sehat kembali. Semoga sharing pengalaman ini bermanfaat.