Jumat, 30 Agustus 2019

Renungan Akhir Tahun

Advertisement
Advertisement
Renungan Akhir Tahun 1440 Hijriyah | Detik telah berganti menjadi menit. Menit berubah menjadi jam yang terus berputar menghitung hari dan selanjutnya berganti menjadi minggu dan bulan. Bulan bulan terus silih berganti dimulai dari bulan Muharram, Safar, Rabiul awal, Rabiul akhir, Jumadil awal, Jumadil akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadhan, Syawal, Dzulkaidah dan berakhir di bulan Dzulhijjah.

Renungan Akhir Tahun

Setiap menit yang terus berlalu dan berganti dipandang Allah sebagai sebuah kerugian bagi Manusia secara umum seperti yang digambarkan Allah dalam surat Al Ashr:

وَالْعَصْرِۙ
wal-'aṣr
Demi masa,

اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ
innal-insāna lafī khusr
sungguh, manusia berada dalam kerugian,

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa tawāṣau bil-ḥaqqi wa tawāṣau biṣ-ṣabr
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.

Kata kata الْاِنْسَانَ ini mencakup kepada semua manusia baik laki laki maupun perempuan, besar atau kecil, tua atau muda. Mereka semua masuk dalam kategori orang yang merugi sampai mereka berlangkah dan bergerak menjadi golongan yang dikecualikan oleh Allah yaitu:
  • Orang Yang beriman dengan Allah
  • Orang yang beramal shalih (Melakukan kebaikan)
  • orang yang saling menasehati dalam kebenaran dan
  • orang yang saling menasehati untuk kesabaran.


Setiap kita tentu saja memiliki program harian, program mingguan, program bulanan dan program tahunan. Namun sering sekali program tersebut lebih mementingkan urusan duniawi dan mengabaikan urusan ukhrowi.

Setiap kita mungkin sudah menyiapkan planning yang mantap untuk mencapai kesuksesan "kehidupan sementara" dan mengabaiakan kesuksesan di Alam mahsyar.

Admin sendiri sering merenungkan hal hal yang telah berlalu. Sejenak tersadar dan ingin kembali ke hakikat penciptaan diri ini yaitu "Mengabdi kepada Allah".

Namun sebagai insan yang dhoif yang senantiasa diikuti oleh bisikan bisikan syetan kerap sekali semangat untuk kembali ke jalan Allah menguap kembali karena rutinitas keduniaan.

Melalui tulisan ini. Admin mencoba menghitung diri, menghitung waktu yang telah berlalu sambil memikirkan jatah waktu yang tersisa yang keberadaan sisa itu merupakan misteri sekaligus menjadi ujian ketaatan seorang hamba kepada Khaliqnya.

Dalam sehari. Paling tidak kita diperintah rukuk sebanyak 17 kali di 5 waktu sholat. Didalam 60 waktu dalam sebulan tersebut. Berapa waktu yang telah terabaikan dan waktu yang mana yang paling sering diabaikan?

Untuk kita yang istiqomah menjaga 60 waktu sholat dalam sebulan dan 720 waktu sholat fardhu di dalam setahun bagian rukun yang mana kita tidak memahami apa apa yang kita panjatkan kepada Allah. Atau malah dalam bait bait untaian bacaan sholat yang penuh do'a itu hati kita lalai dan pikiran melayang jauh mengancang ancang rencana dalam sholat yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

Sholat senantiasa disandingkan dengan zakat atau pengorbanan harta. Berapa rupiah sudah yang kita keluarkan di tahun 1440 Hijriyah ini untuk bekal dan andalan kita kelak di akhirat. Bagi kita yang bersedakah 2ribuan di hari jumat. maka dalam sebulan cuma 8ribu yang dikeluarkan di jalan Allah. Tidak sebanding dengan biaya rokok yang dikeluarkan per harinya.

Di bulan Ramadhan yang merupakan bulan pembakaran dosa. Apakah benar benar dosa kita telah dibakar dan dihanguskan dengan berpuasa? Apakah tidak ada sikap yang membuat pahala puasa itu menguap dan hanya menjadi fatamorgana yang seolah olah ada padahal tiada. Dan berapa banyak pula penyakit hati yang sempat mampir mengotori qalbu kita dengan memandang diri adalah orang yang shalih, orang yang paling baik saat kita melihat orang lain tidak berpuasa seperti kita di bulan yang sama di bulan pengampunan.

Bagi kita yang beraktifitas memenuhi kebutuhan sehari hari. Berapa banyak titik darah yang sudah terbentuk dihasilkan dari usaha yang haram atau bahkan dengan cara yang haram. Berapa banyak harta dan milik orang lain yang diambil secara sembunyi sembunyi? Padahal jika suatu saat kita bertaubat bukankah salah satu syaratnya adalah mengembalikan hak orang lain. Apa yang akan kita lakukan saat kita akan mengembalikan hak orang lain yang pernah kita ambil ternyata sudah lebih dahulu ke alam barzakh? apakah kita yakin aman di alam mahsyar sana dimana saat itu sebuah kebaikan walau sekecil atom akan dihitung dan sangat dibutuhkan. Pada saat itu buah alpukat yang dicuri akan dipikul sambil mencari pemilik nya di kerumuman milyaran manusia.

Ini hanyalah sebagian kecil dari gambaran aktifitas kita. Hal ini belum dihitung secara detail apa yang telah dilakukan oleh hati kita, tangan kita, mata kita, telinga kita dan seluruh anggota tubuh kita.

Hal ini belum termasuk tanggung jawab kita terhadap saudari kita, anak perempuan kita yang sering terjadi permasalahan pada hijabnya.

Kita sama sama berdo'a Semoga di akhir tahun 1440 hiriyah ini menjadi refleksi kita melihat kedepan dan memulai yang baru dengan semangat kebaikan di 1 Muharram 1441 Hijriyah besok insya Allah.
#NelponUnlimitedTsel
#50GbFlashTsel #Paket1500SmsArmaila
Advertisement