Apa Yang Dicari Dalam Hidup? Dunia Atau Akhirat?

Advertisement

Advertisement
Apa Yang Dicari Dalam Hidup? Dunia Atau Akhirat? | Jam sudah menunjukkan pukul 2:03 Dini hari 8 agustus 2019. Namun mata ini belum bisa juga diajak untuk beristirahat. Pikiran melayang jauh menyusuri ruang dan waktu. Ingin rasanya mengupdate status di sosmed tentang kegalauan ini namun diurungkan karena merasa ruang untuk menulis di sosmed sangat terbatas. Akhirnya aku mencoba mengukir pemikiran pemikiran dalam kepala ini dalam sebuah tulisan yang kumuat di web yang sangat aku sayangi ini.

Apa Yang Dicari Dalam Hidup

Terlintas dalam benak ini. Sebenarnya dalam hidup ini apakah yang dicari? detik dan menit silih berganti bertukar menjadi jam dan hari bahkan tahun. Namun terkadang masih bingung untuk hal apa tahun tahun itu digunakan.

Aku mulai merenung dan memikirkan serta mengingat ingat percakapanku dengan istri yang pernah sekilas membahas ini.

Apa Yang Dicari Dalam Hidup? Dunia Atau Akhirat?

Kehidupan ini ada dua; kehidupan fana dan kehidupan abadi. di dua jenis kehidupan tersebut membutuhkan bekal tersendiri. Kehidupan Fana adalah kehidupan dunia yang tiada seorang manusia pun yang bisa melewati kehidupan ini sekalipun ingin hidup di akhirat saja karena fitrah manusia itu adalah khalifah di muka bumi ini.

Menjalani kehidupan di dunia fana ini maka perlu ke beberapa faktor yang dibutuhkan oleh insan tersebut. kehidupan itu meliputi kebutuhan primer, skunder dan tersier.

Setiap orang tentu saja berbeda tingkat kebutuhannya. Dan setiap orang juga berbeda hal hal yang ia lakukan dalam memenuhi kebutuhannya itu.

Kehidupan akhirat adalah kehidupan utama walaupun berada diposisi kedua. Dalam arti untuk masuk ke kehidupan akhirat harus melewati kehidupan didunia walaupun sering kita melihat seseorang yang hanya beberapa saat hidupnya didunia atau bahkan sama sekali tidak bernyawa saat terlahir ke dunia namun ia tetap harus melewati alam dunia tesebut walau belum sempat menghirup oksigen di planet ke tiga ini.

Kehidupa akhirat tidak terlepas dari kehidupan dunia. Namun sering dan acapkali kita melihat aktifitas memenuhi kebutuhan dunia sampai melupakan kebutuhan untuk kehidupan akhirat nanti. Oleh karen itu diperlukan pemetaan kehidupan untuk dunia dan akhirat.

Seorang muslim memiliki prinsip dan cita cita yang seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat. Hal ini sering tergambarkan dalam lantunan doa yang sering diucapkan oleh muslim yang tidak mengabaikan rukun islamnya yang kedua.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Ya Allah, berikanlah kepada Kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah Kami dari siksa neraka.” (QS. al-Baqarah : 201)

Apa Yang Dicari Dalam Kehidupan Dunia Ini

Kemewahan tidak mesti tetapi apa yang dibutuhkan selalu ada dan tercukupi. Ini sudah lebih dari cukup untuk sesuatu yang dicari dalam kehidupan dunia ini. Namun secara umum yang dicari dalam kehidupan dunia adalah kebutuhan materil untuk memudahkan langkah menjemput kebahagiaan kehidupan akhirat.

Rumah Boutique

Dalam sebuah kesempatan. Istri pernah berkata bahwa dalam sebuah target yang ia buat adalah memiliki "Rumah Boutique" untuk memudahkan bisnis online shope yang ia lakoni selama ini. Semoga saja segera terwujud

Rumah Boutique

Kendaran

Manusia adalah makhluk yang senantiasa dan tidak terlepas dari kendaraan. Sebelum ia terlahir ia masih berada di tulang rusuk ayahnya. Kemudian berpindah ke rahim ibunya. Setelah terlahir kedunia sampai beberap tahun orang tuanya menjadi kendaraannya. Setelah beranjak dewasa dan bertambah usia maka kendaraannya pun berbeda. 

kendaraan

Namun kendaraan yang paling baik adalah kendaraan yang memberikan kebaikan untuk diri dan bisa memberikan manfaat juga untuk orang lain. Kendaraan yang baik adalah kendaraan yang memudahkan pengendara itu untuk berbuat baik (amal shalih)

Haji dan Umroh

Sebagai seorang muslim yang ingin menyempurnakan rukun islamnya tentu salah satu incaran dalam kehidupannya adalah bisa menunaikan ibadah haji dan umroh. 

haji dan umroh

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: العمرةُ إلى العمرةِ كفَّارَةٌ لمَا بينَهمَا ، والحجُّ المبرورُ ليسَ لهُ جزاءٌ إلا الجنَّةُ

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Dengan fadilah yang demikian besar tentu setiap muslim bercita cita untuk hal tersebut

Kelapangan Rizki

Dengan memiliki rizki yang luas semangat untuk saling membantu sesama pun bisa diwujudkan dengan bersodaqoh. Namun indahnya dalam islam untuk bersodaqoh tidak selalu harus dengan materi. Senyuman yang ikhlas kepada sesama juga terhitung sebagai sodaqoh. Jika sebuah senyuman saja dihitung sebuah sodaqoh konon lagi yang diberikan bukan senyuman melainkan materil. Dengan syarat memberi materil tidak disertai dengan menyakiti. Karena akan sia sia kebaikan sedekah jika disertai dengan menyakiti
kelapangan rizki

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تُبْطِلُواْ صَدَقَاتِكُم بِالْمَنِّ وَالأذَى كَالَّذِي يُنفِقُ مَالَهُ رِئَاء النَّاسِ وَلاَ يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْداً لاَّ يَقْدِرُونَ عَلَى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُواْ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir . “ (Al Baqarah:264)

Mencari Kehidupan Akhirat

Puncak dari segala aktifitas adalah mencari bekal untuk kehidupan akhirat. Semua aktifitas yang dihukumi boleh akan bernilai pahala jika diniatkan untuk mengabadi kepada Allah sesuai fitrah manusia yang dijadikan di muka bumi ini untuk mengabdi kepada Allah.

Bersambung "Insya Allah" >>

Advertisement