Terlalu Mengandalkan Google Maps, Nyasar ke Rawa Rawa Subulussalam

Advertisement

Advertisement

Armaila Advertisement
#Combo17GbArmailaV2
Terlalu Mengandalkan Google Maps, Nyasar ke Rawa Rawa Subulussalam -  Hai rakan sebet Armaila. kali ini aku ingin berbagi cerita bagaiamana bisa nyasar ke jalan yang sudah mirip rawa rawa dan ditambah lagi pada tengah malam.

Terlalu Mengandalkan Google Maps

Jadi ceritanya saat itu aku dan keluarga rihlah ke kota Medan sekalian ada urusan "Abang Kul" (Abang Paling Tua) untuk mencari penampung biji kopi.

penampung biji kopi

Setelah urusan bisnis itu selesai kami kemudian berencana jalan jalan ke Tapak Tuan. Namun sebelum itu kami mencoba untuk mengunjungi "Kebun Madu Efi" yang lagi tenar tenarnya di dunia maya.

Kebun Madu Efi

Tapi sayang, saat kami sudah sampai dilokasi tujuan ternyata taman ini sedang tutup. Akhirnya kami berbalik arah dan meninggalkan taman bunga kebun madu efi ini yang berlamatkan di Jl. Kabanjahe - Siosar KM.13 Siosar, Sukamaju, Tigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara 22171, Provinsi: Sumatera Utara, Telepon: 0813-7147-0606. Semoga aja informasi itu bermanfaat bagi yang berniat untuk bermain main ke kebun madu efi tersebut.

Dari kabupaten karo ini, aku mulai mencoba menggunakan google maps untuk mengetahui jalur terdekat menuju kota Tapak Tuan. Singkat cerita, petunjuk jalan yang diberikan oleh aplikasi google maps ini kami gunakan tanpa masalah sampai ke kota subulussalam.

Google Maps adalah layanan pemetaan web yang dikembangkan oleh Google. Layanan ini memberikan citra satelit, peta jalan, panorama 360°, kondisi lalu lintas, dan perencanaan rute untuk bepergian dengan berjalan kaki, mobil, sepeda, atau angkutan umum.

Perjalanan yang kami tempuh berjalan mulus. Pada saat itu hanya Abang Kul saja yang On Air alias terjaga selalu driver. Sementara aku dan anggota keluarga lainnya asik berenang di dunia mimpi yang terkadang terbangun gara gara jalan yang mulai terasa nggak nyaman.

Nah, saat jalan jalan mulai terasa tidak nyaman inilah mulai tercium aroma kesasar gara gara menggunakan google maps ini.

Untuk memastikan kami tersesat atau tidak akibat terlalu percaya sama mbah google ini akhirnya Abang Kul membangunkan ku dan menanyakan "Apakah jalan kita ini sudah betul?, Aku rasa kita mulai kesasar".

Selanjutnya ku coba menggunakan HP aka kul untuk mencoba melihat aplikasi google maps. Dan ternyata benar saja. Kami sudah keluar jauh dari Jalan Utama/Jalan raya yang menghubungkan kami dari Subulussalam ke Tapak Tuan.

Namun di google maps tersebut sama sekali tidak menyuruh kembali. Biasanya ada cewek di google maps yang cerewet banget jika sudah keluar dari jalur pasti selalu teriak teriak "Putar Arah". Tapi ini tidak.

Aku merasa tidak masalah karena google maps menunjukkan bahwa jalan yang kami tempuh saat ini akan kembali ke jalan Utama sekitar 60 KM kedepan. Dengan percaya didrinya aku mengatakan ke Abang Kul "Lanjutkan aja, jalan kita sudah benar". Namun apa yang terjadi??

Setelah lebih dari 30 menit mengikuti arahan dari google maps akhirnya jalan yang kami lalui tembus ke Rawa Rawa. Untung saja belum sampai masuk ke Rawa itu. Kalo sudah masuk bisa "Magoh Rembege Ni".

Oya, kami saat itu melakukan perjalanan 2 Mobil. Kami di depan dan Abang Ucak di belakang. Jika kami tersesat maka sudah pasti dia juga tersesat. Tapi apakah benar cuma kami saja yang tersesat?

Ternyata tidak. Ada lagi sebuah mobil yang diam diam mengikuti kami. Mungkin dia sama seperti kami, baru pertama sekali menempuh jalan tersebut. 

Saat kami tersesat dan ia pun turut tersessat. Mengetahui didepan kami adalah jalan yang sudah mirip Rawa Rawa "perumen" maka Abang Kul mencoba mundurkan mobil dan tiba tiba "kraaaakkkk". Bagian belakang mobil kami menghantam sisi kanan mobil abang Ucak.

Abang Kul tidak menyadari bahwa mobil orang yang sempat mengikuti kami dan bergegas berputar arah untuk pergi adalah Abang Ucak. Padahal itu orang lain. Maklum saat itu gelap sekali. Sekitar jam 2 Malam.

Oya. Sebelum melewati ini, kami sempat bertemu dengan seorang pemuda dan menanyakan kepadanya "apakah jalan ini akan tembus ke jalan raya" ia mengatakan benar. jalan ini bisa tembus ke jalan raya tetapi ini jalan proyek yang ada sistem buka tutup. 

Karena sudah kecebur duluan dengan perjalanan yang lumanyan jauh akhirnya kami coba untuk menyusuri jalan proyek ini yang nyata nyatanya tembus ke rawa rawa.

Singkat cerita kami pun putar balik dan giliranku sebagai driver. Aku melirik jam tanganku dan saat itu jam 2 malam. 

Setelah 30 menitan lebih baru lah aku sampai di kota Subulussalam dan mulai terlihat dimana awal nyasarnya. Tugu ini menjadi kenangan tersesat ke rawa rawa akibat pakai google maps.

Nyasar ke Rawa Rawa Subulussalam

Oya biar adil. Aku ceritakan juga bahwa saat berada di sidikalang, jalur kami sudah benar. jadi aku matikan GPS dan HP karena sudah melihat jalan lintas. Cuma gara gara rambu rambu yang kurang mengarah juga akhirnya bukan mengarahkan kami ke jalan yang benar tetapi malah ke jalan yang tersesat. hehehehe
Advertisement