Semua Manusia Tertidur. Saat Mati, Mereka Terbangun

Advertisement

Advertisement

Armaila Advertisement
#Combo17GbArmailaV2
Semua Manusia Tertidur. Saat Mati, Mereka Terbangun | Terkadang kita merasa iri kepada beberap kaum muslimin yang diberikan kemuliaan dengan hembusan nafas terakhir menghadap Allah. Ada sebagian orang usianya ditutup saat sholat, membaca al qur'a, sedang mengajar dan sedang menolong.

mereka menghabiskan kehidpuan dengan kebaikan. Tatkala orang lain mengantarkannya dengan berbondong bondong ke pemakamanya, apakah kita akan diantar kan orang lain suatu hari nanti. apakah kita akan didoakan orang lain suatu hari.



Sayidina ‘Ali bin Abi Thalib karomallahu wajhah berkata:

الناس نيام فإذا ماتوا انتبهوا
Manusia itu sesungguhnya dalam keadaan tidur, dan jika telah meninggal dunia, barulah mereka terjaga.

Ada yang tidur di kebun

Ada yang tidur di perdagangan

Ada yang tidur di kantor

Ada yang tidur di usaha

baru terbangun saat sudah meninggal, ternyata semua tipuan dan tidak memiliki hakikat dan baru disadari ketika nafas telah terputus.

Kata imam fudhoil bin iyad "ada satu hal penting, yang pasti, tetapi paling diabaikan oleh manusia".

Biasanya suatu yang penting, pasti, akan diperhatikan manusia. Sebagai contoh. ada pengumuman akan ada pembagian selimut pada jam 3 malam. dan yang mengumumkan adalah orang yang pasti mewujudkan omongannya.

Kira kira, apakah orang orang akan berjaga jaga agar mendapatkan pembagian selimut itu pada jam 3. orang orang akan menganggap perkara pembagian selimut ini adalah perkara besar.

Perkara pasti, penting dan paling diabaikan adalah kematian.

tidak ada perkara yang lebih penting dari mati

tidak ada perkara yang pasti terjadi selain mati.

Tidak mesti anak mengantarkan jenazah ayah ke perkuburan
Tidak mesti cucu mengantarkan jenazah kakek ke perkuburan
namun bisa saja 
ayah mengantarkan anak ke pemakaman
kekek mengantarkan cucu ke pemakaman.

Saat ini yang dihadapi seorang mayit hanya dua, kebahagiaan dalam naungan kasih sayang Allah atau kesengsaraan pada tempat yang buruk tempat yang celaka.

Pesannya saat ini untuk memilih salah satu tempat itu. setiap pilih memiliki konsekwensi. Jika ingin tempat yang bagus maka hidup dengan benar, perkuat ibadah. dan sebaliknya.\

Kapan seseorang mengetahui dirinya sebagai penghuni surga atau penghuni neraka? dia mengetahui dirinya manusia bahagia atau manusia celaka saat didatangi Malaikat maut.

Kata sebagian orang, jika seorang sekarat dengan kesulitan dia akan bernasib celaka. padahal tidak bisa demikian, itu bukanlah ukuran. karena ada sebagian orang ketika hidup banyak ibadah, tetapi ternyata ada kesalahan dan kekhilafannya. Akhirnya dibalaskan pada saat itu berupa sekarat yang menyakitkan sehingga saat dia menghadap Allah tidak ada lagi keburukan yang dia bawa, semua keburukan sudah dibalaskan pada saat pencabutan nyawanya.

Ada lagi orang yang jahat, zholim. namun ada satu kebaikannya, maka saat pencabutan nyawanya Allah bayarkan pada saat itu sehingga tidak ada lagi kebaikan yang dibawanya.

Namun ada tanda tanda kematian yang baik salah satunya keringat yang muncul di kening.

Untuk kita yang masih Allah beri kesempatan mari manfaatkan untuk memaksimalkan kembaikan. Jika ada orang yang merasa sudah sempurna maka sebenarnya dia sudah tertipu.

Ada 3 hal yang harus kita benahi dan perbaiki dalam hidup ini

#1 Aqidah Yang Lurus

keyakinan penuh kepada Allah. Bukan sekedar percaya Allah itu ada. Jika hanya mengakui Tuhan Ada maka orang kafir quraisy juga mengakui itu. Tetapi keyakinan penuh terhadap Allah atas semua dalam kehidupan semua dalam pengaturan Allah semata mata.

Jika sudah tertancap kuat keyakinan kuat maka tidak ada penyembahan, pengabdian kecuali hanya kepada Allah SWT saja.

Seorang muslim tidak akan pernah menundukkan keningnya kepada Makhluk. Namun jangan salah paham pada "semah" dalam adat gayo, karena itu hormat memuliakan.

diriwayatkan, zaman dahulu ada orang yang masuk surga gara gara satu nyamuk, dan ada orang masuk neraka gara gara satu nyamuk.

zaman itu ada sebuah kampung yang mencegat orang yang lewat untuk memberikan persembahan kepada patung tuhan. 

ada seorang yang karena tidak memiliki apa pun untuk dipersembahkan maka para pencegat mengarahkannnya untuk memberikan persembahan walau hanya dengan seekor nyamuk.

orang itu pun menangkap seekor nyamuk dan meletakkannya di patung tuhan para penghuni kampung tersebut. dan dia pun mati langsung dimasukkan ke dalam neraka.

Ada lagi seorang yang melewati perkampungan tersebut dan diperintahkan untuk melakukan hal yang sama. Namun dia menolak walau hanya melakukan persembahan sepele berupa seekor nyamuk.

Akhirnya dia dibunuh dan dia masuk kedalam surga sebab seekor nyamuk.

itulah pentingnya aqidah yang menancap dalam hati.
dalam riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, secara marfu’ dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“جَدِّدُوا إِيمَانَكُمْ “، قِيلَ: يَا رَسُولَ اللهِ، وَكَيْفَ نُجَدِّدُ إِيمَانَنَا؟ قَالَ: ” أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ “

“Perbarui iman kalian”

“Ya Rasulullah, bagaimana cara kami memperbarui iman kami?” tanya para sahabat.

Beliau bersabda, “Perbanyaklah mengucapkan ‘Laa ilaaha illallaah’.”

#2 Ibadah yang Benar

Pertama mau beribadah dan ibadahnya benar. Yaitu ibadah itu mau dilaksanakan dan dilakukan dengan benar. apakah ada yang tidak benar? ada, salah satunya adalah ketidak tepatan dalam menghadap kiblat. 

Jika tidak tepat kiblat maka tidak tepat sholatnya. jika tidak tepat sholatnya maka tidak ada nilai pahalanya. 

Namun ada yang mengatakan bahwa "tuhan sudah tau apa isi hati kita, penting sudah sholat" padahal tidaklah demikian. Karena Tuhan itulah yang memerintahkan untuk sholat menghadap kiblat.

Selain kiblat juga harus memperhatikan suci pakaian dari najis.

Penyebab rusak ibadah salah satunya adalah Tidak mau mengaji ke para guru guru.

Ada sebagian orang berkata. "kami tidak lah sholat, ada sholat tapi jrang jarang. namun di hati kami baik"

ketahuilah "orang yang sudah mau sholat adalah orang yang baik walaupun ada keburukannya, tetapi orang yang tidak mau sholat adalah orang yang buruk walaupun ada kebaikannya".

Bagaimana mungkin orang dikatakan baik, jika kepada tuhanNya saja dia ingkar. jika kepada tuhannya dia tidak pandai berterima kasih atas semua nikmat yang diberikan kepadanya itu adalah orang yang buruk.

#3 Akhlak Yang Mulia

akhlak yang mulia kepada diri sendiri, keluarga dan sesama. ada yang kepada dirinya sendiri tidak bisa berakhlak dengan cara berjudi, mengkonsumsi narkoba dan lainnya.
Advertisement