Surat Al Hijr (Daerah Pegunungan) 99 Ayat - Al Qur'an dan Terjemahan

Advertisement

Advertisement
Surat Al Hijr (Daerah Pegunungan) 99 Ayat - Al Qur'an dan Terjemahan | Surat ini terdiri atas 99 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah. Al Hijr adalah nama sebuah daerah pegunungan yang didiami zaman dahulu oleh kaum Tsamud terletak di pinggir jalan antara Madinah dan Syam (Syria).
Nama surat ini diambil dari nama daerah pegunungan itu, berhubung nasib penduduknya yaitu kaum Tsamud diceritakan pada ayat 80 sampai dengan 84, mereka telah dimusnahkan Allah s.w.t., karena mendustakan Nabi Shaleh a.s. dan berpaling dari ayat-ayat Allah. Dalam surat ini terdapat juga kisah-kisah kaum yang lain yang telah dibinasakan oleh Allah seperti kaum Luth a.s. dan kaum Syu'aib a.s. Dari ke semua kisah-kisah itu dapat diambil pelajaran bahwa orang-orang yang menentang ajaran rasul-rasul akan mengalami kehancuran. 

Pokok-pokok isinya : 

1. Keimanan:
Kepastian nasib suatu bangsa hanya di tangan Allah; Allah menjamin kemurnian Al Quran sepanjang masa; syaitan tidak dapat menaiki alam malakut, karena ada yang menjaganya, alam malakut (langit) senantiasa dijaga dari syaitan; kadar rezki yang diberikan kepada manusia sesuai dengan hikmah kebijaksanaan Allah; Allah memelihara hambaNya yang telah mendapat taufiq dari godaan syaitan; Allah di samping bersifat pengampun dan penyayang juga mengazab orang-orang yang ingkar; manusia dihimpun pada hari kiamat. 

2. Hukum-hukum:
Larangan melakukan homosexuel; kewajiban melakukan ibadah selama hidup; larangan menginginkan harta orang kafir; perintah kepada Nabi Muhammad s.a.w. agar melakukan da'wah agama secara terang-terangan; larangan berputus asa terhadap rahmat Allah. 

3. Kisah-kisah:
Nabi Ibrahim a.s. dengan kaumnya; Nabi Luth a.s. dengan kaumnya; kaum Syu'aib dan kaum Shaleh a.s. (Tsamud). 

4. Dan lain-lain:
Kejadian-kejadian dalam alam ini menunjukkan kebesaran Allah; kejadian alam dan isinya mengandung hikmah; angin mengawinkan tepung sari bunga-bungaan; asal kejadian Adam a.s. 

Surat Al Hijr (Daerah Pegunungan) 99 Ayat - Al Qur'an dan Terjemahan

Dalam surat Al Hijr ini banyak terdapat ayat-ayat yang menunjukkan bukti-bukti adanya Allah serta kekuasaan-Nya, baik bukti-bukti yang ada di langit dan di bumi, maupun yang ada pada kejadian manusia serta kehidupan mereka. Disebutkan pula di dalamnya kisah-kisah beberapa nabi dan macam-macam azab yang ditimpakan kepada kaum yang mendustakan para rasul Allah itu. Tercantum juga tentang anugerah Allah yang besar yang diberikan kepada Nabi Muhammad s.a.w. yakni As Sab'ul Matsaani atau surat Al Faatihah dan Al Quranul Karim. 

HUBUNGAN SURAT AL HIJR DENGAN SURAT AN NAHL 

1. Sebagaimana umumnya surat-surat yang turun di Mekah sebelum hijrah berisi soal-soal ketauhidan, kerasulan dan hari kiamat, begitu pulalah kedua surat ini. 

2. Pada bagian akhir surat Al Hijr (ayat 92, 93), Allah menyatakan bahwa manusia akan diminta pertanggungan jawabnya pada hari kiamat terhadap apa yang telah dikerjakannya di dunia ini, maka pada awal surat An Nahl, Allah menegaskan kepastian datangnya hari kiamat itu, dan pada ayat 93 An Nahl ditegaskan lagi pertanggungan jawab manusia itu. 

3. Pada bagian pertama surat Al Hijr, Allah menerangkan tentang kebenaran Al Quran serta jaminan-Nya untuk memeliharanya, sedang dalam surat An Nahl terdapat ancaman-ancaman terhadap mereka yang mendustakan kebenaran Al Quran itu. 

Surat Al-Hijr

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

  1. الۤرٰ ۗتِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ وَقُرْاٰنٍ مُّبِيْنٍ ۔alif lām rā, tilka āyātul-kitābi wa qur`ānim mubīnAlif Lam Ra. (Surah) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Kitab (yang sempurna) yaitu (ayat-ayat) Al-Qur'an yang memberi penjelasan.
  2. رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَوْ كَانُوْا مُسْلِمِيْنَ rubamā yawaddullażīna kafarụ lau kānụ muslimīnOrang kafir itu kadang-kadang (nanti di akhirat) menginginkan, sekiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang Muslim.
  3. ذَرْهُمْ يَأْكُلُوْا وَيَتَمَتَّعُوْا وَيُلْهِهِمُ الْاَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ żar-hum ya`kulụ wa yatamatta'ụ wa yul-hihimul-amalu fa saufa ya'lamụnBiarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong) mereka, kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatannya).
  4. وَمَآ اَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ اِلَّا وَلَهَا كِتَابٌ مَّعْلُوْمٌ wa mā ahlaknā ming qaryatin illā wa lahā kitābum ma'lụmDan Kami tidak membinasakan suatu negeri, melainkan sudah ada ketentuan yang ditetapkan baginya.
  5. مَا تَسْبِقُ مِنْ اُمَّةٍ اَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُوْنَ mā tasbiqu min ummatin ajalahā wa mā yasta`khirụnTidak ada suatu umat pun yang dapat mendahului ajalnya, dan tidak (pula) dapat meminta penundaan(nya).
  6. وَقَالُوْا يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْ نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ اِنَّكَ لَمَجْنُوْنٌ ۗ wa qālụ yā ayyuhallażī nuzzila 'alaihiż-żikru innaka lamajnụnDan mereka berkata, “Wahai orang yang kepadanya diturunkan Al-Qur'an, sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar orang gila.
  7. لَوْمَا تَأْتِيْنَا بِالْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ lau mā ta`tīnā bil-malā`ikati ing kunta minaṣ-ṣādiqīnMengapa engkau tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika engkau termasuk orang yang benar?”
  8. مَا نُنَزِّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةَ اِلَّا بِالْحَقِّ وَمَا كَانُوْٓا اِذًا مُّنْظَرِيْنَ mā nunazzilul-malā`ikata illā bil-ḥaqqi wa mā kānū iżam munẓarīnKami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan kebenaran (untuk membawa azab) dan mereka ketika itu tidak diberikan penangguhan
  9. اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَاِنَّا لَهٗ لَحٰفِظُوْنَ innā naḥnu nazzalnaż-żikra wa innā lahụ laḥāfiẓụnSesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya.
  10. وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ فِيْ شِيَعِ الْاَوَّلِيْنَ wa laqad arsalnā ming qablika fī syiya'il-awwalīnDan sungguh, Kami telah mengutus (beberapa rasul) sebelum engkau (Muhammad) kepada umat-umat terdahulu.
  11. وَمَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ wa mā ya`tīhim mir rasụlin illā kānụ bihī yastahzi`ụnDan setiap kali seorang rasul datang kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokannya.
  12. كَذٰلِكَ نَسْلُكُهٗ فِيْ قُلُوْبِ الْمُجْرِمِيْنَۙkażālika naslukuhụ fī qulụbil-mujrimīnDemikianlah, Kami memasukkannya (olok-olok itu) ke dalam hati orang yang berdosa,
  13. لَا يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ وَقَدْ خَلَتْ سُنَّةُ الْاَوَّلِيْنَ lā yu`minụna bihī wa qad khalat sunnatul-awwalīnmereka tidak beriman kepadanya (Al-Qur'an) padahal telah berlalu sunatullah terhadap orang-orang terdahulu.
  14. وَلَوْ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَابًا مِّنَ السَّمَاۤءِ فَظَلُّوْا فِيْهِ يَعْرُجُوْنَۙwalau fataḥnā 'alaihim bābam minas-samā`i fa ẓallụ fīhi ya'rujụnDan kalau Kami bukakan kepada mereka salah satu pintu langit, lalu mereka terus menerus naik ke atasnya,
  15. لَقَالُوْٓا اِنَّمَا سُكِّرَتْ اَبْصَارُنَا بَلْ نَحْنُ قَوْمٌ مَّسْحُوْرُوْنَ laqālū innamā sukkirat abṣārunā bal naḥnu qaumum mas-ḥụrụntentulah mereka berkata, “Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir.”
  16. وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى السَّمَاۤءِ بُرُوْجًا وَّزَيَّنّٰهَا لِلنّٰظِرِيْنَۙwa laqad ja'alnā fis-samā`i burụjaw wa zayyannāhā lin-nāẓirīnDan sungguh, Kami telah menciptakan gugusan bintang di langit dan men-jadikannya terasa indah bagi orang yang memandang(nya),
  17. وَحَفِظْنٰهَا مِنْ كُلِّ شَيْطٰنٍ رَّجِيْمٍۙwa ḥafiẓnāhā ming kulli syaiṭānir rajīmdan Kami menjaganya dari setiap (gangguan) setan yang terkutuk,
  18. اِلَّا مَنِ اسْتَرَقَ السَّمْعَ فَاَتْبَعَهٗ شِهَابٌ مُّبِيْنٌ illā manistaraqas-sam'a fa atba'ahụ syihābum mubīnkecuali (setan) yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dikejar oleh semburan api yang terang.
  19. وَالْاَرْضَ مَدَدْنٰهَا وَاَلْقَيْنَا فِيْهَا رَوَاسِيَ وَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَّوْزُوْنٍwal-arḍa madadnāhā wa alqainā fīhā rawāsiya wa ambatnā fīhā ming kulli syai`im mauzụnDan Kami telah menghamparkan bumi dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung serta Kami tumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran.
  20. وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيْهَا مَعَايِشَ وَمَنْ لَّسْتُمْ لَهٗ بِرَازِقِيْنَ wa ja'alnā lakum fīhā ma'āyisya wa mal lastum lahụ birāziqīnDan Kami telah menjadikan padanya sumber-sumber kehidupan untuk keperluanmu, dan (Kami ciptakan pula) makhluk-makhluk yang bukan kamu pemberi rezekinya.
  21. وَاِنْ مِّنْ شَيْءٍ اِلَّا عِنْدَنَا خَزَاۤىِٕنُهٗ وَمَا نُنَزِّلُهٗٓ اِلَّا بِقَدَرٍ مَّعْلُوْمٍ wa im min syai`in illā 'indanā khazā`inuhụ wa mā nunazziluhū illā biqadarim ma'lụmDan tidak ada sesuatu pun, melainkan pada sisi Kamilah khazanahnya; Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran tertentu.
  22. وَاَرْسَلْنَا الرِّيٰحَ لَوَاقِحَ فَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَسْقَيْنٰكُمُوْهُۚ وَمَآ اَنْتُمْ لَهٗ بِخَازِنِيْنَwa arsalnar-riyāḥa lawāqiḥa fa anzalnā minas-samā`i mā`an fa asqainākumụh, wa mā antum lahụ bikhāzinīnDan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan (air) itu, dan bukanlah kamu yang menyimpannya.
  23. وَاِنَّا لَنَحْنُ نُحْيٖ وَنُمِيْتُ وَنَحْنُ الْوَارِثُوْنَ wa innā lanaḥnu nuḥyī wa numītu wa naḥnul-wāriṡụnDan sungguh, Kamilah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi.
  24. وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنْكُمْ وَلَقَدْ عَلِمْنَا الْمُسْتَأْخِرِيْنَ wa laqad 'alimnal-mustaqdimīna mingkum wa laqad 'alimnal-musta`khirīnDan sungguh, Kami mengetahui orang yang terdahulu sebelum kamu dan Kami mengetahui pula orang yang terkemudian.
  25. وَاِنَّ رَبَّكَ هُوَ يَحْشُرُهُمْۗ اِنَّهٗ حَكِيْمٌ عَلِيْمٌ wa inna rabbaka huwa yaḥsyuruhum, innahụ ḥakīmun 'alīmDan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang akan mengumpulkan mereka. Sungguh, Dia Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
  26. وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍۚ wa laqad khalaqnal-insāna min ṣalṣālim min ḥama`im masnụnDan sungguh, Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
  27. وَالْجَاۤنَّ خَلَقْنٰهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَّارِ السَّمُوْمِ wal-jānna khalaqnāhu ming qablu min nāris-samụmDan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.
  28. وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ خَالِقٌۢ بَشَرًا مِّنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍۚ wa iż qāla rabbuka lil-malā`ikati innī khāliqum basyaram min ṣalṣālim min ḥama`im masnụnDan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Sungguh, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.
  29. فَاِذَا سَوَّيْتُهٗ وَنَفَخْتُ فِيْهِ مِنْ رُّوْحِيْ فَقَعُوْا لَهٗ سٰجِدِيْنَ fa iżā sawwaituhụ wa nafakhtu fīhi mir rụḥī faqa'ụ lahụ sājidīnMaka apabila Aku telah menyempurnakan (kejadian)nya, dan Aku telah meniupkan roh (ciptaan)-Ku ke dalamnya, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.”
  30. فَسَجَدَ الْمَلٰۤىِٕكَةُ كُلُّهُمْ اَجْمَعُوْنَۙfa sajadal-malā`ikatu kulluhum ajma'ụnMaka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,
  31. اِلَّآ اِبْلِيْسَۗ اَبٰىٓ اَنْ يَّكُوْنَ مَعَ السّٰجِدِيْنَ illā iblīs, abā ay yakụna ma'as-sājidīnkecuali Iblis. Ia enggan ikut bersama-sama para (malaikat) yang sujud itu.
  32. قَالَ يٰٓاِبْلِيْسُ مَا لَكَ اَلَّا تَكُوْنَ مَعَ السّٰجِدِيْنَ qāla yā iblīsu mā laka allā takụna ma'as-sājidīnDia (Allah) berfirman, “Wahai Iblis! Apa sebabnya kamu (tidak ikut) sujud bersama mereka?”
  33. قَالَ لَمْ اَكُنْ لِّاَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهٗ مِنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍ qāla lam akul li`asjuda libasyarin khalaqtahụ min ṣalṣālim min ḥama`im masnụnIa (Iblis) berkata, “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.”
  34. قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَاِنَّكَ رَجِيْمٌۙqāla fakhruj min-hā fa innaka rajīmDia (Allah) berfirman, “(Kalau begitu) keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,
  35. وَّاِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ wa inna 'alaikal-la'nata ilā yaumid-dīn dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari Kiamat.”
  36. قَالَ رَبِّ فَاَنْظِرْنِيْٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ qāla rabbi fa anẓirnī ilā yaumi yub'aṡụnIa (Iblis) berkata, “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka berilah penangguhan kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan.”
  37. قَالَ فَاِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِيْنَۙqāla fa innaka minal-munẓarīn Allah berfirman, “(Baiklah) maka sesungguhnya kamu termasuk yang diberi penangguhan,
  38. اِلٰى يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُوْمِ ilā yaumil-waqtil-ma'lụmsampai hari yang telah ditentukan (kiamat).”
  39. قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ qāla rabbi bimā agwaitanī la`uzayyinanna lahum fil-arḍi wa la`ugwiyannahum ajma'īnIa (Iblis) berkata, “Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya,
  40. اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ illā 'ibādaka min-humul-mukhlaṣīn kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.”
  41. قَالَ هٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيْمٌ qāla hāżā ṣirāṭun 'alayya mustaqīmDia (Allah) berfirman, “Ini adalah jalan yang lurus (menuju) kepada-Ku.”
  42. اِنَّ عِبَادِيْ لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطٰنٌ اِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغٰوِيْنَ inna 'ibādī laisa laka 'alaihim sulṭānun illā manittaba'aka minal-gāwīnSesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat.
  43. وَاِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ اَجْمَعِيْنَۙwa inna jahannama lamau'iduhum ajma'īnDan sungguh, Jahanam itu benar-benar (tempat) yang telah dijanjikan untuk mereka (pengikut setan) semuanya.
  44. لَهَا سَبْعَةُ اَبْوَابٍۗ لِكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُوْمٌ lahā sab'atu abwāb, likulli bābim min-hum juz`um maqsụm(Jahanam) itu mempunyai tujuh pintu. Setiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan tertentu dari mereka.
  45. اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۗ innal-muttaqīna fī jannātiw wa 'uyụnSesungguhnya orang yang bertakwa itu berada dalam surga-surga (taman-taman), dan (di dekat) mata air (yang mengalir).
  46. اُدْخُلُوْهَا بِسَلٰمٍ اٰمِنِيْنَ udkhulụhā bisalāmin āminīn(Allah berfirman), “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera dan aman.”
  47. وَنَزَعْنَا مَا فِيْ صُدُوْرِهِمْ مِّنْ غِلٍّ اِخْوَانًا عَلٰى سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِيْنَ wa naza'nā mā fī ṣudụrihim min gillin ikhwānan 'alā sururim mutaqābilīnDan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
  48. لَا يَمَسُّهُمْ فِيْهَا نَصَبٌ وَّمَا هُمْ مِّنْهَا بِمُخْرَجِيْنَ lā yamassuhum fīhā naṣabuw wa mā hum min-hā bimukhrajīnMereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka tidak akan dikeluarkan darinya.
  49. ۞ نَبِّئْ عِبَادِيْٓ اَنِّيْٓ اَنَا الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُۙnabbi` 'ibādī annī anal-gafụrur-raḥīmKabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Akulah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang,
  50. وَاَنَّ عَذَابِيْ هُوَ الْعَذَابُ الْاَلِيْمُ wa anna 'ażābī huwal-'ażābul-alīmdan sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.
  51. وَنَبِّئْهُمْ عَنْ ضَيْفِ اِبْرٰهِيْمَۘ wa nabbi`hum 'an ḍaifi ibrāhīmDan kabarkanlah (Muhammad) kepada mereka tentang tamu Ibrahim (malaikat).
  52. اِذْ دَخَلُوْا عَلَيْهِ فَقَالُوْا سَلٰمًاۗ قَالَ اِنَّا مِنْكُمْ وَجِلُوْنَ iż dakhalụ 'alaihi fa qālụ salāmā, qāla innā mingkum wajilụnKetika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, “Salam.” Dia (Ibrahim) berkata, “Kami benar-benar merasa takut kepadamu.”
  53. قَالُوْا لَا تَوْجَلْ اِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلٰمٍ عَلِيْمٍ qālụ lā taujal innā nubasysyiruka bigulāmin 'alīm(Mereka) berkata, “Janganlah engkau merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang pandai (Ishak).”
  54. قَالَ اَبَشَّرْتُمُوْنِيْ عَلٰٓى اَنْ مَّسَّنِيَ الْكِبَرُ فَبِمَ تُبَشِّرُوْنَ qāla a basysyartumụnī 'alā am massaniyal-kibaru fa bima tubasysyirụnDia (Ibrahim) berkata, “Benarkah kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, lalu (dengan cara) bagaimana kamu memberi (kabar gembira) tersebut?”
  55. قَالُوْا بَشَّرْنٰكَ بِالْحَقِّ فَلَا تَكُنْ مِّنَ الْقٰنِطِيْنَ qālụ basysyarnāka bil-ḥaqqi fa lā takum minal-qāniṭīn(Mereka) menjawab, “Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah engkau termasuk orang yang berputus asa.”
  56. قَالَ وَمَنْ يَّقْنَطُ مِنْ رَّحْمَةِ رَبِّهٖٓ اِلَّا الضَّاۤلُّوْنَ qāla wa may yaqnaṭu mir raḥmati rabbihī illaḍ-ḍāllụnDia (Ibrahim) berkata, “Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat.”
  57. قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ اَيُّهَا الْمُرْسَلُوْنَ qāla fa mā khaṭbukum ayyuhal-mursalụn Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah urusanmu yang penting, wahai para utusan?”
  58. قَالُوْٓا اِنَّآ اُرْسِلْنَآ اِلٰى قَوْمٍ مُّجْرِمِيْنَۙqālū innā ursilnā ilā qaumim mujrimīn(Mereka) menjawab, “Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa,
  59. اِلَّآ اٰلَ لُوْطٍۗ اِنَّا لَمُنَجُّوْهُمْ اَجْمَعِيْنَۙillā āla lụṭ, innā lamunajjụhum ajma'īnkecuali para pengikut Lut. Sesungguhnya kami pasti menyelamatkan mereka semuanya,
  60. اِلَّا امْرَاَتَهٗ قَدَّرْنَآ اِنَّهَا لَمِنَ الْغٰبِرِيْنَ illamra`atahụ qaddarnā innahā laminal-gābirīnkecuali istrinya, kami telah menentukan, bahwa dia termasuk orang yang tertinggal (bersama orang kafir lainnya).”
  61. فَلَمَّا جَاۤءَ اٰلَ لُوْطِ ِۨالْمُرْسَلُوْنَۙfa lammā jā`a āla lụṭinil-mursalụnMaka ketika utusan itu datang kepada para pengikut Lut,
  62. قَالَ اِنَّكُمْ قَوْمٌ مُّنْكَرُوْنَ qāla innakum qaumum mungkarụndia (Lut) berkata, “Sesungguhnya kamu orang yang tidak kami kenal.”
  63. قَالُوْا بَلْ جِئْنٰكَ بِمَا كَانُوْا فِيْهِ يَمْتَرُوْنَ qālụ bal ji`nāka bimā kānụ fīhi yamtarụn(Para utusan) menjawab, “Sebenarnya kami ini datang kepadamu membawa azab yang selalu mereka dustakan.
  64. وَاَتَيْنٰكَ بِالْحَقِّ وَاِنَّا لَصٰدِقُوْنَ wa ataināka bil-ḥaqqi wa innā laṣādiqụnDan kami datang kepadamu membawa kebenaran dan sungguh, kami orang yang benar.
  65. فَاَسْرِ بِاَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ الَّيْلِ وَاتَّبِعْ اَدْبَارَهُمْ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ اَحَدٌ وَّامْضُوْا حَيْثُ تُؤْمَرُوْنَ fa asri bi`ahlika biqiṭ'im minal-laili wattabi' adbārahum wa lā yaltafit mingkum aḥaduw wamḍụ ḥaiṡu tu`marụnMaka pergilah kamu pada akhir malam beserta keluargamu, dan ikutilah mereka dari belakang. Jangan ada di antara kamu yang menoleh ke belakang dan teruskanlah perjalanan ke tempat yang diperintahkan kepadamu.”
  66. وَقَضَيْنَآ اِلَيْهِ ذٰلِكَ الْاَمْرَ اَنَّ دَابِرَ هٰٓؤُلَاۤءِ مَقْطُوْعٌ مُّصْبِحِيْنَ wa qaḍainā ilaihi żālikal-amra anna dābira hā`ulā`i maqṭụ'um muṣbiḥīnDan telah Kami tetapkan kepadanya (Lut) keputusan itu, bahwa akhirnya mereka akan ditumpas habis pada waktu subuh.
  67. وَجَاۤءَ اَهْلُ الْمَدِيْنَةِ يَسْتَبْشِرُوْنَ wa jā`a ahlul-madīnati yastabsyirụnDan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Lut) dengan gembira (karena kedatangan tamu itu).
  68. قَالَ اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ ضَيْفِيْ فَلَا تَفْضَحُوْنِۙqāla inna hā`ulā`i ḍaifī fa lā tafḍaḥụnDia (Lut) berkata, “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka jangan kamu mempermalukan aku,
  69. وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَلَا تُخْزُوْنِ wattaqullāha wa lā tukhzụnDan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina.”
  70. قَالُوْٓا اَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ qālū a wa lam nan-haka 'anil-'ālamīn (Mereka) berkata, “Bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?”
  71. قَالَ هٰٓؤُلَاۤءِ بَنٰتِيْٓ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَۗ qāla hā`ulā`i banātī ing kuntum fā'ilīnDia (Lut) berkata, “Mereka itulah putri-putri (negeri)ku (nikahlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat.”
  72. لَعَمْرُكَ اِنَّهُمْ لَفِيْ سَكْرَتِهِمْ يَعْمَهُوْنَ la'amruka innahum lafī sakratihim ya'mahụn(Allah berfirman), “Demi umurmu (Muhammad), sungguh, mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan).”
  73. فَاَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُشْرِقِيْنَۙfa akhażat-humuṣ-ṣaiḥatu musyriqīnMaka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit.
  74. فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ fa ja'alnā 'āliyahā sāfilahā wa amṭarnā 'alaihim ḥijāratam min sijjīlMaka Kami jungkirbalikkan (negeri itu) dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.
  75. اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّلْمُتَوَسِّمِيْنَۙinna fī żālika la`āyātil lil-mutawassimīnSungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang memperhatikan tanda-tanda,
  76. وَاِنَّهَا لَبِسَبِيْلٍ مُّقِيْمٍ wa innahā labisabīlim muqīmdan sungguh, (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).
  77. اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّلْمُؤْمِنِيْنَۗ inna fī żālika la`āyatal lil-mu`minīnSungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang yang beriman.
  78. وَاِنْ كَانَ اَصْحٰبُ الْاَيْكَةِ لَظٰلِمِيْنَۙwa ing kāna aṣ-ḥābul-aikati laẓālimīnDan sesungguhnya penduduk Aikah itu benar-benar kaum yang zalim,
  79. فَانْتَقَمْنَا مِنْهُمْۘ وَاِنَّهُمَا لَبِاِمَامٍ مُّبِيْنٍۗ fantaqamnā min-hum, wa innahumā labi`imāmim mubīnmaka Kami membinasakan mereka. Dan sesungguhnya kedua (negeri) itu terletak di satu jalur jalan raya.
  80. وَلَقَدْ كَذَّبَ اَصْحٰبُ الْحِجْرِ الْمُرْسَلِيْنَۙwa laqad każżaba aṣ-ḥābul-ḥijril-mursalīnDan sesungguhnya penduduk negeri Hijr benar-benar telah mendustakan para rasul (mereka),
  81. وَاٰتَيْنٰهُمْ اٰيٰتِنَا فَكَانُوْا عَنْهَا مُعْرِضِيْنَۙwa ātaināhum āyātinā fa kānụ 'an-hā mu'riḍīndan Kami telah mendatangkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami, tetapi mereka selalu berpaling darinya,
  82. وَكَانُوْا يَنْحِتُوْنَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوْتًا اٰمِنِيْنَ wa kānụ yan-ḥitụna minal-jibāli buyụtan āminīndan mereka memahat rumah-rumah dari gunung batu, (yang didiami) dengan rasa aman.
  83. فَاَخَذَتْهُمُ الصَّيْحَةُ مُصْبِحِيْنَۙfa akhażat-humuṣ-ṣaiḥatu muṣbiḥīnKemudian mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur pada pagi hari,
  84. فَمَآ اَغْنٰى عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَۗ fa mā agnā 'an-hum mā kānụ yaksibụnsehingga tidak berguna bagi mereka, apa yang telah mereka usahakan.
  85. وَمَا خَلَقْنَا السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ اِلَّا بِالْحَقِّۗ وَاِنَّ السَّاعَةَ لَاٰتِيَةٌ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيْلَ wa mā khalaqnas-samāwāti wal-arḍa wa mā bainahumā illā bil-ḥaqq, wa innas-sā'ata la`ātiyatun faṣfaḥiṣ-ṣaf-ḥal jamīlDan Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan kebenaran. Dan sungguh, Kiamat pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.
  86. اِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْخَلّٰقُ الْعَلِيْمُ inna rabbaka huwal-khallāqul-'alīmSungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Maha Pencipta, Maha Mengetahui.
  87. وَلَقَدْ اٰتَيْنٰكَ سَبْعًا مِّنَ الْمَثَانِيْ وَالْقُرْاٰنَ الْعَظِيْمَ wa laqad ātaināka sab'am minal-maṡānī wal-qur`ānal-'aẓīmDan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang dan Al-Qur'an yang agung.
  88. لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ اِلٰى مَا مَتَّعْنَا بِهٖٓ اَزْوَاجًا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ lā tamuddanna 'ainaika ilā mā matta'nā bihī azwājam min-hum wa lā taḥzan 'alaihim wakhfiḍ janāḥaka lil-mu`minīnJangan sekali-kali engkau (Muhammad) tujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang kafir), dan jangan engkau bersedih hati terhadap mereka dan berendah hatilah engkau terhadap orang yang beriman.
  89. وَقُلْ اِنِّيْٓ اَنَا النَّذِيْرُ الْمُبِيْنُۚ wa qul innī anan-nażīrul-mubīnDan katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang jelas.”
  90. كَمَآ اَنْزَلْنَا عَلَى الْمُقْتَسِمِيْنَۙkamā anzalnā 'alal-muqtasimīnSebagaimana (Kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab) kepada orang yang memilah-milah (Kitab Allah),
  91. الَّذِيْنَ جَعَلُوا الْقُرْاٰنَ عِضِيْنَ allażīna ja'alul-qur`āna 'iḍīn(yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur'an itu terbagi-bagi.
  92. فَوَرَبِّكَ لَنَسْـَٔلَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙfa wa rabbika lanas`alannahum ajma'īnMaka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua,
  93. عَمَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ 'ammā kānụ ya'malụntentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.
  94. فَاصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَاَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ faṣda' bimā tu`maru wa a'riḍ 'anil-musyrikīnMaka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik.
  95. اِنَّا كَفَيْنٰكَ الْمُسْتَهْزِءِيْنَۙinnā kafainākal-mustahzi`īnSesungguhnya Kami memelihara engkau (Muhammad) dari (kejahatan) orang yang memperolok-olokkan (engkau),
  96. الَّذِيْنَ يَجْعَلُوْنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ allażīna yaj'alụna ma'allāhi ilāhan ākhar, fa saufa ya'lamụn (yaitu) orang yang menganggap adanya tuhan selain Allah; mereka kelak akan mengetahui (akibatnya).
  97. وَلَقَدْ نَعْلَمُ اَنَّكَ يَضِيْقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُوْلُوْنَۙwa laqad na'lamu annaka yaḍīqu ṣadruka bimā yaqụlụnDan sungguh, Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan,
  98. فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِّنَ السَّاجِدِيْنَۙfa sabbiḥ biḥamdi rabbika wa kum minas-sājidīnmaka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau di antara orang yang bersujud (salat),
  99. وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنُwa'bud rabbaka ḥattā ya`tiyakal-yaqīnDan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu.

Advertisement