Tips Memulai Hijab Sempurna

Advertisement
khpulsa paket data | khpulsa web | format khpulsa | download khpulsa | khpulsa center | khpulsa daftar harga | khpulsa harga | harga pulsa khpulsa | REG-KH#Nama#Kota#NomorHP Kirim ke 0852 0000 0285
Daftar Agen Pulsa dan Kuota GRATIS - Ketik REG-KH#Nama#Kota#NomorHP kirim ke 0852 0000 0285
khpulsa paket data | khpulsa web | format khpulsa | download khpulsa | khpulsa center | khpulsa daftar harga | khpulsa harga | harga pulsa khpulsa | REG-KH#Nama#Kota#NomorHP Kirim ke 0852 0000 0285
Advertisement
Daftar Agen Pulsa All Operator [GRATIS]
ketik:
KH#NAMA#KOTA#NOMOR-HP
contoh:
KH#ADIBA CELL#TAKENGON#081223564040
kirim ke:
0852 0000 0285 [SMS/WA]

DAFTAR AGEN PULSA dan KUOTA - KLIK DISINI
Tips Memulai Hijab Sempurna bagi akhwat sengaja admin share di web armaila.com ini sebagai wujud saling mengingatkan antar muslim dan muslimah. Miris sekali hati kita melihat banyak saudari muslimah yang memakai hijab yang tidak menutup aurat sebagaimana yang telah di tetapkan oleh syari'at. Hal utama yang harus dilakukan seorang akhwat yang ingin berhijab adalah Memantapkan Hati Memulai Berhijab, dan dilanjutkan dengan hijab yang sederhana saja namun sesuai syara'. 

"hijabkan hati/diri terlebih dahulu, baru setelah itu hijabkan tubuh". Ucapan itu sangat sering terdengar dari seseorang yang diajak untuk berhijab padahal dia sudah mengetahui dengan jelas bahwa Berhijab hukumnya wajib, bahkan perintahnya langsung diturunkan di dalam kitab suci Al-Quran. 

Selain hal diatas Banyak juga ynag mengatakan belum mampu dan siap untuk menutup aurat secara sempurna diikuti dengan rentetan alasan yang sebenarnya bukanlah alasan. Ad yang mengatakan "lebih baik memperbaiki akhlak terlebih dahulu sebelum memakai jilbab dan perintah syariat laiinya". Namun perlu diingat dan diketahui bahwa yang lebih utama adalah memakai hijab secara fisik terlebih dahulu. Karena perintahnya jelas, sudah disebutkan dalam Al-Qur’an.
 

Tips Memulai Hijab Sempurna
Jika tidak siap untuk memulai mengenakan hijab sebagai pakaian keseharian karena merasa periaku masih belum baik, maka tidak usah ragu untuk mengenakan hijab terlebih dahulu. Karena dengan memakai hijab, secara otomatis kamu akan termotivasi untuk memperbaiki diri. Hijab akan menjadi ‘rem’ buatmu, yang akan membentengi dirimu dari berbagai macam perbuatan maksiat.

Saat berniat berbuat maksiat ataupun kejahatan, hijab akan membantumu mengendalikan diri dari perbuatan tercela tersebut. Tentunya kamu tidak akan langsung menjadi orang yang paling baik dan sempurna akhlaknya ketika kamu memutuskan untuk berhijab. Ibarat ulat yang menjadi kepompong, suatu saat ia akan lahir sebagai kupu-kupu yang cantik. Begitu pula denganmu, hijab merupakan salah satu sarana untuk berproses memperbaiki diri terus menerus menjadi pribadi muslimah yang kaffah.


Nah, buat kamu yang masih menimbang-nimbang untuk memutuskan berhijab, berikut ini pemaparan sederhana Tips Memulai Hijab Sempurna

Niat yang Kuat, Yakin Bahwa Berhijab Adalah Perintah Dari Allah SWT.


Hal pertama yang harus kamu koreksi sebelum memantapkan diri untuk berhijab adalah soal niat. Sudah benarkah niatmu untuk memakai hijab? Ataukah kamu terpakasa berhijab karena disuruh orangtua, tuntutan pekerjaan atau sekedar ikut-ikutan trend fashion saat ini? Think again!



Perlu kamu yakini bahwa berhijab merupakan perintah wajib dari Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran. Ingat ya, hukumnya wajib bukan sunnah ataupun mubah saja. Wajib berarti sama kedudukannya dengan menjalankan perintah Shalat. Kalau dikerjakan akan mendapat pahala dan jika tidak dikerjakan akan mendapat dosa. See? So, luruskan niat dan keyakinanmu untuk mengenakan hijab sebagai kewajiban.
Berhijab Bukan Sekedar Fashion, Akan Tetapi Bukti Ketaatanmu Kepada Tuhan

Nah, bicara tentang hijab pastinya tidak terlepas dari pakaian yang seharusnya kita kenakan. Saat ini, fashion hijab sedang naik daun dengan berbagai pilihan model, warna, serta style hijab yang menarik. Ditambah sederet artis berhijab yang mulai berseliweran di layar kaca semakin membuat orang-orang tertarik untuk mengenakan hijab. Image hijab yang dulunya kuno, kampungan, norak, ibu-ibu, dan seterusnya kini berubah drastis. Banyak desainer fashion hijab yang menyajikan aneka desain dan style hijab yang stylish dan trendy untuk dikenakan.


Dibalik itu semua, hijab tentu saja bukan hanya sekedar fashion belaka. Namun, hijab yang sesungguhnya adalah bukti ketaatanmu kepada Tuhan yang Maha Esa. Boleh saja memakai hijab yang keren dan stylish, yang lebih penting lagi adalah kamu harus memahami esensi hijab yang kamu kenakan. Ikutilah aturan berhijab yang benar sesuai perintah syariat agar kamu benar-benar menjadi muslimah yang dirindukan syurga.

Lalu, Bagaimana sih Berhijab yang Sesuai dengan Tuntunan Syariat Itu?

Masuk ke pembahasan yang lebih dalam, saat kamu memahami esensi hijab yang sesungguhnya, maka memakai hijab akan terasa mudah dan ringan. Hijab bukanlah suatu beban yang kamu merasa terpaksa saat kamu mengenakannya. Sebenarnya, tuntunan dalam berhijab yang sesuai aturan syariat itu sangatlah mudah dan sederhana. Namun, seringkali kitalah yang mempersulitnya. Pakaian hijab yang biasa dikenakan adalah kerudung atau khimar sebagai penutup kepala, juga baju gamis atau atasan dan bawahan.

Hijab yang kita kenakan haruslah memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:

  1. Menutup seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
  2. Memakai pakaian yang longgar, tebal (tidak tipis dan tidak menerawang), dan tidak membentuk lekuk tubuh.
  3. Memakai pakaian yang tidak menyerupai laki-laki dan non muslim.
  4. Tidak tabarruj alias berlebihan (bermewah-mewah atau mencolok) dalam berpakaian.
  5. Tidak memakai kerudung yang berbentuk seperti punuk unta.

 

Awalnya Terpaksa, Lama-Lama Jadi Biasa dan Ikhlas Sepenuhnya


Ini dia yang menjadi alasan paling mainstream untuk yang masih ragu untuk berhijab. “Buat apa berhijab kalau terpaksa? Nanti gak ikhlas, mendingan gak usah berhijab dulu deh!” Hey, ikhlas gak ikhlas itu urusan Allah, karena Allah lah yang akan menilai hatimu, niat dan kesungguhanmu!

Awal-awal berhijab tentu sangat berat bagi yang baru memulainya dari nol. Ada rasa tidak ikhlas yang terus menggelayutimu, membuatmu sangat galau bahkan membuatmu sempat menyerah untuk tidak berhijab. Solusinya, tetaplah memakai hijab. Masih terpaksa? Teruskan memakai hijabmu, kalau perlu bikin challange untuk berhijab selama 40 hari ke depan. Dari terpaksa itulah lama-lama kamu akan jadi terbiasa mengenakan hijab. Bahkan pada hari ke-40, kamu akan merasa aneh kalau tidak memakai hijab. Risih kalau ada orang lain (terutama non mahram) yang melihatmu tanpa balutan pakaian hijab.

Perubahan kebiasaan itulah yang kelak akan membuatmu lama-lama bisa ikhlas bahkan ikhlas sepenuhnya mengenakan hijab. Terpaksa, biasa, lalu bisa ikhlas deh.
 

Memantapkan Hati Memulai Berhijab, Sederhanakan Saja Hijabmu!


Nah, di penghujung pembahasan kali ini mari koreksi lagi. Tanyakan pada diri sendiri, sudahkah saya siap untuk memakai hijab seterusnya sebelum maut menjemput? Well, usia manusia tidak ada yang tahu. Jangan tunggu nanti-nanti untuk berhijab, jangan alasan tapi-tapi untuk menyempurnakan ketaatan di hadapan Tuhan yang maha memiliki dunia dan seisinya.

Halau semua pikiran negatif, komentar-komentar miring dari orang sekitar, dan segala macam godaan untuk menghalangimu untuk segera berhijab. Dekatkan diri kepada Allah, lalu mintalah dukungan dari orang-orang terdekat, dan yang terpenting mulailah sekarang juga.


Kamu bisa latihan terlebih dahulu dengan mengenakan hijab yang standar, yang penting telah mengcover tubuhmu dengan sempurna seperti aturan yang telah disebutkan di atas. Sekali lagi, sederhanakan hijabmu. Jangan meributkan ini-itu yang justru membuatmu tidak segera berhijab. Kamu bisa berproses, sembari terus memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, membekali ilmu agama lebih banyak lagi, kemudian mulai mengenakan pakaian yang lebih syar’i lagi. Semua butuh proses yang tidak instan, karena yang instan hasilnya juga tidak akan baik.

Itulah beberapa pemaparan Tips Memulai Hijab Sempurna buat kamu yang ingin memulai memakai hijab. Semoga akhwat menjadi permata dunia yang terpelihara.
Advertisement
Hai..! Armaila.com, Saya Berminat Daftar CUG, Mohon Informasi Syarat Ketentuannya, Terima Kasih
Jasa Injek Kuota Paket internet AS Simpati dan Loop Murah - 085200000285 - Armaila - Sales Cug Telkomsel
Previous
Next Post »

1 blogger-facebook:

Click here for blogger-facebook
Anonim
admin
5 Oktober 2015 23.25 ×

"Antara Syari'ah dan Fiqh

(a) menutup aurat itu wajib bagi lelaki dan perempuan (nash qat'i dan ini Syari'ah)
(b) apa batasan aurat lelaki dan perempuan? (ini fiqh)

Catatan: apakah jilbab itu wajib atau tidak, adalah pertanyaan yang keliru. Karena yang wajib adalah menutup aurat.

Nah, masalahnya apakah paha lelaki itu termasuk aurat sehingga wajib ditutup? Apakah rambut wanita itu termasuk aurat sehingga wajib ditutup? Para ulama berbeda dalam menjawabnya."

*Nadirsyah Hosen, Dosen Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta luk.staff.ugm.ac.id/kmi/isnet/Nadirsyah/Fiqh.html

Terdapat tiga MUSIBAH BESAR yang melanda umat islam saat ini:

1. Menganggap wajib perkara-perkara sunnah.
2. Menganggap pasti (Qhat'i) perkara-perkara yang masih menjadi perkiraan (Zhann).
3. Mengklaim konsensus (Ijma) dalam hal yang dipertentangkan (Khilafiyah).

-Syeikh Amru Wardani. Majlis Kitab al-Asybah wa al-Nadzair. Hari Senin, 16 September 2013 suaraalazhar.com/2015/05/tiga-permasalahan-utama-umat-saat-ini.html

JILBAB MENURUT BUYA HAMKA

Menurut Buya HAMKA (Pendiri/Ketua MUI ke-1, Tokoh Ulama Besar Muhammadiyah), yang ditentukan oleh agama adalah Pakaian yang Sopan dan menghindari 'Tabarruj'

Berikut adalah kutipan Tafsir Al-Azhar Buya HAMKA (selengkapnya lebih jelas dan tegas dapat dibaca pada Tafsir Al-Azhar, khususnya beberapa Ayat terkait, yakni Al-Ahzab: 59 dan An-Nuur: 31):

'Nabi kita Muhammad saw. Telah mengatakan kepada Asma binti Abu Bakar ash-Shiddiq demikian,

"Hai Asma! Sesungguhnya Perempuan kalau sudah sampai masanya berhaidh, tidaklah dipandang dari dirinya kecuali ini. (Lalu beliau isyaratkan mukanya dan kedua telapak tangannya)!"

Bagaimana yang lain? Tutuplah baik-baik dan hiduplah terhormat.

Kesopanan Iman

Sekarang timbullah pertanyaan, Tidakkah Al-Qur'an memberi petunjuk bagaimana hendaknya gunting pakaian?

Apakah pakaian yang dipakai di waktu sekarang oleh perempuan Mekah itu telah menuruti petunjuk Al-Qur'an, yaitu yang hanya matanya saja kelihatan?

Al-Qur'an tidaklah masuk sampai kepada soal detail itu,

Al-Qur'an bukan buku mode!

Al-Qur'an tidak menutup rasa keindahan (estetika) manusia dan rasa seninya.

Islam adalah anutan manusia di Barat dan di Timur. Di Pakistan atau di Skandinavia. Bentuk dan gunting pakaian terserahlah kepada umat manusia menurut ruang dan waktunya.

Bentuk pakaian sudah termasuk dalam ruang kebudayaan, dan kebudayaan ditentukan oleh ruang dan waktu ditambahi dengan kecerdasan.

Sehingga kalau misalnya perempuan Indonesia, karena harus gelombang zaman, berangsur atau bercepat menukar kebaya dengan kain batiknya dengan yurk dan gaun secara Barat, sebagaimana yang telah merata sekarang ini, Islam tidaklah hendak mencampurinya.'

MENGENAL (KEMBALI) BUYA HAMKA

Ketua Majelis Ulama Indonesia: Buya HAMKA mui.or.id/mui/tentang-mui/ketua-mui/buya-hamka.html

Mantan Menteri Agama H. A. Mukti Ali mengatakan, "Berdirinya MUI adalah jasa Hamka terhadap bangsa dan negara. Tanpa Buya, lembaga itu tak akan mampu berdiri." kemenag.go.id/file/dokumen/HAMKA.pdf

"Buya HAMKA adalah tokoh dan sosok yang sangat populer di Malaysia. Buku-buku beliau dicetak ulang di Malaysia. Tafsir Al-Azhar Buya HAMKA merupakan bacaan wajib." disdik-agam.org/berita/34-berita/1545-seminar-internasional-prinsip-buya-hamka-cermin-kekayaan-minangkabau

"... menjadi pilihan pribadi masing-masing Muslimah mengikuti salah satu pendapat jumhur ulama: memakai, atau tidak memakai jilbab."

nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,4-id,48516-lang,id-c,kolom-t,Polwan+Cantik+dengan+Berjilbab-.phpx

'Rasulullah SAW bersabda: "Bacalah Al-Qur'an selama hatimu bersepakat, maka apabila berselisih dalam memahaminya, maka bubarlah kamu." (jangan sampai memperuncing perselisihannya).' (Imam Bukhari Kitab ke-66 Bab ke-37: Bacalah oleh kalian Al-Qur'an yang dapat menyatukan hati-hati kalian).

Congrats bro Anonim you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar
Thanks for your comment