Jumat, 13 Maret 2015

Harapan itu masih ada

Advertisement
Advertisement


Harapan itu masih ada – itulah kata kata yang memotivasi diri ini untuk menuliskan apa yang terlintas dibenak  ini saat ini. Disaat aku mulai tidak mengerti dengan apa yang harus kulakukan, aku kembali membuka deretan percakapanku dengan seorang teman dunia maya  di media jejaring sosial, facebook. Sungguh ini adalah sebuah karunia bagiku yang bisa diandalkan menjadi motivasi menghadapi kegagalan demi kegagalan yang kualami saat ini, saat aku mencoba ikut serta dalam publisher google adsense yang telah ku incar semenjak 2011 silam.
 
Harapan itu masih ada
Harapan itu masih ada
Tahun 2011 adalah awal diriku mengenal dunia blogging, sebuah pemikiran ngeblog terlintas saat aku mencari bahan tugas kuliah di internet. Kala itu aku berkata dalam hati, kenapa bisa ada tulisan orang di internet? Apakah aku bisa menulis? Bagaimana caraku menulis? Dengan modal dengkul pada bidang ilmu komputer, aku mencoba menggali informasi secara mandiri, dan akhirnya dengan segenap kepercayaan diri kubuatlah sebuah web personal dengan paltform blogspot. Blog itu aku beri nama ARMINAVEN. Sebuah nama yang sangat aku banggakan karena dalam pencarian nama itu membutuhkan 3 hari perenungan sewaktu aku masih duduk di kelas 3 SMA tahun 2006 silam.

Sejak itu aku mulai mempelajari apa yang harus ditulis dan mengapa harus menulis, hingga pada akhirnya aku tertarik pada google adsense, sebuah publisher yang bergengsi. Aku mencoba coba waktu berangkat dari dasar ketidak matangan, dengan membawa web yang tidak lulus sensor aku mencoba terjun dan sudah bisa dipastikan tertolak. Hal itu terus berlanjut hingga tahun 2014 aku mencoba kembali dengan menugusung web yang sudah TLD. Mudah saja bagiku di approve atau diterima sewaktu itu. Tapi ternyata aku lupa dengan konten ilegal yang kumuat berupa tindakan peretasan yang termasuk salah satu syarat yang harus dihindari.
Selang seminggu akunku pun dibanned, semenjak itu hingga saat itu, satu persatu akun yang terkadang kubangun sampai 6 bulan rontok satu persatu. Hingga timbullah rasa pesimis untuk bangkit lagi, tetapi aku menemukan seorang teman dunia maya, aku tak pernah melihatnya hanya kenal nama saja itu pun lewat nama facebooknya.

Dia memberikan masukan dan saran yang akan kutorehkand disini sebagai ingatanku dan menjadi panduan bagikuu. Semoga saran ini akan membangkitkan kembali semangatku yang sudah padam.

Solusi akun yang sudah dibanned Google adsense
1.      Buat domain TLD agar dapat langsung daftar Google adsense sebelum 6 bulan
2.      Artikel minimal 15
3.      Memasang About, privacy, discaimer dan kontak
4.      Pengunjung tidak terlalu penting
5.      Google plus harus dilengkapi semua profil yang ada
6.      Selama dalam tahap review tetap menulis 1 atau 2 artikel perhari
7.      Jika membangun blog zombie maka perhatikan backlinknya, jadikan untuk blog pendukung saja jika diragukan backlinknya
8.      Sangat disarankan daftar dengan menggunakan nama lain jika sudah pernah di banned nama sebelumnya
9.      Hindari adf.ly
10.  Jika akun tertentu sudah di banned masih bisa menjadi kontributor
11.  Pastikan tidak ada link mati di menu navigasi

Itulah informasi yang kuhimpun dari peracakapan ku dengan blogger gayo ini, semoga poin point ini bisa menjadi pencerah untuk semua dan khususan untuk diriku.
Advertisement