Senin, 30 November 2015

Syarah Hadits Arbain Nawawi Ke 30 dan Terjemahannya Tentang Perkara Perintah dan Larangan

Syarah Hadits Arbain Nawawi Ke 30 dan Terjemahannya Tentang Perkara Perintah dan Larangan


الحديث الثلاثون
عن أبي ثعلبة الخشني جرثوم بن ناشر – رضي الله عنه – عن رسول الله صلى الله علية وسلم قال : " إن الله تعالى فرض فرائض فلا تضيعوها،وحد حدودا فلا تعتدوها، وحرم أشياء فلا تنتهكوها ، وسكت عن أشياء رحمة لكم غير نسيان فلا تبحثوا عنها ". حديث حسن رواه الدارقطني وغيره

Terjemahan:
Dari Abu Tsa’labah Al Khusyani, jurtsum bin Nasyir radhiallahu 'anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau telah bersabda : “ Sesungguhnya Allah ta’ala telah mewajibkan beberapa perkara, maka janganlah kamu meninggalkannya dan telah menetapkan beberapa batas, maka janganlah kamu melampauinya dan telah mengharamkan beberapa perkara maka janganlah kamu melanggarnya dan Dia telah mendiamkan beberapa perkara sebagai rahmat bagimu bukan karena lupa, maka janganlah kamu membicarakannya”. (HR. Daraquthni, Hadits hasan)

[Daruquthni dalam Sunannya no. 4/184]
armaila - Syarah Hadits Arbain Nawawi Ke 30 dan Terjemahannya Tentang Perkara Perintah dan Larangan

Penjelasan:

Larangan membicarakan hal-hal yang didiamkan oleh Allah sejalan dengan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :
“Biarkanlah aku dengan apa yang telah aku biarkan kepada kamu sekalian, karena sesungguhnya hancurnya umat sebelum kamu disebabkan mereka banyak bertanya dan menyalahi nabi-nabi mereka”.

Sebagian ulama berkata : “Bani Israil dahulu banyak bertanya, lalu diberi jawaban dan mereka diberi apa yang menjadi keinginan mereka, sampai hal itu menjadi fitnah bagi mereka , karena itulah mereka menjadi binasa. Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memahami hal tersebut dan menahan diri untuk tidak bertanya kecuali hal-hal yang sangat penting. Mereka heran menyaksikan orang-orang Arab gunung bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, lalu mereka mendengarkan jawabannya dan memperhatikannya dengan seksama.

Ada suatu kaum yang sikapnya berlebih-lebihan, sampai mereka berkata : “Tidak boleh bertanya kepada ulama mengenai suatu kasus sampai kasus tersebut benar-benar terjadi”. Ulama salaf ada juga yang berpendapat seperti itu. Mereka berkata : “Biarkanlah suatu masalah sampai benar-benar telah terjadi”. Akan tetapi, ketika para ulama merasa khawatir ilmu agama ini lenyap, maka mereka kemudian membahas masalah-masalah ushul (pokok), menguraikan masalah-masalah furu’ (cabang), memperluas dan menjelaskan berbagai hal.

Para ulama berselisih pendapat dalam banyak perkara yang agama belum menetapkan hukumnya. Apakah perkara tersebut termasuk yang haram atau mubah atau didiamkan. Ada tiga pendapat dalam hal ini, dan semuanya itu dibicarakan dalam kitab-kitab Ushul.

Minggu, 29 November 2015

Syarah Hadits Arbain Nawawi Ke 29 dan Terjemahannya Tentang Amalan Yang Menghantarkan Ke Surga

Syarah Hadits Arbain Nawawi Ke 29 dan Terjemahannya Tentang Amalan Yang Menghantarkan Ke Surga


الحديث التاسع والعشرون
عن معاذ بن جبل رضي الله عنه قال : قلت يا رسول الله أخبرني عن عمل يدخلني الجنة و يباعدني عن النار ؟ قال - لقد جئت تسأل عن عظيم وإنه ليسير على من يسره الله تعالى عليه : تعبد الله لا تشرك به شيئاً وتقيم الصلاة وتؤتي الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت , ثم قال : ألا أدلك على أبواب الخير ؟ الصوم جُنة والصدقة تطفئ الخطيئة كما يطفئ الماء النار , وصلاة الرجل في جوف الليل ثم تلا - تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُون*فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونََ - ]السجدة16-17]... ثم قال ألا أخبرك برأس الأمر وعموده وذروة سنامه ؟ - قلت : بلى , يا رسول الله قال " رأسٍ الإسلام , وعموده الصلاة وذروة سنامه الجهاد " ثم قال : ألا أخبرك بملاك ذلك كله ؟ " فقلت ك بلى يا رسول الله , فأخذ بلساني وقال - كف عليك هذا - فقلت : يا نبي الله , و إنا لمؤاخذون بما نتكلم ؟ فقال- ثكلتك أمك , وهل يكب الناس في النار على وجوههم - أو قال - على مناخرهم إلا حصائد ألسنتهم ؟! - رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح

Terjemahan:

Dari Mu’adz bin Jabal radhiallahu 'anhu, ia berkata : Aku berkata : “Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amal yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Engkau telah bertanya tentang perkara yang besar, dan sesungguhnya itu adalah ringan bagi orang yang digampangkan oleh Allah ta’ala. Engkau menyembah Allah dan jangan menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mengerjakan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji ke Baitullah”. Kemudian beliau bersabda : “Inginkah kuberi petunjuk kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai, shadaqah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam”. Kemudian beliau membaca ayat : “Tatajaafa junuubuhum ‘an madhaaji’… hingga …ya’maluun“. Kemudian beliau bersabda: “Maukah bila aku beritahukan kepadamu pokok amal tiang-tiangnya dan puncak-puncaknya?” Aku menjawab : “Ya, wahai Rasulullah”. Rasulullah bersabda : “Pokok amal adalah Islam, tiang-tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad”. Kemudian beliau bersabda : “Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku : “Ya, wahai Rasulullah”. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : “Jagalah ini”. Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda : “Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah mereka?” (HR. Tirmidzi, ia berkata : “Hadits ini hasan shahih)

[Tirmidzi no. 2616]

armaila - Syarah Hadits Arbain Nawawi Ke 29 dan Terjemahannya Tentang Amalan Yang Menghantarkan Ke Surga

Penjelasan:


Sabda beliau “engkau telah bertanya tentang perkara yang besar, dan sesungguhnya itu adalah ringan bagi orang yang digampangkan oleh Allah ta’ala”, maksudnya bagi orang yang diberi taufiq oleh Allah kemudian diberi petunjuk untuk beribadah kepada-Nya dengan menjalankan agama secara benar, yaitu menyembah kepada Allah tanpa sedikit pun menyekutukan-Nya dengan yang lain.

Kemudian sabda beliau “mengerjakan shalat”, yaitu melaksanakannya dengan cara dan keadaan paling sempurna. Kemudian beliau menyebutkan syari’at-syari’at Islam yang lain, seperti zakat, puasa dan haji.

Kemudian sabda beliau “inginkah kuberi petunjuk kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai”, maksudnya adalah selain puasa Ramadhan, karena puasa yang wajib telah diterangkan sebelumnya. Jadi, maksudnya ialah banyak berpuasa sunnat. Perisai maksudnya ialah puasa itu menjadi tirai dan penjaga dirimu dari siksa neraka.

Kemudian sabda beliau “shadaqah itu menghapuskan kesalahan”. Maksud shadaqah di sini adalah zakat.

Sabda beliau “shalat seseorang di tengah malam”.

Kemudian beliau membaca ayat :
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka. Maka suatu jiwa tidak dapat mengetahui apa yang dirahasiakan untuk mereka, yaitu balasan yang menyejukkan mata, sebagai ganjaran dari amal yang telah mereka lakukan”.
(QS. As Sajadah 32 : 16-17)

maksudnya orang yang shalat tengah malam, dia mengorbankan kenikmatan tidurnya dan lebih mengutamakan shalat karena semata-mata mengharapkan pahala dari Tuhannya, seperti tersebut pada firman-Nya : “Maka suatu jiwa tidak dapat mengetahui apa yang dirahasiakan untuk mereka, yaitu balasan yang menyejukkan mata, sebagai ganjaran dari amal yang telah mereka lakukan”. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Allah sangat membanggakan orang-orang yang melakukan shalat malam di saat gelap dengan firman-Nya dalam sebuah Hadits Qudsi : “Lihatlah hamba-hamba-Ku ini. Mereka berdiri shalat di gelap malam saat tidak ada siapa pun melihatnya selain Aku. Aku persaksikan kepada kamu sekalian (para malaikat) sungguh Aku sediakan untuk mereka negeri kehormatan-Ku”.

Sabda beliau : “Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku : “Ya, wahai Rasulullah”. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : “Jagalah ini”. Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda : “Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah mereka?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengumpamakan perkara ini dengan unta jantan dan Islam dengan kepala unta, sedangkan hewan tidak akan hidup tanpa kepala.

Kemudian sabda beliau “tiang-tiangnya adalah shalat”. Tiang suatu bangunan adalah alat penyangga yang menegakkan bangunan tersebut, karena bangunan tidak akan dapat berdiri tegak tanpa tiang.

Sabdanya “puncaknya adalah jihad”, artinya jihad itu tidak tertandingi oleh amal-amal lainnya, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Ia berkata bahwa ada seseorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lalu berkata :
“Tunjukkan kepadaku amal yang sepadan dengan jihad”. Sabda beliau : “Tidak aku temukan”. Kemudian sabda beliau : “Adakah engkau sanggup masuk ke dalam masjid, lalu kamu melakukan shalat Lail tanpa henti dan puasa tanpa berbuka selama seorang mujahid pergi (berperang)?” Orang itu menjawab : “Siapa yang sanggup berbuat begitu!”

Sabdanya : “maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku : “Ya, wahai Rasullah”. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : “Jagalah ini”, maksudnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menggalakkan dia pertama kali untuk berjihad melawan orang kafir, kemudian dialihkan kepada jihad yang lebih besar, yaitu jihad melawan hawa nafsu, menahan perkataan yang menyakitkan atau menimbulkan kerusakan karena sebagian besar manusia masuk neraka karena lidahnya.

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah mereka?” Penjelasannya telah ada pada Hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang berbunyi :
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhirat hendaklah ia berkata baik atau diam”.

Demikian juga pada Hadits lain disebutkan :
“Barang siapa memberi jaminan kepadaku untuk menjaga apa yang ada di antara kedua bibirnya dan apa yang ada di antara kedua pahanya, maka aku jamin dia masuk surga”

Sabtu, 28 November 2015

Syarah Hadits Arbain Nawawi Ke 28 dan Terjemahannya Tentang Berpegang Pada Sunnah Nabi dan Khulafaurrasyidin

Syarah Hadits Arbain Nawawi Ke 28 dan Terjemahannya Tentang Berpegang Pada Sunnah Nabi dan Khulafaurrasyidin


الحديث الثامن والعشرون
عن أبي نجيح العرباض بن سارية رضي الله عنه قال : وعظنا رسول الله صلى الله عليه وسلم موعظة وجلت منها القلوب وذرفت منها العيون , فقلنا يل رسول الله كأنها موعظة مودعٍ فأوصنا , قال - أوصيكم بتقوى الله عزوجل , والسمع والطاعة وإن تأمر عليك عبد , فإنه من يعش منكم فسيرى اختلافاً كثيراً . فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهدين عضوا عليها بالنواجذ , وإياكم ومحدثات الأمور فإن كل بدعة ضلالة - رواه أبوداود والترمذي وقال : حديث حسن صحيح

Terjemahan:

Abu Najih, Al ‘Irbad bin Sariyah ra. ia berkata : “Rasulullah telah memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan membuat airmata bercucuran”. kami bertanya ,"Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal), maka berilah kami wasiat" Rasulullah bersabda, "Saya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Alloh yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan ta'at walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya (budak). Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian masih hidup niscaya bakal menyaksikan banyak perselisihan. karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang lurus (mendapat petunjuk) dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah olehmu hal-hal baru karena sesungguhnya semua bid'ah itu sesat." (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih)

[Abu Dawud no. 4607, Tirmidzi no. 2676]

armaila - Syarah Hadits Arbain Nawawi Ke 28 dan Terjemahannya Tentang Berpegang Pada Sunnah Nabi dan Khulafaurrasyidin

Pada sebagian sanad diriwayatkan dengan kalimat

“Sesungguhnya ini adalah nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal). Lalu apa yang akan engkau pesankan kepada kami ?” Beliau bersabda, “Aku tinggalkan kamu dalam keadaan terang benderang, malamnya seperti siang. Tidak ada yang menyimpang melainkan ia pasti binasa”

Penjelasan:


Perkataan, “nasihat yang mengena” maksudnya adalah mengena kepada diri kita dan membekas dihati kita. Perkataan, “yang menggetarkan hati kita” maksudnya menjadikan orang takut. Perkataan,”yang mencucurkan air mata” maksudnya seolah-olah nasihat itu bertindak sebagai sesuatu yang menakutkan dan mengancam.
Sabda Rasulullah, “Aku memberi wasiat kepadamu supaya tetap bertaqwa kepada Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan mentaati” maksudnya kepada para pemegang kekuasaan. Sabda Beliau, “Walaupun yang memerintah kamu seorang budak”, pada sebagian riwayat disebutkan budak habsyi.

Sebagian Ulama berkata, “Seorang budak tidak dapat menjadi penguasa” kalimat tersebut sekedar perumpamaan, sekalipun hal itu tidak menjadi kenyataan, seperti halnya sabda Rasulullah, “Barangsiapa membangun masjid sekalipun seperti sangkar burung karena Allah, niscaya Allah akan membangukan untuknya sebuah rumah di surga”. Sudah tentu sangkar burung tidak dapat menjadi masjid, tetapi kalimat perumpaan seperti itu biasa dipakai.

Mungkin sekali Rasulullah memberitahukan bahwa akan terjadinya kerusakan sehingga sesuatu urusan dipegang orang yang bukan ahlinya, yang akibatnya seorang budak bisa menjadi penguasa. Jika hal itu terjadi, maka dengarlah dan taatilah untuk menghindari mudharat yang lebih besar serta bersabar menerima kekuasaan dari orang yang tidak dibenarkan memegang kekuasaan, supaya tidak menimbulkan fitnah yang lebih besar.

Sabda Rasulullah, “Sungguh, orang yang masih hidup diantaramu nanti akan melihat banyak perselisihan” ini termasuk salah satu mukjizat beliau yang mengabarkan kepada para shohabatnya akan terjadinya perselisihan dan meluasnya kemungkaran sepeninggal beliau. Beliau telah mengetahui hal itu secara rinci , tetapi beliau tidak menceritakan hal itu secara rinci kepada setiap orang, namun hanya menjelaskan secara global. Dalam beberapa hadits ahad disebtukan beliau menerangkan hal semacam itu kepada Hudzaifah dan Abu Hurairah yang menunjukkan bahwa kedua orang itu memiliki posisi dan tempat yang penting disisi Rosululloh .
Sabda Beliau, “Maka wajib atas kamu memegang teguh sunnahku” sunnah ialah jalan lurus yang berjalan pada aturan-aturan tertentu, yaitu jalan yang jelas.
Sabda Beliau, “dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapatkan petunjuk” maksudnya mereka yang senantiasa diberi petunjuk. Mereka itu ada 4 orang, sebagaimana ijma’ para ulama, yaitu Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan Ali ra. Rasululloh menyuruh kita teguh mengikuti sunnah Khulafaur Rasyidin karena dua perkara : Pertama, bagi yang tidak mampu berpikir cukup dengan mengikuti mereka.
Kedua, menjadikan pendapat mereka menjadi pilihan utama bila terjadi perselisihan pendapat diantara para shahabat.
Sabdanya “ Jauhilah olehmu perkara-perkara yang baru “. Ketahuilah bahwa perkara yang baru itu ada dua macam.

Pertama, perkara baru yang tidak punya dasar syari’at, hal semacam ini bathil lagi tercela.

Kedua, perkara baru yang dilakukan dengan membandingkan dua pendapat yang setara, perkara baru semacam ini tidak tercela. Kata-kata “perkara baru atau bid’ah” arti asalnya bukanlah perbuatan yang tercela. Akan tetapi, bila pengertiannya ialah menyalahi Sunnah dan menuju kepada kesesatan, maka dengan pengertian semacam itu menjadi tercela, sekalipun secara harfiah makna kata tersebut sama sekali tidak tercela, karena Allah pun di dalam firman-Nya menyatakan : “Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Qur’an pun yang baru dari Tuhan mereka” (QS. Al Anbiyaa’ :2)
Juga perkatan ‘Umar radhiallahu 'anhu : “Bid’ah yang sebaik-baiknya adalah ini”, yaitu shalat tarawih berjama’ah.

Jumat, 27 November 2015

Syarah Hadits Arbain Nawawi Ke 27 dan Terjemahannya Tentang Pengertian Dosa

Syarah Hadits Arbain Nawawi Ke 27 dan Terjemahannya Tentang Pengertian Dosa


الحديث السابع والعشرون
عن النواس بن سمعان رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال " البر حسن الخلق والإثم ما حاك في نفسك وكرهت أن يطلع عليه الناس " رواه مسلم ... وعن وابصة بن مَعبد رضي الله عنه قال أتيت رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال " جئت تسأل عن البر؟ " قلت : نعم قال " استفت قلبك , البر ما اطمأنت إليه النفس واطمأن إليه القلب , والإثم ما حاك في النفس وتردد في الصدر وإن أفتاك الناس وأفتوك " حديث حسن رويناه في مسندي الإمامين أحمد بن حنبل والدرامي بإسناد حسن

Terjemahan:

Dari An Nawas bin Sam'an radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda: “Kebajikan itu keluhuran akhlaq sedangkan dosa adalah apa-apa yang dirimu merasa ragu-ragu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya”. (HR. Muslim)
Dan dari Wabishah bin Ma’bad radhiyallahu anhu, ia berkata : “Aku telah datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, lalu beliau bersabda : ‘Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan ?’ Aku menjawab : ‘Benar’. Beliau bersabda : ‘Mintalah fatwa dari hatimu. Kebajikan itu adalah apa-apa yang menentramkan jiwa dan menenangkan hati dan dosa itu adalah apa-apa yang meragukan jiwa dan meresahkan hati, walaupun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya”. (HR. Imam Ahmad bin Hanbal dan Ad-Darimi, Hadits hasan)

[Imam Ahmad bin Hanbal no. 4/227, Ad-Darimi no. 2/246]

armaila - Syarah Hadits Arbain Nawawi Ke 27 dan Terjemahannya Tentang Pengertian Dosa

Penjelasan:


Sabda beliau “Kebajikan itu keluhuran akhlaq”, maksudnya ialah bahwa keluhuran akhlaq adalah sebaik-baik kebajikan, sebagaimana sabda beliau “Haji adalah Arafah”. Adapun kebajikan adalah perbuatan yang menjadikan pelakunya menjadi baik, selalu berupaya mengikuti orang-orang yang berbuat baik, dan taat kepada Allah yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi.

Yang dimaksud dengan berakhlaq baik yaitu jujur dalam bermuamalah, santun dalam berusaha, adil dalam hukum, bersungguh-sungguh dalam berbuat kebajikan, dan beberapa sifat orang-orang mukmin yang Allah sebutkan di dalam surah Al Anfal :
“Orang-orang mukmin yaitu orang-orang yang ketika nama Allah disebut, hati mereka gemetar, dan ketika ayat-ayat-Nya dibacakan kepada mereka, iman mereka bertambah, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (Yaitu) mereka yang melaksanakan shalat dan mengeluarkan infaq dari sebagian harta yang Kami berikan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar mukmin”. (QS. 8 : 2-4)

Dan firman-Nya :
“Orang-orang yang bertobat, yang beribadah, yang memuji (Allah), yang mengembara (di jalan Allah), yang ruku’, yang sujud, yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat mungkar, serta yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang mukmin itu”. (QS. 9 : 112)

Dan firman-Nya :
“Sungguh beruntung orang-orang mukmin. (Yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya dan orang-orang yang menunaikan zakat dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau terhadap budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari selain dari itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memeliharaa amanat-amanat (yang diberikan kepadanya) dan janjinya dan orang-orang yang akan mewarisi (Yaitu) mewarisi (surga) firdaus, mereka kekal di dalamnya”. (QS. 23 : 1-10)

Dan firman-Nya :
“Hamba-hamba Tuhan yang Maha Pengasih adalah mereka yang berjalan di atas bumi dengan rasa rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka menanggapinya dengan kata-kata yang baik”. (QS. 25 : 63)

Barang siapa yang merasa belum jelas mengenai sifat dirinya, maka hendaklah bercermin pada ayat-ayat tersebut. Dengan adanya semua sifat itu pada dirinya pertanda bahwa dia berakhlaq baik. Sebaliknya, jika semuanya tidak ada pada dirinya pertanda dia berakhlaq buruk. Bila terdapat sebagian saja, maka hendaklah ia bersungguh-sungguh memelihara yang ada itu dan mengupayakan yang belum ada pada dirinya. Janganlah seseorang menganggap bahwa akhlaq baik itu hanyalah bersifat lemah lembut kepada orang lain dan meninggalkan perbuatan-perbuatan keji dan dosa saja, sebaliknya orang yang tidak seperti itu dianggap rusak akhlaqnya. Akan tetapi, yang disebut akhlaq baik yaitu seperti yang telah kami sebutkan mengenai sifat-sifat orang mukmin dan perilaku mereka. Termasuk akhlaq baik ialah sabar menghadapi gangguan dalam menjalankan agama.

Dalam Hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa seorang Arab gunung menarik selendang sutera Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sehingga memekas pada bahu beliau, dan orang itu berkata : “Wahai Muhammad, serahkanlah kepadaku harta Allah yang ada di tanganmu”. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menoleh kepada orang itu, beliau kemudian tertawa dan menyuruh untuk memberi kepada orang itu.
Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam “dosa adalah apa-apa yang dirimu merasa ragu-ragu dan kamu tidak suka jika orang lain mengetahuinya” maksudnya adalah perbuatan yang ditolak oleh hati nurani. Ini merupakan suatu pedoman untuk membedakan antara dosa dan kebaikan. Dosa menimbulkan keraguan dalam hati dan tidak senang jika orang lain mengetahuinya. Yang dimaksud dengan “orang lain” di sini adalah orang-orang baik, bukan orang-orang yang telah rusak akhlaqnya. Demikianlah yan disebut dosa, karena itu tinggalkanlah perbuatan tersebut.

Kamis, 26 November 2015

Syarah Hadits Arbain Nawawi Ke 26 dan Terjemahannya Tentang Wajib Sedekah Setiap Hari

Syarah Hadits Arbain Nawawi Ke 26 dan Terjemahannya Tentang Wajib Sedekah Setiap Hari


الحديث السادس والعشرون
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم - كل سُلامى من الناس صدقة , كل يوم تطلع فيه الشمس تعدل بين اثنين صدقة , وتعين الرجل في دابته فتحمله عليها أ, ترفع عليها متاعه صدقة , والكلمة الطيبة صدقة , وبكل خطوة تمشيها إلى الصلاة صدقة , وتميط الأذى عن الطريق صدقة " رواه البخاري ومسلم

Terjemahan:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata : “Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : ‘Setiap anggota badan manusia diwajibkan bershadaqah setiap hari selama matahari masih terbit. Kamu mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah shadaqah, kamu menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah shadaqah, berkata yang baik itu adalah shadaqah, setiap langkah berjalan untuk shalat adalah shadaqah, dan menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah shadaqah ”.

[Bukhari no. 2989, Muslim no. 1009]

armaila - Syarah Hadits Arbain Nawawi Ke 26 dan Terjemahannya Tentang Wajib Sedekah Setiap Hari

Penjelasan:

Dalam shahih Muslim disebut jumlah anggota badan ada tiga ratus enam puluh. Qadhi ‘Iyadh berkata : “Pada asalnya kata “sulaama” bermakna tulang, telapak tangan, jari-jari dan kaki, kemudian kata tersebut biasa dipakai dengan arti seluruh anggota badan”.

Sebagian ulama berkata : “Yang dimaksud di sini adalah shadaqah anjuran atau peringatan, bukan berarti shadaqah yang wajib. Sabda beliau “kamu mendamaikan antara dua orang (yang berselisih) adalah shadaqah” yaitu mendamaikan keduanya secara adil.

Pada Hadits lain riwayat Muslim disebutkan :
“Setiap anggota badan dari seseorang di antara kamu dapat berbuat shadaqah. Setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, amar ma’ruf adalah shadaqah, tetapi semuanya itu bisa dicukupkan dengan (melakukan) dua raka’at shalat Dhuha”.

Maksudnya, semua shadaqah yang dilakukan oleh anggota badan tersebut dapat diganti dengan dua raka’at shalat Dhuha, karena shalat merupakan kerja dari semua anggota badan. Jika seseorang shalat, maka seluruh anggota badannya menjalankan fungsinya masing-masing.

Rabu, 25 November 2015

Unik : Karangan Tema GURU tanpa Hurup G dan U

Armaila.com - Unik : Karangan Tema GURU tanpa Huruf G dan U kecuali hanya pada kata GURU saja. Event yang diadakan oleh Isa Alamsyah ini di ikuti oleh banyak peserta untuk memeriahkan Hari Guru Nasional 25 November 2015  dan berikut ini tema yang berhubungan dengan GURU tanpa menggunakan hurup G dan U kecuali pada kata GURU saja. yuk kita lirik.

armaila - Unik Karangan Tema GURU tanpa Hurup G dan U

Mom say: "Guru terbaik dalam belajar adalah membaca, Nak, maka darinya Maya dapat melihat jendela mata," Lantas kata-kata demikian membakar adrenalin saya demi membaca, membaca dan membaca. Sampai teman, sodara dan sahabat saya sarankan membaca, membaca dan membaca, lantas berkaryalah. Pekarya dicintai pembaca karena karyanya.

***

Guru.... Pelita nan tiada tara Membawa arti dalam jiwa Jasa dan terimakasih tak terkira Laksana mutiara bertebaran penuh makna.

***

Kepadanya para pendidik sejati, kami hormati. Mereka berniat ikhlas menjadi dinar masa depan kita. Acapkali jasa abadi mereka diabaikan saja. Padahal para pesohor seantero dunia lahir dari jasa sosok-sosok guru. Beranikah kita ambil profesi ini, menjadi sosok tanpa tanda jasa?

***

Guru tidak hanya pemberi ajaran di dalam kelas saja. Tapi guru adalah setiap pelajaran dan pembelajaran darimana saja, kapan saja, dan dimana saja

***

Bahkan kami para guru memilih jalan lain di antara keramaian malam. Hanya memberikan kesempatan lebih kepada mereka, anak-anak tercinta. Hanya memberikan sedikit cahaya pelita diantara temaram senja...

***

Selamat hari guru.
Kata-Kata itu tiba-tiba meramaikan sosial media.
Kata indah mewakilkan banyak cinta dan harapan pada guru. Kata do'a akan keikhlasan jasanya . Guru dikirimkan dalam kata papa, mama, teman, dan insan berjasa meski hanya mendidik beberapa kata.

***

Kita seperti berjalan dipekatnya malam. Berharap cahaya menjelma. Memberi jejak harapan dan impian. Cahayanya adalah sosok hebat Guru. Tak kenal lelah, menahan amarah, dan bersikap tumakninah.

***

Lentera di tapal batas.

Di tanah terpencil sana, sesosok Guru pernah berkata, "Kami jadikan dedikasi ini investasi akhirat."
Ya, dedikasi dalam keikhlasan disanalah akan terlahir pahala. Sosoknya tercipta laksana lentera di tapal batas. Sinari jiwa-jiwa dari kelamnya kebodohan.
Dialah pembina insan cendekia, pahlawan tanpa tanda jasa.
Selaksa terima kasih kan terbaitkan dalam setiap do'a. Wahai.. Lentera Indonesia

***

Kemarin saya melihat anda, saat menemani adik diacara penerimaan siswa kelas VII. Guru wanita, masih cantik sama seperti 9 dikade terakhir. Menjelajah memori dimana saya benci bahasa internasional kita karena benar saya tidak bisa. Tapi entah apa? bersama anda, saya suka dan bisa. Saat saya berjalan mendekati anda, menyapa, hati meleleh saat anda balik menyapa dan memikirkan saya kembali.

Terima Kasih Guru

***

Lihat zaman ini, dimana kerap si pintar dan si cerdas berlomba menjadi apa yang mereka katakan modern, perlahan berkata mereka akan profesor tersohor dan karyanya kerap menjadi decak akan kehebatan.

Lantas, apa sematan terpantas pada sosok guru? Sosok hebat dan menjadikan anak biasa menjadi profesor?
Selebihnya guru tak menanti jawaban pasti, telah ada kalimat "pahlawan tanpa tanda jasa" , dan sekedar kata kiasan klasik telah ada sejak mendidik lewat papan hitam sampai kini marak akan proyektor.

Hati guru berkata :
"Disaat dia berhasil mengalahkan gurunya, disanalah kemenangan guru sebenarnya"

***

Dia pencipta pribadi hebat. Pelopor terlahirnya insan profesional. Diberikan apa saja miliknya tanpa harap jasa. Guru, karenanya semesta bisa saja di dekapan kita. Pada ia, petani kecil sampai presiden mempercayakan anak-anaknya.

***

Oleh : Silvy Irianti; 'Ana Imaji'

(1.) Kata-kata bermakna membekali setiap syaraf otak dari setiap anak-anak pencari makna setiap abjad cerita, terbekali dari sesosok diri tanpa tanda jasa, pencerah dalam kesesatan, pencerdas dari kebodohan, pemberantas dari kemalasan, pecontoh kesederhanaan atas dasar cinta, dia, adalah sesosok Guru.

(2.) Kasih dan Cinta dari Maha Pencipta menyertai keramahan pahlawan tanpa tanda jasa, padanya beberapa derai do'a ini menambahkan kebaikan tak terbalaskan, mohon sejahterakan ia yaa Rahman. Aamin.

(3.) Diciptakan tinta berwana emas pada kemerlip kertas setiap hari yang berarti dalam setiap hati, terimakasih bermilyar baginya, Guru.

(4.) Kesetiaan bimbingan tertanam dalam di hati penerima manfaat pelajaran darinya, Guru.

(5.) Berkat kerja kerasnya kini diri ini bisa mengerti betapa hebatnya dirinya, terimakasih Guru.

***

tiada kata dapat mencerca cintanya. tiada sikap cela dapat menoreh derita hatinya. karenanya, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. karenanya, stiap siswa selalu istimewa dimatanya.

***

Guru, pelitanya takan pernah sirna dalam mendidik anak didiknya. Jasanya takan pernah kikis dalam simfoni sejarah. Biar badai senja menghimpitnya. Tapi cinta kasihnya takan padam dalam berkarya. Sampai ia kembali pada-Nya.

***

"Lo mau kemana Jan? " Serkah Toni kepada Sanijan . ke tembat Mbah Bolot kasih ini (sambil liatin kado kecil) . "lah kok kesana? Ini kan hari Guru kok malah kasih hadiah nya sama Mbah Bolot? " komplain si Toni . "lah selama ini kita bisa tajwid, wiridan, dan doa-doa diajarin siapa coba?" Jawab Sanijan cepat. Toni hanya diam dan lari arah balik sambil teriak " saya balik arah Jan, saya akan ambil kado".

***

Guru,dalam bahasa jawa di jari dan di tiri.Maji tidaknya banksa ini terletak dari peran guru dalam mendidik tiap jenerasi.

***

Ia telah lama hadir
Pemikir akan sepercik takdir
Tidak saat ini melainkan nanti
Semata, demi hariban ranah pertiwi
Tempat anak cicit bercanda dan menari

***

Awalnya,
Dia menyebarkannya hanya setitik.
Dan lama kelamaan menjadi rintik
Kala....
Catatan di papan lebar takkan henti
Kami mencatatnya di kertas tebal
Dan membacanya kembali
Sampai kami bisa melirik
Arti...
memahami
Dan kini...
Kami berdiri demi sepatah kata...
"Terimakasih"
Keberhasilan telah kami capai saat ini
Atas amarahnya memberantas kebodohan kami
Kepada dia Pahlawan tanpa tanda jasa.

***

Sardono
Oleh: Sri Bandiyah

Sardono namanya, guru SD impres di pelosok tanah pertiwi.
Berjalan dini hari, tanpa alas kaki, menjejak licin krakal kali.
Di kelas memberi pelajaran, meski yang hadir hanya sembilan biji.
Motivasi, bakar cita kami, cita sejahterakan tanah pertiwi.
Pak guru, anak dekil ini jadi menteri, siap sejahterakan tanah pertiwi, terimakasih.

***

Dia bak pahlawan di sini.
Terik, rinai, bahkan badai di lewati tanpa kenal lelah.
Guru. Mengajar dengan cinta, pelan, dan mengerti pribadi kami.
Tak hanya sains, matematika, bahasa, bahkan akhlak dan moral kami dididik dengan kasih. Guru, terima kasih.

***

Pendidikan terbaik adalah melihat cakrawala emas dari pemikiran guru dan keadilan sikap guru demi mencerdaskan anak didik adalah cara olah Indonesia dalam memaknai kemerdekaan. Tiada masyarakat pintar dan cerdas membina peradaban masa. Indonesia semakin menapaki sikap jiwa harapan hari esok. Anak didik adalah insan mimpi pertiwi. Guru adalah perantara dan tetap berjaya demi esok peradaban.

***

Pahlawan tanpa medali.
Guru sosoknya pribadi. tanpa pamrih cerdaskan bangsa.
Mencerahkan fikiran anak. bangsa jadi amanah besarnya.

***

"Guru tanpa Jasa...
"Akan tetap melekat...
"Dalam jiwa dan hati..
"Diri tak bisa membalas...
"Tetapi Doa tetap mengalir....

***

Tak terbesit rasa bertekad jadi guru. Bahkan anti terhadap profesi istimewa ini, kata kebanyakan khalayak. Sebab, diri ini tak akan habis pikir apabila kepala terbebani oleh timpaan catatan anak-anak, rencana pembelajaran dan ini wajib diolah. Akan tetapi, takdir Allah berkata tak demikian. Diri ini tetap wajib terima takdirnya, bahwa diri ini dilahirkan menjadi guru. Dan kini diri ini bahagia, serta berterima kasih atas takdir istimewa, dimana diri ini diciptakan menjadi insan bermanfaat. Aamiin

***

Guru tanpa tanda jasa

Terimakasih sejak kecil tetap hadir. sabar dalam mendidik,membina dan menyentil jika kami salah.
Tak kenal lelah dalam menjalankan kewajiban, sapanya tetap di nanti di awal hari. Nasehat nasehatnya adalah alarem dan rem di saat kami lalay serta ceroboh. Guru adalah matahari dan air keberkahan kami sekalian.

***

Menjadi guru adalah kewajiban insan .Ayah adalah gurunya istri dan anak-anak . Sedang istri adalah guru dari anak-anaknya. Kakak adalah guru dari adik-adiknya. Dan pimpinan adalah guru dari para bawahan.

***

Panas mentari perlahan menyoroti hampir menghalangi penglihatannya.

Dia masih saja menggenjot motor tak bermesin kesayanganya.

Keringat yang mengalir membasahi seragam tak memadamkan semangatnya.

Hanya ada asa tersimpan difikiranya.

Melihat anak-anak ceria menghampiri dan berkata "selamat pagi pak guru"

***

Guru adalah malaikat, mereka membebaskan para insan dari peradaban kejahilan. Guru memberantas kebodohan, menciptakan para insan cendikiawan. Mereka tanpa kenal lelah serta telaten dalam mencerdaskan para insan. Asa mereka takkan pernah padam termakan jaman. Guru adalah pahlawan tanpa jasa, nama serta sosoknya akan abadi selamanya.

***

Tak kenal lelah meracik karakter setiap insan
Sejak awal pagi sampai senja menyapa
Beri bekal kajian tanpa janji
Meski lelah senantiasa ada

***

GURU ialah tempat saya menimba wawasan dan menjadikan diri menjadi pribadi hebat dimasa depan kelak. Dia adalah malaikat disetiap proses dalam membina para murid dan menjadikannya murid hebat. Dia pribadi hebat,baik,sabar dan adil. Saya menjadikan guru disemua mata pelajaran dan guru indonesia lainnya adalah malaikat dihati saya. Terima kasih wahai guru tercinta telah menjadikan saya pribadi cerdas namun tidak melupakan ibadah kepada ALLAH SWT. Saya berterima kasih pada guru tercinta dan doa saya menyertai para guru

***

Selamat hari guru Mama. Pahlawan sejati tanpa tanda jasa. Guru pertama ajarkan kami dari bayi sampai dewasa. Mama, guru hebat serba bisa. Berkah ilmunya takkan musnah ditelan masa.

***

 Guru ialah pahlawan tanpa tanda jasa. Tetapi tetap saja menjadi guru mesti makan, karenanya mesti diberi kelayakan. Siapa orang yang ingin menjadi pahlawan yang benar-benar tanpa tanda jasa sama sekali? Tentu tidak ada, karenanya berilah para guru penghargaan sebaik-baiknya. Karena tanpa guru kita ini tak akan bisa meraih cita.

***

Dia tidak ada rasa iri ketika sapaan tak terlontar padanya, hinaan jadi bahan setiap jam. Dia tidak ada rasa marah ketika para mata tajam menatapnya, cacian jadi makanan khas. Hanya ada sebekas janji yang masih diimpikan, berimpati kepada rakyat. Jasa tidak ada di mana-mana, tak terlihat mata, tak terasa indra. Pemikirannya hanya demi masa depan Indonesia.

***

Anak-anak hebat karena sosok guru.
Pahlawan tanpa tanda jasa.
Sosok tangguh jasanya abadi.
Tak ada balas anak didik sukses dia bangga.
Guru kebanggan bangsa.

***

Guru, pendidik dan teladan pertama di sekolah. Jiwa sabar, tabah mendapati polah setiap anak didik. Tak sedikit anak berpolah kasar dan ingkar, sampai teriakan dan isak jadi hiasan kelas. Tapi tetap menjadikan guru sabar dan menentramkan jiwa menyampaikan materi bekal masa depan.
Ini amal guru layaknya air, tetap ada meski kelak hanya menyisakan nama.

***

Guru
Mengarahkan setapak demi setapak jejak pada mimpi, menyinari asa tanpa mentari, mendamaikan air dan api, meski diri tak sampai dari kata 'layak' tetap memberi pandai dari harta bersajak , kini hampir sama seperti malaikat bercorak cerah berlumpur hitam pekat.

***

Sosok perkasa ya guru.
Tanpa lelah tebar kebaikan.
Cerdaskan bangsa tanpa pamrih.
anak didik berhasil jadi hadihnya.
Pahlawan tanpa pamrih berlebih

***

Pendidikan terbaik adalah menyelami cakrawala emas dari pemikiran guru dan keadilan sikap guru demi mencerdaskan anak didik adalah cara olah Indonesia dalam memaknai kemerdekaan. Tiada masyarakat pintar dan cerdas membina peradaban masa. Indonesia semakin menapaki sikap jiwa harapan hari esok. Anak didik adalah insan mimpi pertiwi. Guru adalah perantara dan tetap berjaya demi esok peradaban.

***

GURU ialah tempat saya menimba wawasan dan menjadikan diri menjadi pribadi hebat dimasa depan kelak. Dia adalah malaikat disetiap proses dalam membina para siswa dan menjadikannya siswa hebat. Dia pribadi hebat,baik,sabar dan adil. Saya menjadikan guru disetiap mata pelajaran dan guru indonesia lainnya adalah malaikat dihati saya. Terima kasih wahai guru tercinta telah menjadikan saya pribadi cerdas tetapi tidak abaikan ibadah kepada ALLAH SWT Saya berterima kasih pada guru tercinta dan doa saya menyertai para guru

***

Ketika guru pipis berdiri dan siswanya pipis berlari. Ketika guru seperti cermin memperlihatkan wajah kita. Salah siapa sampah di mana-mana? Salah siapa ketika kita tak bisa antri? Salah siapa perampok harta rakyat merajalela? Maka selamat hari guru adalah keniscayaan... Bila guru bisa memberi nilai nyata di kehidupan nyata, nilai rasa di hati selama hati masih bisa merasa, dan nilai adab dalam peradaban kita. Selamat hari guru kepada guru-guru bila mereka benar-benar guru.

***

kalau bicara idola pasti banyak jawabannya. kalau bicara soal pahlawan pasti berkaitan atas jasanya. tapi ini lebih dari sebuah jasa. lebih dari sekadar pahlawan. Ini adalah teladan dan keikhlasannya dalam dedikasi ialah guru si pahlawan tanpa batas.

***

Guru sebenarnya adalah siapa?
Siapa saja, diantara banyaknya Insan pemberi penerang
Tanpa tanda jasa, yang ada amal tiada riya
Siapa saja, mampir memberi setetes penjelasan suatu makna
Siapa saja, caranya meraih hati siswa lewat akhlak nan mulia
Berkorban bukan lewat kekerasan tapi lewat pelajaran
Ikhlas adalah modal, dan harta tak ternilai

***

Mereka memberi warna biar tak kelam, saat kita melewati jalan. Tak mesti berpakaian senada tiap hari, sebab, adakalanya mereka hanyalah benda mati. Tan hanya melihat dari sosoknya saja, tetapi lihatlah kita telah memperoleh manfaat apa darinya. Lantas, jika menafsirkan ada di antaranya nan berjasa, maka tambahkan doa kepadanya. Karena, siapa dan apa saja jika berada di hadapan kita, mereka adalah guru.

***

Ia adalah sosok guru bersahaja nan dermawan. Hari Selasa kemarin pak Raihan bertanya kepada siswanya. "Kalian jawablah amal apa masih menemani sampai kiamat tiba?"

"Doa anak sholeh, pendidikan bermanfaat, dan amal jariyah, Pak," jawab siswanya. Hari ini tiba-tiba ajal menemuinya, insyaAllah semua amal baik menjadi miliknya.

***

Dialah pahlawan yang telah mencetak generasi peradaban zaman karena sosok dialah menjadikan berbagai figur2 teladan yang menjadi pemimpin-pemimpin besar sepanjang masa. Sungguh jasa-jasamu yg telah mencerdaskan anak bangsa negeri ini. Terima kasih pahlawan bangsa

***

GURU di pedalaman adalah sosok inspiratif rakyat.
Ia rela mendidik para siswa tanpa pamrih dan aneka syarat, padahal medannya benar-benar berat.
Jasanya besar meski tak dibayar wajar.
Selayak matahari fajar, sinarnya indah kala berpijar.
Dari merekalah kita bisa belajar, mencapai cita-cita, dan memetik banyak i'tibar.